
Setelah menghabiskan waktu 2 jam perjalanan, akhirnya mereka sampai juga di tempat tujuan. Semilir angin langsung menyambut mereka saat baru keluar dari pesawat, membuat Megan merentangkan kedua tangannya.
"Hah, anginnya segar sekali." Dia merasa kembali hidup setelah digempur oleh sifat suaminya yang sangat naudzubillah.
Rolize yang berada di belakang Megan mengernyitkan keningnya. "Apa yang kau lakukan? Apa kau mau terbang?"
Megan langsung berdecak kesal saat mendengar ucapan Rolize. Laki-laki itu selalu saja merusak momen bahagianya, dan sepertinya itulah tujuan hidup Rolize saat ini.
"Ya, aku sedang bersiap untuk mengepakkan sayapku." Megan lalu melangkahkan kakinya untuk turun dari pesawat dengan kesal membuat Rolize tergelak tanpa suara.
Daris yang sejak tadi memperhatikan mereka berdua hanya bisa menghembuskan napas kasar. Dia seperti sedang menjaga 2 balita saat ini.
Kekesalan Megan menguap begitu saja saat melihat pemandangan yang ada di depan matanya, dia lalu beralih memeluk lengan Rolize membuat laki-laki itu menjadi bingung.
"Lihat, pemandangannya indah sekali." Tangan kanan Megan memeluk lengan Rolize dan tangan kirinya menunjuk lurus ke depan untuk menunjukkan pemandangan pantai, dengan tubuh meloncat-loncat penuh kebahagiaan.
"Ada apa dengan wanita ini? Apa dia tidak pernah pergi liburan seperti ini sebelumnya?" Rolize menatap Megan dengan tatapan bertanya-tanya.
"Apa kita akan ke sana, Sayang?" tanya Megan dengan tatapan berbinar.
"Tentu saja tidak. Kita akan ke tempat lain." Rolize lalu beranjak pergi ke arah di mana Daris sudah menunggu dengan mobilnya.
"Tunggu, kenapa tidak pergi ke sana saja?" Megan mengejar langkah Rolize sambil menunjuk-nunjuk ke arah belakang.
Rolize tetap diam dan enggan untuk menjawab ucapan Megan, dia lalu masuk ke dalam mobil meninggalkan wanita itu yang mematung di samping mobil dengan wajah cemberut.
"Kau tidak mau masuk?" tanya Rolize, tetapi Megan malah membuang muka. "Baiklah, kalau tidak mau. Biar kami sendiri yang pergi." Dia lalu memegang pintu dan hendak menutupnya.
__ADS_1
"Si-siapa yang bilang gak mau?" Megan langsung masuk ke dalam mobil dan menutup pintunya dengan kasar membuat Rolize tersenyum tipis.
Kemudian mereka semua segera berangkat menuju suatu tempat yang sudah di siapkan oleh Daris. Terlihat banyak turis asing yang berlalu lalang di tempat itu, karena memang pulau ini sangat terkenal dengan keindahannya.
Sepanjang perjalanan, Megan hanya diam sambil melihat ke arah jalanan. Beberapa kali Rolize melirik ke arah wanita itu, tetapi Megan tidak juga kunjung membuka suara.
"Sepertinya dia benar-benar marah? Menggemaskan sekali." Rolize ingin sekali mengecup pipi Megan, tetapi tidak mungkin dia melakukannya saat ini.
Beberapa saat kemudian, mereka sudah sampai di tempat tujuan. Terlihat 2 orang lelaki menghampiri mereka dan membukakan pintu untuk Daris.
"Bagaimana persiapannya, apa sudah selesai?" tanya Daris pada kedua lelaki itu.
"Sudah, Tuan. Kami sudah mempersiapkan semuanya,"
"Baiklah. Bawa semua barang-barang tuan dan nona ke dalam." Daris segera membukakan pintu untuk Rolize setelah mendapat anggukan dari mereka. "Kita sudah sampai, Tuan."
"Uwaaah. Apa ini di syurga?" Megan memekik kaget saat melihat lautan yang sangat luas dan indah terbentang di hadapannya, bahkan ada berbagai hiasan yang tampak menghiasi pantai itu.
"Bagaimana, apa kau suka?"
Megan langsung berbalik dan tersenyum cerah ke arah Rolize. "Tentu saja, Sayang. Aku sangat menyukainya, terima kasih ya." Dia benar-benar merasa sangat bahagia sekali.
"Beri aku hadiah untuk rasa terima kasihmu," ucap Rolize sambil bersedekap dada membuat Megan menyernyit bingung.
"Memangnya dia ingin apa dariku? Bukannya dia udah punya semua yang ada dimuka bumi ini?" Megan merasa bingung.
"Kenapa kau diam?" Rolize mengusap bibir bawahnya seolah-olah sedang memberi kode.
__ADS_1
Megan terlonjak kaget saat melihatnya, dia yang sudah terbiasa tentu langsung peka dengan apa yang Rolize lakukan. "Tunggu, masa dia benar-benar menginginkan itu, sih?"
"Kalau kau tidak mau ya sudah, aku akan-"
Megan lalu menarik kemeja Rolize agar laki-laki itu sedikit menunduk membuat ucapannya terhenti, dengan cepat dia menjinjitkan kakinya dan mengecup bibir laki-laki itu.
Cup.
Rolize menegang dengan apa yang Megan lakukan, sementara Megan sendiri langsung melepaskan pegangan tangannya dan membalikkan tubuh dengan wajah memerah.
"Kenapa aku jadi merasa malu, sih?" Megan mengibas-ngibaskan wajahnya yang terasa panas.
"Kalau gitu ayo, kita masuk!" ajak Rolize kemudian sambil melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam vila tersebut, dia tidak mau sampai Megan melihat wajahnya yang mungkin saja sedang memerah saat ini.
Setelah melalui perjalanan yang lumayan panjang, akhirnya mereka sampai juga di dalam kamar. Lagi-lagi Megan terpukau saat melihat kamarnya dan juga Rolize, apalagi ada taburan bunga mawar di atas ranjang.
"Wah. Sepertinya pelayan di sini sudah menyiapkan semuanya ya, sampai ada ucapan happy honeymoon segala." Megan tersenyum gemas sambil memegang balon-balon yang bertuliskan honeymoon, dia lalu duduk di pinggir ranjang sambil menatap ke arah Rolize.
"Kenapa kau melihatku? Apa ada sesuatu yang kau inginkan?" tanya Rolize sambil membuka kemejanya dan membuangnya dengan asal.
"Apa malam ini kau menginginkannya, Sayang?"
•
•
•
__ADS_1
Tbc.