
Eve terdiam dan tidak berani menatap mata Rolize. Dia tahu kalau dulu telah membuat kesalahan pada laki-laki itu, tetapi sekarang dia tidak akan lagi mengulang apa yang pernah dia lakukan.
"Aku janji tidak akan membuat kesalahan lagi, Roli. Aku janji akan selalu bersama-"
"Sudah cukup, Eve. Aku tidak mau lagi mendengar apapun darimu, jadi lebih baik sekarang kau pergi dari tempat ini." Rolize menunjuk tepat ke arah pintu untuk mengusir wanita itu. "Dan jangan lupa, saat ini aku sudah menikah. Jadi jangan lagi menggangguku atau berharap apapun dariku!"
Eve tersenyum penuh kegetiran mendengar apa yang Rolize ucapkan, dia lalu beranjak bangun sambil menatap Rolize dengan tajam. "Aku tidak tau siapa wanita yang sudah kau nikahi itu, Roli. Tapi aku tau kalau kau menikahinya untuk membalasku, kau tidak serius dengan pernikahan yang sedang kau jalani ini."
Rolize tergelak mendengar ucapan wanita itu, dia lalu berjalan ke arah kursi kebesarannya dan duduk di sana. "Memangnya kau tau apa tentangku, Eve. Selama setahun belakangan ini, banyak hal yang sudah terjadi padaku. Termasuk hubunganku dengan istriku, dan ingat satu hal ini. Aku tidak pernah bermain-main dalam menjalin hubungan dengan seseorang, termasuk pernikahanku dengannya. Harusnya kau yang paling paham tentang semua itu, Eve."
Eve terdiam dan tidak mampu lagi untuk mengucapkan apa-apa, sementara itu Rolize segera menyuruh Daris untuk membawa wanita itu keluar dari ruangannya.
"Aku bisa jalan sendiri!" Eve menepis tangan Daris yang akan menyentuh tangannya.
"Baguslah jika seperti itu, Nona. Jadi, silahkan tinggalkan tempat ini."
Eve menatap Daris dengan sorot kemarahan, tetapi dia tidak bisa melakukan apapun dan segera beranjak pergi dari tempat itu.
"Hah." Rolize menghela napas kasar saat melihat Eve sudah keluar dari ruangan itu.
Sejujurnya dia masih merasa sakit atas apa yang telah wanita itu lakukan, bahkan disisi lain, dia juga merasa sedih saat melihat wanita itu. Namun, entah kenapa sampai hari ini dia tidak bisa membenci Eve, Andai dia bisa membenci wanita itu, sudah pasti hatinya tidak akan sakit seperti ini.
"Minum dulu, Tuan."
__ADS_1
Rolize melirik ke arah minuman yang disodorkan oleh Daris, dia lalu mengambil dan meminumnya sampai kandas tak bersisa.
"Apa yang sedang Megan lakukan saat ini?" ucap Rolize seolah sedang bertanya pada Daris.
"Apa saya perlu menanyakannya pada Buk Rose, Tuan?" tanya Daris yang sudah bersiap untuk menelepon kepala pelayan di rumah Rolize.
"Tidak. Aku ingin menelponnya secara langsung." Rolize lalu mengambil ponselnya dan menyodorkan benda pipih itu ke hadapan Daris, bermaksud untuk meminta nomor ponsel Megan.
Daris yang mengerti keinginan sang tuan langsung mengambil ponsel itu dan memasukkan nomor ponsel sang nona, dia lalu melakukan panggilan dan mengembalikan benda pipih itu pada Rolize.
Tut, tut, tut.
"Halo, siapa ya?"
Rolize tersenyum saat mendengar suara Megan di sebrang telpon. "Apa kau tidak mengenaliku?"
"Beraninya kau tidak mengenaliku?"
Megan terpaksa menjauhkan benda pipih itu dari telinga karena suara teriakan lelaki itu. "Tunggu, apa ini tuan Rolize?" Dia baru sadar saat mendengar teriakan yang cetar membahana itu.
"Dasar kau, bisa-bisanya tidak mengenali suara suamimu sendiri!" ketus Rolize, tetapi bibirnya tersenyum tipis.
Daris yang melihat semua itu hanya menggelengkan kepalanya saja, dia lalu beranjak keluar dari ruangan Rolize untuk melanjutkan pekerjan yang sebenarnya sama sekali belum tersentuh.
__ADS_1
"Maaf. Saya kan, tidak punya nomor Anda, Tuan," ucap Megan melakukan pembelaan diri.
"Cih, alasan saja kau." Rolize berdecak kesal. "Jadi, apa yang sedang kau lakukan sekarang?" Dia merasa penasaran.
"Saya sedang tidak melakukan apapun, Tuan. Hanya duduk-duduk bosan saja," jawab Megan yang penuh dengan cibiran.
"Baiklah. Datang ke perusahaan sekarang juga, kita akan makan siang bersama,"
"Benarkah?" tanya Megan dengan tidak percaya.
Rolize menganggukkan kepalanya walaupun Megan tidak akan bisa melihat semua itu. "Ya, aku akan menunggumu."
"Ba-"
Tut.
Panggilan itu langsung terputus begitu saja membuat Megan berdecak kecal. Namun, sesaat kemudian dia tersenyum lebar mengingat ajakan makan siang dari Rolize.
"Baiklah. Aku akan segera bersiap." Megan beranjak masuk ke dalam kamar dan bersiap untuk pergi menemui suaminya.
•
•
__ADS_1
•
Tbc.