Simbiosis Mutualisme (Tameng Cinta)

Simbiosis Mutualisme (Tameng Cinta)
Bab. 21. Pertentangan.


__ADS_3

Rolize dan Daris segera meninggalkan perusahaan untuk segera pulang ke rumah. Mereka sangat terkejut dengan video yang dikirim oleh Buk Rose, kepala pelayan yang ada di rumah Rolize.


"Si*alan. Kenapa mama dan kakak seperti itu, sih? Memangnya kalau wanita yang bekerja sebagai wanita malam itu bukan manusia?" Rolize merasa sangat kesal. Darahnya terasa mendidih saat mendengar cacian dan hinaan yang keluarganya layangkan untuk Megan.


Daris hanya diam di tempatnya tanpa berniat untuk ikut berkomentar, karena itu pasti akan semakin memancing kemarahan dari sang tuan.


"Katakan pada kakak untuk tidak muncul di hadapanku, Daris. Atau aku tidak akan bisa mengendalikan diri,"


"Baik, Tuan." Daris menganggukkan kepalanya sambil terus melajukan mobilnya menuju rumah.


Beberapa saat kemudian, mereka sudah sampai di tempat tujuan. Tanpa menunggu Daris membukakan pintu mobil untuknya, Rolize langsung saja keluar dan berjalan cepat untuk masuk ke dalam rumah.


"Buk Rose!"


Suara teriakan Rolize mengema di ruangan itu membuat beberapa pelayan yang ada di situ mengkerut takut, sementara Buk Rose yang ada di dalam ruang baca bergegas untuk menemui Rolize begitu mendengar teriakannya.


"Ya, Tuan?" tanya Buk Rose saat sudah sampai di hadapan Rolize.


"Apa video yang kau kirim tadi itu asli?"


Buk Rose langsung menganggukkan kepalanya. "Benar, Tuan." Dia lalu menceritakan kenapa bisa tau tentang pertengkaran itu karena memang sejak tadi berada di dalam ruang baca.


Mama Falesha dan Jean tampak sedang menuruni anak tangga, mereka merasa penasaran saat mendengar suara teriakan Rolize tadi.


"Ada apa, Rolize? Apa sudah terjadi sesuatu?"


Rolize langsung melihat ke arah mama dan juga kakaknya dengan tajam, membuat kedua wanita itu menjadi takut dan juga gelisah.


"Oh, Ma. Apa aku boleh menanyakan sesuatu?"


Glek.

__ADS_1


Mama Falesha dan juga Jean menelan salive mereka dengan kasar. Sepertinya saat ini Rolize sangat marah pada mereka, mungkinkah Megan mengadukan semuanya pada laki-laki itu?


Mama Falesha terpaksa menganggukkan kepalanya untuk membiarkan Rolize bertanya apa yang laki-laki itu inginkan.


"Apa yang mama dan kakak lakukan pada istriku?"


Dugaan mereka ternyata tidak salah, rupanya Megan sudah berani mengadukan apa yang mereka lakukan pada Rolize, membuat laki-laki itu menjadi marah.


"Memangnya apa yang kami lakukan pada Megan?" Mama Falesha malah kembali bertanya pada Rolize.


"Ikut aku ke ruang kerja, Ma." Rolize lalu beranjak pergi dari tempat itu menuju lantai 2. Dia tidak mau keributannya dan sang mama disaksikan oleh semua orang.


Mama Falesha melirik ke arah Jean seolah-olah sedang mengatakan kalau Rolize sedang marah besar, dia lalu menganggukkan kepalanya dan mengajak Jean untuk ikut menemui laki-laki itu.


"Sudah banyak pekerjaan yang harus tuan muda selesaikan, Nyonya. Kenapa Anda menambah beban untuknya?"


Mama Falesha dan Jean yang sudah berbalik tidak jadi melangkahkan kaki mereka karena mendengar ucapan Daris, mereka lalu memutar tubuh dan melihat ke arah laki-laki itu.


