
Semua para pelayan sudah menyiapkan makanan dan mereka semua menunggu kedatangan Rach, Lina yang tidak di perbolehkan turun ia terus berada di kamarnya, dan tak lama mobil yang Rach tumpangi memasuki rumah miliknya tersebut dan terpakir di gerasi rumah.
Rach keluar dari mobil dengan gagah, ia melihat di antara barisan pelayan dia mencari Lina apakah Lina tidak ada?, saat Rey melangkah kan kakinya dari arah dalam suara teriakkan wanita memanggil namanya terdengar tidak asing suara tersebut dan ternyata ibunya Rach, dia mulai merangkul anaknya dan memeluknya.
Rach yang merasa aneh dia tidak tahu bahwa ibunya ada di rumahnya
" Mamah, mama sejak kapan ada di sini? " Tanya Rach kepada ibunya.
" Tentu saja semenjak kepergian kamu, mama membantu kamu mengurus urusan rumah karena wanita itu tidak becus mengurus nya. " Ucap ibunya Rach dengan sinis.
" Di mana Lina sekarang? " Tanya Rach ia panik sebab Lina tidak ada di luar.
" Wanita yang kamu beli itu sama sekali tidak ada sopan santun nya, bukan hanya kepada mama, tapi kepada kamu juga sama. "
Rach menatap ibunya dengan sangat tajam.
Ibunya Rach kembali berkata.
" Lihat saja bahkan saat kamu pulang ia tidak turun sama sekali, apa dia pantas buat keluarga kita. "
" Sudahlah Mah, aku capek mau istirahat dulu, kalian boleh kembali. " Ucap Rach sambil berjalan masuk ke rumahnya.
Hahh baru kembali sudah ada masalah saja.
Rach menaiki tangga menuju kamar nya, dan saat Rach membuka pintu, Lina tidak ada di dalam kamar, Rach yang tanpak khawatir dia kembali turun kebawah dan memanggil Silvi.
Silvi yang mendengar dirinya di panggil ia lekas menghampiri Rach.
" Iya tuan? " Jawab Silvi sambil penuh tanda tanya kenapa dirinya di panggil.
" Di mana Lina? Bukankah dia dari tadi tidak ada dan sekarang di kamarnya juga tidak ada. " Ucap Rach keningnya mengeryit tanpak begitu khawatir kepada Lina.
Silvi yang tidak tahu ia berpikir keras kemana Lina pergi, tidak mungkinkan kalau ia kabur dari rumah. Silvi yang menepuk pipinya agar tidak berpikir aneh-aneh.
__ADS_1
" Tapi nona tidak keluar dari kamarnya! " Jawab Silvi.
" Terus kemana dia sekarang?? " Rach menaikkan nada suaranya cukup tinggi sampai membuat Silvi gemetar.
" Apakah tuan sudah mencari non Lina di kamar mandi? Takutnya sedang mandi atau biar saya cek. " Ucap Silvi yang merasa takut bertanya kembali.
Rach berpikir sejenak, dan ia langsung meminta Silvi untuk naik ke atas bersamanya.
" Kreekk,, " bunyi pintu di buka.
Dan betapa terkejutnya Lina yang hanya mengenakan handuk saja dan belum terbalut baju, ia sedang berdiri di depan lemari, seketika itu juga pipi Rach langsung memerah melihat Lina yang hanya mengenakan handuk.
Silvi yang juga ikut terkejut ia langsung undur diri, dia tidak ingin mengganggu Rach yang terpukau oleh Lina.
Bahkan Rach tidak mendengar suara Silvi matanya tertuju kepada Lina, dengan tatapan tajam dan seolah ingin Langsung menerkam, Rach menutup pintu dan menguncinya Lina yang ketakutan dengan tatapan Rach seperti hewan yang sedang kelaparan.
" Ka,,kamu.. " sambil gelagapan sebab Rach terus mendekat ke arahnya.
