Sisi Yang Kelam

Sisi Yang Kelam
perlakuan kasar


__ADS_3

Lina yang turun dari mobil di sambut oleh beberapa pelayan, tidak ada barang yang di bawa Lina, hanya baju kotor yang ada di paper bag Lina yang merasa lelah ia langsung masuk ke dalam kamarnya, di saat Lina menaiki tangga pelayan menghampirinya dan bertanya.


" Maaf nona, makanan sudah siap apa nona ingin makan di ruang makan atau mau di bawa ke kamar nona ? " Tanya pelayan tersebut.


" Saya mau istirahat dulu, nanti saya turun tidak perlu di bawa ke atas. " Ucap Lina sambil kembali menaiki tangga


Sikap Lina yang dingin seperti nya ia sangat tidak mood untuk bicara, Lina langsung masuk kamarnya dan membaringkan tubuhnya di kasur yang empuk berwarna putih tersebut dan selimut berwarna coklat.


Perasaan Lina masih bercampur aduk, dia setidaknya ingin menenangkan dirinya terlebih dahulu, tanpa sadar Lina tertidur. Sambil tengkurap dan memeluk guling tidur Lina begitu pulas.


Sampai sudah mau magrib Lina kebangun dengar suara dering teleponnya, yang ternyata dari ibunya.


" Hallo assalamualaikum mah. " Jawab Lina


" Waalaikum salam nak sudah sampai? Sudah sholat Magrib belum ? " Tanya sang ibu.


" Sudah mah tadi sore, belum tadi ketiduran dan sekarang baru bangun, kalau gitu aku shalat dulu ya mah, assalamualaikum. " Ucap Lina


Sang ibu pun menjawab, " waalaikum salam. "


Telepon pun di tutup, Kayla langsung bangun dari tidurnya dan pergi untuk melaksanakan shalat Maghrib, selesai shalat Lina, turun kebawah pasti para pelayan mengkhawatirkan dirinya.


Lina pun turun ke bawah dan ternyata Lina di buat terkejut dengan kehadiran wanita paruh baya yaitu ibunya Rach, yang sedang duduk di ruang tamu dan beberapa pelayan berada di situ, Silvi yang melihat Lina turun ia lekas menghampiri Lina.


" Nona kenapa turun? " Tanya Silvi sambil berbisik.


" Aku mau makan? " Jawab Lina


" Lebih baik nona makannya di atas saja biar pelayan yang mengantarkan nya nanti, nona harus cepat ke atas, nyonya sedang ada di sini sekarang tidak ada tuan aku takut kalau nyonya melakukan sesuatu kepada nona. " Silvi merasa cemas dengan kehadiran ibunya Rach.

__ADS_1


" Kalau begitu biar aku menyapa Tante saja, agar tidak ada kesalahan paham lagi. " Ucap Lina dengan polosnya. Yang membuat Silvi tepuk jidat.


" Bagaimana bisa nona berpikir seperti itu? Cepatlah nona segera naik ke atas saya tidak mau terjadi sesuatu sekarang. " Sambil memohon agar Kayla kembali ke atas terlihat sangat jelas Silvi begitu khawatir.


Saat Silvi ingin mengantar Lina agar ikut bersamanya, tiba-tiba saja dari arah ruang tamu terdengar suara yang sangat keras dan lantang


" Wanita jalang, mau kemana kamu?!! " Teriak kan itu menggema di telinga Lina.


Silvi semakin ketakutan ia meminta Lina untuk terus bergegas naik ke atas tanpa harus memperdulikannya.


Tapi Lina yang merasa tidak salah apa-apa dia tidak ingin menghindari karena menurut Lina ia tidak salah apa-apa, kenapa ibunya Rach sangat membenci dirinya.


Lina kembali turun ke bawah menghampiri ibunya Rach yang sudah berdiri dengan sangat angkuh nya


Lina menundukkan badannya sambil mengucapkan selamat malam, " malam Tante apakah tante punya masalah kepadaku? " Tanya Lina dengan sangat percaya diri


" Dasar wanita tidak tau diri! Lebih baik kamu pergi dari rumah ini, kamu tidak pantas masuk keluarga saya. " Ucapnya dengan kasar.


" Saya akan pergi kalau tuan Rach yang mengusir saya bukan Tante, karena yang membeli saya adalah Rach jadi Tante tidak memiliki hak untuk mengusir saya. " Sambil berjalan pergi meninggalkan wanita itu yang sedang marah, kepalanya serasa mau meledak mendengar ucapan Lina.


