Sisi Yang Kelam

Sisi Yang Kelam
bersamamu seharian I


__ADS_3

Paginya, Lina terbangun dari tidurnya tanpak Rach tertidur di kursi kerjanya dia tertidur dengan posisi duduk, Lina melihat ke arah Rach sambil mengkerutkan halisnya, dia tanpak kasihan kepada Rach, Lina bangun dari tidurnya dan melangkah menghampiri Rach yang sedang tertidur pulas.


Tanpak ada kerutan di dahi Rach, Lina sangat iba, diapun menyelimuti Rach dengan selimut, dia tidak ingin membangunkan Rach yang sedang tertidur pulas.


Lina pun melangkah pelan-pelan menuju kamar mandi, langkah nya sangat perlahan sambil mengambil handuk Lina pun mandi.


Saat Lina sedang mandi Rach terbangun dari tidurnya dia merasakan pegal di seluruh tubuhnya,sambil mencoba berdiri selimut yang Lina gunakan untuk menyelimuti Rach terjatuh, Rach membungkukkan tubuhnya dan mengambil selimut tersebut, dan menaikan sudut bibirnya dan tersenyum dia tau bahwa Lina yang memberikan selimut kepadanya.


Sambil berjalan dia menuju kasur, Rach ingin melanjutkan tidur nya, dia sangat lelah untuk bekerja, dia ingin seharian di rumah di temani istri kecilnya.


Rach pun berbaring di kasur sambil menunggu Lina keluar dari kamar mandi,


Tak lama Lina keluar yang hanya mengenakan handuk saja, Rach pura-pura tertidur dia tau Lina sudah selesai, saat berbalik Lina sangat terkejut ternyata Rach sudah pindah dari meja kerjanya dia sudah pindah di kasur Lina yang penasaran dia ingin memastikan apakah Rach sudah tidur kembali.


Sambil mengendap-endap lina menghampiri Rach, yang sebenarnya nya kesempatan Rach untuk menarik lina agar tidur Dengan nya.


Saat Lina memiringkan tubuhnya Rach dengan sigap menarik lina dan linapun terjatuh di dada Rach yang kekar.


" Kamu tidak tidur? Lepaskan aku, aku belum mengenakan baju. " Ucap Lina sambil berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Rach.


Rach tidak memperdulikan ucapan Lina pelukannya malah semakin erat.


Lina yang sangat gugup karena mereka bertatap muka sangat dekat,


"A,,apa, yang kamu lakukan lepaskan aku. " Ucap Kayla tubuh nya tidak bisa berontak.


" Diamlah,, aku sangat lelah butuh energi " ucap Rach sambil memejamkan matanya.


Energi dengan memelukku? Bagaimana ini aku tidak mengunakan apa-apa hanya sehelai handuk yang menutupi tubuhku, itupun sudah hampir mau lepas.


Semakin lama Lina merasakan ada benjolan menusuk ke perutnya, dia tidak berani bergerak apa itu punya Rach, padahal Rach menutup matanya seperti sedang tertidur.


Pelukan Rach membuat Lina pegal bagaimana tidak tangannya harus menahan, dan dia merasa sangat tidak nyaman bila lebih lama di atas tubuh Rach.


" Aku mohon lepaskan aku, "

__ADS_1


Rach tidak mendengar permintaan Lina, dia mulai menggerakkan tubuhnya dan menaruh Lina di samping nya, sambil tidak melepaskan pelukannya.


" Tubuhmu sangat harum " bisik Rach di telinga Lina.


Yang membuat Lina merinding, dan bergetar pipinya memerah,


" Apa,, maksudmu ? " Tanya Lina sambil gelagapan.


" Aku menyukai bau tubuhmu, sangat harum sampai aku tidak ingin melepaskan nya. " Ucap kembali Rach sambil terus mengendus aroma Lina


" Iii,,itu karena aku baru saja selesai mandi makannya bau sabun nya tercium "


" Tidak ini bau tubuhmu. "


Apa yang terjadi kenapa Rach hari ini sangat aneh, sebelumnya dia tidak pernah seperti ini. Rach sifat nya yang selalu berubah-ubah, membuat aku tidak bisa menebaknya.


Jantungku terus berdetak sangat cepat, dan kencang, aku berusaha untuk tenang agar Rach tidak mendengar nya, sambil keluar dari pelukan Rach yang sangat kuat, yang membuatku tidak tahan, Rach yang sesekali saat dia memelukku selalu menyentuh dadaku, sampai membuat ku merinding.