Rach tanpa berkata apa-apa ia langsung memeluk Lina dan mulai mencumbu nya, dari mulut pindah ke leher bahkan sampai membuat Lina tak berkutik kedua tangan Lina di pegang sangat erat oleh Rach, tangan Rach membuka handuk yang membalut tubuh Lina.
" Ini hukuman karena tidak menyambutku di bawah dan membuatku khawatir. " Ucap Rach
Rach mulai menggendong tubuh Lina ke kasur, dan melempar Lina ke kasur, Lina tidak dapat berkutik dari serangan Rach, serangan demi serangan terus Rach lontarkan.
Sampai keduanya terkulai lemas di kasur, Lina yang ter'engah-engah, Rach mencium kening Lina dan keduanya sama-sama tertidur karena kelelahan.
Saat Rach pulang Lina tidak bisa keluar dari genggamannya Rach, Lina terus di genggam.
ESOK PAGINYA..
Lina yang masih tidak mengenakan sehelai benang pun, dia hanya berbalut selimut sama halnya dengan Rach, Lina mulai membuka matanya, kini badannya kembali terasa sakit, sebab Rach melakukan seperti singa yang lapar.
Lina membalut tubuh dengan selimut dia Melihat ke sekeliling yang handuknya masih tergeletak di lantai.
__ADS_1
Lina menghembuskan napas melihat handuknya ia ingin berbalut selimut untuk mengambil nya tapi nanti Rach tidak ada yang menutupi dirinya.
Sambil melihat sekeliling Lina membuka selimut nya dan ia berlari kecil, mengambil handuknya dan langsung melompat ke kamar mandi, entah kenapa dengan gadis itu yang begitu malu kalau sampai Rach melihatnya
Tapi apa di kata, ternyata Rach melihat apa yang di lakukan Lina, dia tertawa kecil agar Lina tidak menyadari kalau ia sudah bangun, setelah Lina masuk kamar mandi, Rach bangun dari tempat tidurnya dan mengenakan baju handuk, ia keluar dari kamarnya yang hanya menggunakan handuk.
" Selamat pagi tuan " ucap pelayan dari bawah kepada Rach
Rach pun tersenyum, Rach yang masih berdiri di depan tangga, ibunya keluar dari kamarnya dan melihat Rach yang hanya mengenakan handuk
Rach turun ke bawah dan menyapa ibunya dengan senyuman.
Ibunya Rach kembali tersenyum tapi senyuman sinis ia melihat anaknya yang hanya mengenakan handuk itu berarti Rach tadi malam melakukannya bersama Lina.
Rach tidak peduli dengan tatapan ibunya Rach pergi ke dapur dan menyuruh pelayan untuk membuatkan kopi dan teh hangat untuk Lina.
Sebenernya Rach bisa meminta kepada pelayan tadi saat di tangga tapi Rach tidak ingin menggangu pelayan tersebut karena sedang bersih-bersih, dan lagi tugas mereka sudah di bagi masing-masing.
Setelah itu Rach kembali ke atas mungkin sekarang Lina sudah selesai mandi.
Dan benar saja Lina sedang mengenakan pakaian, Rach tersenyum lebar melihat Lina yang sedang mengenakan baju.
" Dandan lah yang cantik aku mau mengajak kamu ke suatu tempat! " Ucap Rach kepada Lina, dan Rach langsung masuk ke kamar mandi.
" Dia mau membawaku kemana? " Lina yang bertanya-tanya, akan kemana Rach mengajaknya.
Hhmm seperti biasa dia selalu tidak pernah mau memberitahuku, dan lagi nanti saat memanggil namanya apa yang harus aku katakan ia sudah kembali dan mama menyuruhku untuk tidak memanggil nama karena itu tidak sopan kalau begitu aku harus panggil apa?
Bagaimana pun juga Rach adalah blesteran begitu canggung rasanya menyebutnya dengan sebutan lain.
Sambil memoleskan make up di wajahnya Lina terus bertanya-tanya panggilan apa yang cocok untuk Rach.?
\=\=\=\=
__ADS_1
Menurut kalian panggilan apa yang cocok untuk Rach, boleh koment di bawah.⬇️⬇