"Apa maksudmu, Daris? Berani sekali kau mengatakan hal seperti itu padaku," ucap mama Falesha dengan kesal, begitu juga dengan Jean.


"Tutup mulutmu! Memangnya kau tau apa, hah?" Mama Falesha segera berbalik dengan kesal. Dari dulu dia memang tidak suka dengan Daris, karena laki-laki itu lebih berkuasa darinya.


Mama Falesha dan Jean lalu menaiki tangga ke lantai 2 untuk menemui Rolize, terlihat laki-laki itu berdiri di ambang pintu ruang kerjanya seolah-olah menunggu ke datangan mereka.


"Masuklah." Rolize beranjak masuk dan langsung duduk di sofa yang ada di ruangan itu, dengan diikuti oleh mama Falesha dan juga Jean.


Mereka bertiga kini sudah duduk di sofa dengan saling berhadapan. Suasana terasa sangat hening dan mencekam, apalagi saat ini Rolize hanya diam dengan tatapan tajam yang di arahkan pada mama dan juga kakakknya.


"Em ... apa, apa yang ingin kau bicarakan, Rolize?" tanya Jean menghilangkan keheningan yang terjadi.


Rolize menghela napas kasar sambil menyandarkan tubuhnya ke sandaran sofa. "Bisakah mama dan kakak tidak mengganggu istriku?" Dia mengendurkan tatapan matanya dan beralih melihat langit-langit ruangan itu.

__ADS_1


"Sebenarnya apa yang kau lakukan, Rolize? Apa kau tau, siapa wanita yang sudah kau nikahi itu?" Mama Falesha merasa kesal jika kembali mengingat Megan.


"Benar. Kau tidak tau siapa dia, Rolize. Seharusnya kau tidak-"


"Aku tau, aku tau siapa dia!"


Mama Falesha dan juga Jean langsung terdiam saat mendengar ucapan Rolize, sementara Rolize sendiri menijat kepalanya yang berdenyut sakit.


"Kau tau kalau dia seorang wanita malam?" tanya Jean dengan tidak percaya, begitu juga dengan sang mama.


"Wanita malam atau pun tidak, memang apa bedanya?" tanya Rolize dengan tajam membuat kedua wanita beda generasi itu menggelengkan kepala mereka.


"Apa bedanya kau bilang?" Jean beranjak berdiri dengan tatapan nyalang. "Jelas sangat jauh berbeda dari kita. Dia itu wanita murahan yang sangat hina, bagaimana mungkin kau menikah dengannya, hah?" Jean benar-benar sangat emosi.


"Yang kakakmu katakan itu benar, Rolize. Begitu banyak wanita diluar sana yang bersaing untuk mendapatkanmu, tapi kau malah menikahi wanita sepertinya? Sebenarnya ada apa denganmu, Nak?"


Rolize mengusap wajahnya dengan kasar. Memang apa bedanya kalau dia menikahi wanita malam dengan wanita biasa? Toh semua sama.


"Sudahlah, kau tidak perlu memikirkannya lagi. Lebih baik kau segera menceraikannya sebelum orang-orang tau siapa dia sebenarnya."


Rolize langsung berdiri saat mendengar apa yang mamanya katakan. Rahangnya mengeras dengan emosi yang sudah naik sampai ke ubun-ubunnya. "Aku tidak akan pernah menceraikannya, dan sampai kapan pun Megan akan tetap menjadi istriku."


"Rolize!" bentak mama Falesha sambil ikut berdiri. Untuk pertama kalianya dia membentak putranya seperti itu. "Apa kau mau membuat keluarga kita malu, hah?"


Jean bahkan tidak bisa berkata apa-apa saat mendengar penolakan sang adik, dan dia bingung kenapa Rolize bisa sampai melakukan hal seperti ini.


"Cukup, Ma. Jangan ikut campur urusan pernikahanku, karena aku sudah memutuskan untuk menikah dengan Megan. Itu berarti dia akan tetap manjadi istriku apapun yang terjadi."



__ADS_1



Tbc.


__ADS_2