
Selesai makan, Rolize langsung menarik tangan Zanna yang saat itu sedang bicara dengan Buk Rose.
"Kita mau ke mana?" tanya Zanna saat tangannya ditarik paksa oleh Rolize, laki-laki itu bahkan terus menariknya melewati semua orang yang sedang berkumpul di ruang keluarga.
"Bukannya kau bilang ingin melayaniku? Jadi ayo, kita harus segera ke kamar," ajaknya sambil menarik-narik tangan Megan.
"Kamar? Tunggu, memangnya kita mau melakukan apa?" Megan merasa bingung juga senang. Apakah mereka akan melakukan sesuatu yang sedang dia pikirkan?
Rolize terus menarik tangan Megan tanpa memperdulikan ucapannya, membuat orang-orang yang ada di tempat itu menatap bingung.
"Ini kan masih jam 8, Rolize. Apakah kalian sudah mau tidur?" tanya oma Erina yang sejak tadi memperhatikan mereka.
"Benar, Rolize. Apa kau tidak berniat untuk mengenalkan istrimu padaku?"
Megan langsung melihat ke arah seorang lelaki yang sedang duduk di samping Jean, dan wajah lelaki itu sangat tidak asing dalam ingatannya.
"Kau sudah pulang?" tanya Rolize sambil menatap ke arah kakak iparnya, suami dari Jean.
"Aku baru saja sampai." Laki-laki bernama Rangga itu beranjak dari duduknya dan mendekat ke arah Rolize juga Megan. "Halo. Perkenalkan, namaku Rangga. Aku adalah kakak ipar suamimu." Dia mengulurkan tangan pada Megan.
Megan yang akan memyambut uluran tangan Rangga kalah cepat dengan tangan Rolize yang sudah menyingkirkan tangan itu.
"Sa-Sayang, apa yang kau lakukan?" tanya Megan dengan bingung sekaligus canggung.
__ADS_1
"Aku tidak suka jika kau bersentuhan dengan laki-laki lain," ucap Rolize membuat Megan tercengang. Bukan hanya wanita itu saja, bahkan semua orang menatapnya dengan tidak percaya dan terheran-heran.
"Tapi, diakan kakak iparmu," seru Megan dengan suara tertahan.
"Jadi, kalau dia kakak iparku. Apa dia bukan laki-laki?"
Megan langsung diam karena tidak bisa lagi melawan ucapan Rolize, sementara Rangga merasa sangat lucu dan langsung tertawa melihat perdebatan mereka.
"Astaga Rolize, bisa-bisanya kau mengatakan hal seperti itu," ucap Rangga dengan gelak tawa yang masih tersisa dibibirnya.
Sama halnya dengan Rangga, oma Erina dan juga Aura tampak menahan tawa mereka saat mendengar ucapan Rolize. Mereka tidak menyangka kalau laki-laki kaku itu bisa mengatakan hal seperti itu pada Megan, bahkan di hadapan semua orang.
Rolize hanya berdecak kesal saja melihat tawa mereka, sementara Megan menundukkan kepalanya karena menahan malu.
Rangga yang berdiri tepat di hadapan Megan terus melihat ke arahnya, lalu senyum manis terbit di bibirnya saat bersitatap mata dengan wanita itu.
"Wah, aku tidak menyangka kalau Rolize benar-benar menikahimu, Megan. Bagaimana mungkin laki-laki si*alan ini bisa menikahi wanita malam sepertimu? Apa Oma tidak keberatan?" Dia lalu melirik ke arah oma Erina yang masih sibuk tertawa dengan Aura.
"Senang bisa bertemu denganmu, Kak. Maaf atas apa yang sudah suami saya lakukan," ucap Megan yang sudah berhasil membungkan mulut Rolize agar tidak kembali bersuara.
"Itu bukan masalah besar, dan aku sudah terbiasa." Rangga tetap memasang senyum lebarnya. "Oh ya, jangan bicara dengan menggunakan bahasa formal padaku, kita kan keluarga."
Megan tersenyum lalu mengangguk paham membuat Rolize menjadi semakin kesal. "Baiklah, Kak."
__ADS_1
"Sudah selesaikan, 'kan? Kalau gitu kami permisi dulu." Rolize kembali menarik tangan Megan membuat wanita itu langsung pamit pada semua orang.
Megan sedikit berlari untuk mengimbangi langkah Rolize, apalagi saat ini laki-laki itu terlihat sangat marah kepadanya.
"Cih. Setiap saat selalu saja marah, kapan sih, dia ini normalnya? Apa perlu, aku membawanya ke tempat pengendalian emosi?" Megan merasa kesal dan juga malu.
Begitu Rolize dan Megan pergi, Rangga kembali tertawa dengan kuat membuat oma Erina dan juga Aura ikut tertawa.
"Astaga. Sebenarnya apa yang terjadi pada Rolize? Kenapa dia terlihat sangat lucu sepertu itu?" ucap Rangga sambil kembali duduk di samping Jean.
"Memangnya apa yang lucu, sih?" seru Jean dengan ketus, begitu juga dengan mama Falesha yang bahkan sudah beranjak pergi dari tempat itu.
"Rolize menjadi sangat manis dan juga lucu. Oma senang karena kehadiran Megan membawa dampak positif seperti ini untuknya,"
"Cih. Bukan hanya membawa dampak positif, tapi juga negatif dengan menyebarkan racun untuk membuat keluarga ini hancur."
•
•
•
Tbc.
__ADS_1