Simbiosis Mutualisme (Tameng Cinta)

Simbiosis Mutualisme (Tameng Cinta)
Bab. 36. Kesukaan Baru.


__ADS_3

Jean menatap oma Agni dengan tajam, sementara Falesha juga ikut menatap mertuanya itu dengan tak kalah tajam.


"Oma tidak mengusirmu, hanya memintamu untuk tidak sibuk dengan orang lain dan uruslah keluargamu sendiri. Tapi bukankah wanita yang sudah menikah memang harus hidup mandiri bersama dengan suaminya, hah?"


Jean mengepalkan kedua tangannya dengan erat. Sejak dulu oma Agni memang tidak pernah memperlakukannya dengan baik, bahkan dia tidak disayang seperti Rolize dan juga Aura.


"Aku tahu jika sejak dulu Oma memang tidak pernah menyukaiku, itu sebabnya Oma tidak ingin aku berada di rumah ini lagi, tapi baiklah. Aku akan pergi agar semua orang merasa puas!"


Jean lalu beranjak pergi dari tempat itu membuat Falesha mencoba untuk menghentikannya, tetapi tangannya langsung di tepis oleh sang putri.


Falesha lalu beralih melihat ke arah oma Agni. "Apa Mama puas kerena sudah mengusir Jean hanya karena wanita itu? Kenapa, Ma? Kenapa Mama tega melakukannya?" Dia benar-benar merasa kesal dan juga marah.


Oma Agni tersenyum simpul, sementara Megan dan Aura hanya bisa menunduk diam.


"Memangnya apa yang aku lakukan? Aku hanya mengatakan sebuah kenyataan, dan tidak bermaksud untuk mengusirnya. Tapi jika dia pergi karena sadar, maka baguslah. Biar dia mengurus rumah tangganya sendiri."


Falesha tidak bisa lagi berkata apa-apa dan berlalu pergi ke kamarnya, sementara Megan dan yang lainnya masih berada di tempat itu.


Setelah kepergian Falesha dan juga Jean, oma Agni meminta Megan untuk tidak memikirkan apa yang mereka katakan. Semua manusia itu sama, apalagi jika manusia itu mau berubah dan bersikap lebih baik dari masa lalu.


Megan menganggukkan kepalanya. "Aku mengerti, Oma. Dan Oma juga tidak perlu sampai bertengkar dengan mereka gara-gara aku, biarlah aku sendiri yang menghadapinya."


Oma Agni menepuk bahu Megan dengan lembut, sementara Aura hanya diam memperhatikan mereka.


Dari ruang kerjanya, Rolize memantau Megan dan yang lainnya melalui cctv. Awalnya dia merasa marah dengan apa yang Jean katakan, tetapi kemarahannya berangsur hilang saat mendengar jawaban yang Megan lontarkan.


"Perintahkan seseorang untuk mengawasi kak Jean, Daris. Aku tidak ingin dia membuat masalah."


Daris langsung menganggukkan kepalanya. "Baik, Tuan."


Setelah mengobrol panjang lebar, Megan memutuskan untuk pergi ke kamarnya karena merasa sangat lelah. Dia merebahkan tubuhnya ke atas ranjang, lalu menatap langit-langit kamar.


"Aku merasa bersyukur karena bisa mengenal Rolize, dan keluarganya yang telah berlaku baik padaku. Tapi sepertinya masa laluku akan menghancurkan mereka."

__ADS_1


Megan menghela napas kasar. Dia tidak bisa untuk mengubah masa lalu, tetapi dia akan berusaha keras agar tidak kembali membuat mereka malu di masa sekarang dan masa depan.


Rolize yang berdiri di ambang pintu tampak diam saat melihat Megan melamun, dan dia tahu jika wanita itu pasti memikirkan apa yang kakaknya tadi katakan.


"Apa yang kau lakukan?"


Lamunan Megan terpaksa berhenti saat mendengar suara seseorang yang sangat dia kenali. Dia lalu melihat ke arah pintu di mana Rolize sedang berjalan masuk ke dalam kamar.


"Apa kau mau mandi, Sayang?" tanya Megan mencoba untuk mengalihkan pertanyaan dari Rolize, dia tidak mau kembali membahas masalah tadi.


Rolize menganggukkan kepalanya membuat Megan beranjak turun dari ranjang dan berlalu masuk ke dalam kamar mandi untuk menyiapkan air, sementara dia hanya diam sambil menatap kepergian wanita itu.


"Kau tidak perlu khawatir, Megan. Apapun yang orang katakan, aku tidak akan pernah melepaskanmu."


Sejak awal Rolize sudah memilih Megan, jadi dia akan mempertahankan wanita itu sampai akhir nanti.


*


*


*


Tepat pukul 2 siang, Megan keluar dari kamar setelah menyelesaikan lukisannya yang bergambar pemandangan di tempat bulan madu. Dia beranjak menuruni anak tangga menuju dapur karena merasa sudah lapar, dan cacing-cacing yang ada di perutnya sudah demo minta diberi makan.


"Megan!"


Megan yang sudah memasuki dapur terpaksa menghentikan langkah kakinya saat mendengar panggilan seseorang, sontak dia langsung berbalik untuk melihat siapakah yang sedang memanggilnya.


"Kau, Eve?"


Megan seperti pernah melihat wajah wanita yang ada di hadapannya saat ini, dan benar saja jika wanita itu adalah mantan kekasih dari suaminya.


"Bagaimana kabarmu, Megan? Aku dengar kau baru saja pulang bulan madu."

__ADS_1


Megan mengernyitkan keningnya saat mendengar apa yang Eve tanyakan. Wanita itu bertanya tentang kabarnya, tetapi kenapa berujung pada bulan madu? Kenapa tidak langsung bertanya saja bagaimana bulan madunya dan Rolize?


"Aku baik, Megan. Dan ya, kemaren aku baru saja bulan madu dengan Rolize."


Eve tampak mengepalkan tangannya dan menghela napas kasar, dan semua itu tidak lepas dari pandangan Megan.


"Em ... apa kita bisa mengobrol sebentar, Megan? Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu."


Megan tampak diam saat mendengar ajakan wanita itu, sementara Falesha berjalan mendekati mereka.


"Tentu saja bisa, Eve. Tapi sebelum itu aku harus makan dulu karena saat ini aku benar-benar lapar," jawab Megan membuat Eve mengangguk dan berjalan ke arah depan.


Megan terus melihat ke arah Eve pergi bersamaan dengan datangnya Aura dari arah belakang.


"Apa yang kau lakukan, Kak?"


Megan tersentak kaget saat mendengar suara Aura, dia lalu melihat ke arah gadis itu yang sedang melihat ke arah Eve dan mertuanya.


"Apa Kak Eve mengganggu Kakak?" tanya Aura kembali sambil melihat ke arah Megan. Dia memang sudah menerima kehadiran Megan di rumah ini dan menjadi kakak iparnya, semenjak mendengar cerita dari oma Agni.


Megan menggelengkan kepalanya. "Tidak kok, dia hanya menyapa saja." Dia lalu berbalik dan melanjutkan niatnya untuk makan.


"Aku harus mengisi banyak tenaga sebelum bicara dengan Eve, dia kan sainganku."





Tbc.


Mampir juga ke karya terbaru aku ya 😍

__ADS_1



__ADS_2