
Rolize merasa sangat terkejut dengan panggilan yang Megan ucapkan untuknya. "Sa-Sayang? Dia memanggilku Sayang?" Dia terpaku menatap wanita itu yang sedang berjalan ke arahnya.
Ternyata bukan Rolize saja yang terkejut dengan panggilan Megan, Daris bahkan sampai mengusap telinganya karena merasa sudah salah dengar.
"Apa Anda sudah menunggu lama?"
Lamunan Rolize terhenti saat mendengar suara Megan yang sudah berdiri tepat di hadapannya. "Y-ya, kau sangat lama."
"Maaf," ucap Megan dengan senyum lebar membuat jantung Rolize berdegup kencang.
"Ada apa ini? Kenapa jantungku berdegup kencang?" Rolize menggelengkan kepalanya agar bisa mengendalikan diri.
Beberapa karyawan yang berada atau pun melintas di tempat itu membulatkan mata mereka saat melihat Megan, mereka bahkan ikut terkejut saat wanita itu memanggil Sayang pada pimpinan mereka.
"Ya sudah. Ayo, kita pergi!" Rolize lalu melangkahkan kakinya untuk keluar dari perusahaan dengan diikuti oleh Megan dan juga Daris.
Beberapa orang yang melihat mereka langsung menyapa sambil menundukkan kepala, membuat Megan merasa tidak nyaman.
Mereka bertiga lalu segera masuk ke dalam mobil, dan berangkat ke salah satu restoran yang sudah disiapkan oleh Daris sebelumnya.
Rolize terus melirik ke arah Megan yang sedang sibuk melihat jalanan. "Kenapa dia memanggilku Sayang? Apa karna aku mengajaknya makan siang?" Dia masih memikirkan panggilan yang wanita itu katakan tadi.
"Oh ya, kenapa tiba-tiba Anda mengajak saya makan?" Megan membalikkan wajahnya membuat Rolize langsung melihat lurus ke depan.
"Tidak ada, hanya ingin saja. Lagi pula aku tau kalau kau pasti tidak punya kerjaan."
Megan langsung mengerucutkan bibirnya mendengar jawaban Rolize yang seolah-olah sedang mengatakan kalau dia adalah pengangguran. "Tapi dia memang benar sih, aku kan pengangguran." Terpaksa menerima kenyataan yang memalukan itu.
"Kenapa kau diam?" tanya Rolize.
"Karna saya tidak ngomong, Tuan," jawab Megan dengan sedikit ketus membuat Rolize mengernyitkan kening bingung.
Namun, dia mengernyitkan kening bukan karena suara Megan, tetapi karena panggilan wanita itu.
"Kita sudah sampai, Tuan."
__ADS_1
Rolize yang ingin menanyakan tentang panggilan itu terpaksa mengurungkan niatnya karena mereka sudah sampai, dia segera turun dari mobil dengan diikuti oleh Megan.
Daris sudah menyiapkan privat room untuk makan siang Rolize dan juga Megan, tidak lupa dengan menu makanan yang langsung tersaji saat Rolize dan Megan baru saja duduk di tempat yang sudah di sediakan.
"Saya akan menunggu di luar, Tuan."
Rolize menganggukkan kepalanya membuat Daris beranjak keluar dari ruangan, sementara Megan menatap mereka dengan bingung.
"Loh, kenapa Daris keluar?" Megan menunjuk ke arah Daris yang sudah keluar dan menutup pintu ruangan itu.
"Jangan pedulikan dia dan fokus saja padaku,"
"Apa?" Megan menggelengkan kepalanya. "Memangnya apa sih, yang mau aku fokuskan padanya?" Dia benar-benar tidak habis pikir.
"Kenapa kau diam?" Rolize jadi merasa kesal.
"Iya maaf, Tuan. Saya hanya akan fokus pada Anda saja," ucap Megan dengan cepat dan tepat.
Rolize menggeram marah saat Megan kembali memanggilnya tuan. "Kenapa kau memanggilku tuan, hah?"
