
Lina tidak habis pikir dengan surat perjanjian nya yang tidak masuk akal menurut nya.
Gadis ini berusaha untuk mencari cara agar dia di izinkan untuk bertemu dengan ibunya dan meminta agar ibunya bisa tinggal dengan. Diri nya.
Tapi laki\-laki yang membawa dirinya itu belum juga kembali. Hari sudah larut malam. Lina yang terduduk di ruang yang begitu dingin.. begitu hampa. Hatinya begitu gelisah dan takut. Apa yang akan terjadi kepada dirinya lebih lanjut.
Semakin di pikir semakin membuat nya gelisah.. gadis itupun bangkit dari tidurnya dan mengambil air wudhu, dan shalat agar hatinya tenang..
Tak berlangsung lama terdengar bunyi ketukan pintu. Yang membuat Lina terkejut gadis itu masih menggunakan mukena dia masih terduduk.
Tok.. tok.. tok..
Nona.. anda ada di dalam..
Lina pun segera merapikan dan bangun untuk membuka pintu.
" Ya ada apa.? " Tanya Lina.. yang sedikit takut..
" Tuan meminta nona untuk datang ke suatu tempat. Dan tuan meminta nona untuk memakai baju ini. " Ucap pelayan tersebut sambil menyerahkan sebuah kotak.
Pelayan itu pun kembali berkata.
__ADS_1
" Cepatlah nona ganti pakaian nona, kalau nona telat datang tuan pasti akan marah. "
" Baiklah.. " ucap Lina
" Baik saya tunggu di bawah " ucap pelayan tersebut sambil membungkukkan badan nya dan langsung segera pergi.
5 menit pun berberlalu. Lina segera bergegas turun ke bawah. Mereka berdua pun segera pergi. Lina yang tanpak cemas dan takut entah akan di bawa ke mana dirinya. Tibalah di sebuah restoran mewah. Yang tidak pernah Lina datangi sebelum nya.
" Sudah sampai nona.. silahkan turun.. "
" Emm.. kita dimana? " Tanya Lina kebingungan
" Silahkan ikut saya nona.. " ucap pelayan tersebut tidak menghiraukan pertanyaan Lina..
Terlihat ada sosok laki\-laki yang sedang memainkan HP nya.saat melihat nya Lina sudah ketakutan. Sang pelayan pun menyuruh Lina untuk menghampiri tuan nya tersebut.
Lina mulai melangkah kan kakinya perlahan. Terlihat laki\-laki es itu pun melirik ke arah Lina, tatapannya begitu mencekik. Sorot mata yang dingin semakin membuat kaki Lina lemas..
" Kalau kau jalan kaya siput gitu apa guna nya kaki kamu itu. " Ucap laki laki tersebut..
Yang membuat Lina berjalan dengan cepat menghampiri nya.
__ADS_1
" maafkan saya tuan. " Ucap Lina yang sambil menunduk
" Duduk lah.. "
Linapun segera menurutin perintah nya.
" Langsung kepada intinya. Sebab saya tidak suka basa basi. Kenapa kamu tidak tanda tangan di surat yang saya berikan?. " Tanya laki-laki tersebut kepada Lina.. sorot matanya yang tajam dan dingin.
" Aku... Akan tanda tangan kalau kamu mau mendengarkan kan permintaan ku. " Ucap Lina yang sudah dari tadi berusaha keras untuk ia bicarakan..
" Apa..? " Semakin mencekam suasana nya. Laki laki itu tidak berkata Ya maupun TIDAK.
" Emmm... Aku ingin kamu mengeluarkan ibuku dari cengkraman bapaku dan tinggal bersamaku. "
....
Suasana pun hening sesaat laki laki itu mengkerut kan halisnya nya, Dan berkata.
" Aku sudah membeli mu dari bapak kamu, sangat mahal.. soal ibumu itu bukan urusanku. Aku memberikan mu surat perjanjian seharusnya kamu berterimakasih kepada ku. Sebab nanti kalau kamu punya anak kamu akan bebas dariku.. dan kamu tidak ku jadikan budak. "
" Maafkan aku tuan... Tapi saya mohon, di rumah sudah tidak ada siapa-siapa lagi aku takut kalau terjadi sesuatu kepada ibuku. Aku janji aku pasti akan menuruti semua perintah mu. "
" Kalau begitu kita lihat saja nanti apakah kamu bisa memuaskan ku dengan pelayanan mu. Baru aku pikirkan usulmu. Kamu tanda tangan atau tidak itu bukan urusanku. Dan dua hari ke depan kita akan menikah.. "
" Apa... Menikah... " Lina yang nada suara agak tinggi karena kaget. Laki laki itu pun. Melotot kepadanya karena tidak suka dengan. Suara keras Lina..
__ADS_1