" Wanita murahan!! Siapa yang menyuruhmu untuk pergi dari sini saya masih belum selesai berbicara! " Teriak nya


Tapi Lina seolah tidak mendengar nya. Dalam hati Lina ia merasa takut untuk mengeluarkan kata-kata yang sangat berani seperti itu apa lagi ke orang yang lebih tua darinya, dan lagi dia adalah ibunya Rach yang seharusnya ia hormati.


Tapi kalau tidak di lawan ibunya Rach malah semakin menginjak dirinya, setidaknya Lina hanya ingin melindungi dirinya yang terus-terusan di hina oleh ibunya Rach.


Wanita itu saking marahnya ia memecahkan gelas yang ada di meja, dan tidak ingin pulang dari rumah Rach sebelum Lina angkat kaki dari rumahnya Rach. Ibunya Rach masuk ke kamar tamu dia berusaha menenangkan diri nya, karena Lina tidak selemah yang ia kira.


Silvi yang berusaha menghubungi Rach dari tadi tapi tidak dapat dihubungi nomernya tidak aktif tapi Silvi merasa lega sebab pertengkaran mereka tidak berlangsung lama, Lina yang langsung naik ke atas ia merasa sangat kesal dan juga sedih.

__ADS_1


Kenapa semua orang selalu memojokan diriku, siapa juga yang ingin tinggal di rumah ini, aku bukan wanita yang menginginkan harta Rach sampai rela menjual diriku, hanya saja aku mau lari kemanapun Rach pasti akan menemukan aku dan aku tidak dapat lepas dari genggaman nya, kecuali dia yang melepaskan aku.


Aku juga tidak ingin seperti burung dalam sangkar yang tidak dapat bebas, aku pun juga tidak ingin berada di posisi seperti ini.


Lina yang mengunci pintu kamarnya ia berusaha tegar atas apa yang terjadi, begitu banyak kejadian yang menguras air matanya Lina tidak ingin menyia-nyiakan lagi dia berusaha untuk menerimanya dengan ikhlas tapi bukan berarti ia akan diam saja saat ada yang merendahkannya.


Saat jam menunjukkan pukul 04:30 Lina terbangun, ia langsung melaksanakan sholat subuh, selesai shalat subuh Lina tertidur kembali yang masih mengenakan mukena ia tertidur di sejadah.


SAAT PAGINYA


Ketukan pintu yang sangat keras dan suara yang sangat kasar dari balik pintu, suara gaduh pun membangun Lina, dari tidur lina yang terkejut ia pun terburu-buru melepaskan mukenanya dan langsung membuka pintu, entah keributan apa lagi yang akan terjadi.


Krekk.. ( bunyi buka pintu. )


Di depan pintu ibunya ya Rach yaitu Belva sudah berdiri, sambil melipat tangannya.


" Kerja!! Enak-enakkan kamu di rumah di layani seperti nyonya. " Sambil menarik Lina keluar kamarnya dan menyuruh nya membersihkan rumah Rach seorang diri tanpa ada seorang pelayan pun yang membantu nya.


Lina tidak ingin masalah terus panjang ia pun mengambil sapu dan segera pergi dari hadapan wanita paruh baya itu, tanpak senyum mengembang di wajah wanita itu merasa puas karena sudah berhasil memperbudak Lina.


Lina menyapu semua ruangan dari atas sampai bawah, selesai menyapu ia mengepel lantai, kalau di kerjakan seorang diri gak kerasa hari sudah siang jam sudah menunjukkan jam sepuluh, sedangkan Lina baru mengepel lantai atas saja dan itupun baru separuh, ibunya Rach terus mengawasi Lina.


Perut Lina sudah mulai kerasa sangat lapar ia pun turun ke bawah mencuci tangannya dan duduk di meja makan. Yang kini membuat ibunya Rach berteriak kepada nya.


" Siapa yang menyuruhmu untuk makan? " Dia langsung menghampirinya Lina yang sedang menyuap


Tanpa memperdulikannya Lina dengan asik makan, yang membuat ibunya Rach tambah geram, dan ia pun melemparkan piring Lina ke lantai, kejadian yang hampir sama saat ia masih sangat kecil, dia mengingat bagaimana piringnya di lempar dan ia tidak dapat melawan nya.


Rasa sakit dalam hati Lina, dan kemarahan yang selama ini Lina pendam keluar tak kendali, dulu seorang anak yang tidak dapat melawan saat di perlakukan seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2