Walaupun aku sering berhubungan dengannya tapi saat kami kembali bertatap muka, begitu canggung, Rach melakukan tanpa bertanya kepadaku, kalau dia menginginkannya maka aku harus menuruti nya, jangan menolak atau menghindar.


Hidupku sudah tidak bahagia dari kecil, terkadang aku selalu menyalakan kenapa aku di lahirkan di keluarga yang tidak humoris, tapi aku kembali berpikir kalau aku di lahirkan di rahim orang lain, mungkin aku tidak akan bertemu mama yang menyayangi aku, akupun tidak mau bila harus berpisah dengannya.


Rach mengikat ku dengan pernikahan palsu, yang tidak di dasari dengan rasa cinta, walaupun perlahan aku mulai jatuh cinta kepadanya,. Tapi itu mustahil, dia cuman menginginkan anak tidak diriku. Walaupun sampai saat ini aku masih bertanya-tanya kenapa harus aku. Banyak wanita di luar sana yang menginginkan tidur bersamanya dan menjadi istrinya.


Mungkin aku juga orang yang ia pilih dari ratusan orang, entahlah itu masih menjadi misteri.


" Tok, tok, tok. " Bunyi ketuk pintu.


Lina yang tidak bisa membukanya karena Rach memeluk nya sampai ketiduran.


" Iya, " jawab Lina


" Pagi nona maaf, tuan apakah masih tidur, hari ini tuan memiliki pertemuan penting dengan Klain. " Ucap Rio, dia Adalah supir pribadi Rach dan juga sekertaris nya.


" Tapi tuan baru saja tertidur dia seperti nya sangat kelelahan. " Lina merasa tidak sopan bicara dengan pintu tertutup.

__ADS_1


" Terus Klain nya bagaimana nona ? " Tanya Rio.


" Kamu tunggu di situ sebentar biar saya bangunkan Dahulu. " Ucap Lina sambil menggoyangkan tubuh Rach.


Sebenernya nya Lina tidak tega, saat melihat wajah Rach dia sangat lelah dan kecapean, mungkin Rach begadang dan banyak juga yang sedang ia pikirkan.


Lina yang terus menggoyangkan tubuh Rach, Rach mulai terbangun.


" Maafkan aku, tapi kata sekertaris kamu, kamu hari ini ada jumpa dengan Klain penting. " Ucap Lina yang perlahan dia takut kalau Rach akan marah kepadanya karena sudah membangun dirinya.


" Di mana Rio ? " Tanya Rach kepada Lina.


" Masih di depan pintu. " Jawab Lina.


Rach melepaskan pelukannya dan bangun, dia menghampiri Rio, dan membuka pintu kamar.


Lina langsung terburu-buru mengenakan kembali handuknya, dan segera berlari ke arah lemari, mumpung Rach di Depan.


" Maaf tuan mengganggu, " ucap Rio sambil membungkukkan tubuhnya.


" Ya, soal Klain kamu urus dulu, saya akan kasih berkas-berkas untuk keperluan nanti. Kamu handle dulu ya, hari ini saya ingin istirahat dulu. " Ucap Rach.


" Apa tuan sakit. ? " Tanya Rio yang tanpak khawatir.


" Tidak! " Sambil berjalan kembali ke kamar dan menuju meja kerja.


Dan mengambil beberapa berkas yang Rach butuhkan dan kembali ke Rio.


" Ini berkasnya, saya serahkan ini sama kamu " ucap Rach.


" Baik tuan.. " jawab Rio sambil membungkukkan badannya dan mengambil berkas-berkas yang di berikan Rach. Rio pun langsung pergi.


\=\=\=\=


***Hay semua terimakasih sudah membaca SISI YANG KELAM, author sangat berterima apa lagi yang sudah klik favorit dan memberikan like, dan jangan lupa juga ya untuk like coment, dan jika menyukai kalian bisa memberikan vote, seberapa pemberian kalian author sangat berterima kasih, karena tanpa dukungan dari kalian author cuma butiran debu.

__ADS_1


Kalian juga bisa memberikan kritikkan ataupun masukkan di coment ya biar author semakin semangat, dan lebih baik lagi.


Terimakasih***..


__ADS_2