"Memangnya apa yang salah, Tuan? Saya kan memang-" Megan tidak bisa melanjutkan ucapannya saat baru menyadari sesuatu.
"Benar. Aku kan tidak boleh lagi memanggil dengan sebutan Tuan, tapi kok dia tahu soal itu?" Megan menatap Rolize dengan curiga. "Jangan-jangan dia, yang menyuruh oma supaya melarangku dan menyuruhku memanggilnya dengan sebutan Sayang?"
"Kenapa kau berhenti, hah?" tanya Rolize kembali.
"Ti-tidak. Hanya teringat sesuatu saja," jawab Megan. "Ya sudah, ayo kita makan!" Megan lalu menikmati makanan yang ada di hadapannya tanpa menghiraukan tatapan Rolize yang tajam membahana.
Rolize berdecak kesal saat melihat apa yang Megan lakukan, tetapi dia mulai menikmati makanan yang sudah tersaji di depannya mengikuti apa yang wanita itu katakan.
Beberapa saat kemudian, mereka berdua sudah selesai makan. Megan mengusap perutnya yang terasa kenyang, sementara Rolize masih menatap ke arah wanita itu dengan tajam.
Megan menghela napas kasar saat menyadari kalau Rolize masih saja menatapnya. "Apa Sayang akan kembali ke perusahaan?" Suaranya terdengar sangat pelan karena dia merasa malu untuk mengucapkannya.
"Kau bilang apa?" tanya Rolize. Sebenarnya dia mendengar apa yang wanita itu katakan, hanya saja dia ingin mendengarnya sekali lagi.
__ADS_1
"Em ... itu, apa, apa Sayang akan kembali ke perusahaan?" Megan mengulang ucapannya dengan malu, tetapi kali ini suaranya lebih kuat terdengar.
Rolize tersenyum tipis saat mendengar panggilan yang Megan ucapkan. "Tentu saja. Apa kau ingin mengajakku ke suatu tempat?"
"Ti-tidak." Megan mengibas-ngibaskan tangannya dengan cepat membuat senyum tipis yang ada di wajah Rolize langsung lenyap. "Em ... apa aku boleh-"
"Tidak!"
"Hah?" Megan merasa bingung mendengar penolakan yang Rolize lakukan, padahal dia belum mengatakan apa yang di inginkan.
Rolize beranjak bangun dan berlalu keluar dari ruangan itu meninggalkan Megan yang terlihat sangat bingung.
"Sebenarnya laki-laki itu kenapa sih?" Megan mengusap wajahnya dengan kasar. "Apa aku batalkan aja ya, perjanjian kami itu? Tapi kan, tidak bisa." Ingin sekali dia menangis darah saat ini.
Bagaimana tidak, dia sudah benar-benar tidak kuat melihat tingkah Rolize yang terus berubah-ubah. Terkadang laki-laki itu akan marah tanpa sebab, dan Rolize juga akan marah dengan sebab. Pokoknya selalu saja marah, membuat dia merasa ingin mengibarkan bendera tanda menyerah.
"Baiklah, Megan. Tenangkan diri, tarik napas dalam-dalam dan hembuskan secara perlahan. Anggap saja aku sedang mengurus balita yang sedang aktif-aktifnya, dan juga tidak bisa di mengerti apa maunya."
"Nona!"
Megan terjingkat kaget mendengar panggilan Daris. "Y-ya, ada apa?" Dia melihat ke arah laki-laki itu yang berdiri di ambang pintu.
"Tuan sudah menunggu."
Megan langsung berlari keluar dari ruangan untuk mendatangi Rolize sebelum laki-laki itu semakin marah padanya, sementara Daris menatap Megan dengan bingung.
"Sebenarnya apa yang terjadi? Tadi Tuan keluar dengan marah, sekarang Nona juga berlari seperti itu. Apa sudah terjadi sesuatu selama berada di dalam ruangan?"
•
•
•
Tbc.
__ADS_1