Sisi Yang Kelam

Sisi Yang Kelam
kebaikan yang tidak di hargai.


__ADS_3

Untuk ibunya Lina harus kirim lewat kurir sedangkan untuk ibu mertuanya ia meminta Silvi untuk memberikan nya secara langsung, selesai meminta Silvi untuk memberikan nya Lina pun kembali ke kamar untuk mandi dan shalat.


Sedangkan Silvi langsung berangkat ke rumah ibunya Rach, selesai shalat Lina mengenakan baju tidur, dan iapun segera turun untuk mengambil makanan yang ia beli tadi siang, Lina mulai membuka kulkas dan mengambil beberapa makanan dan menyeduh teh hangat.


" Ehh, nona sedang apa biar saya saja yang melakukan nya. " Ucap pelayan sambil berjalan ke arah Lina


" Tidak papa saya cuma buat teh manis doang, gak usah di bantu, mba istirahat aja " ucap Lina.


Selesai membuat teh Lina membawanya ke atas sambil membawa nampan cemilan.


Para pelayan hanya memperhatikan Lina sebab ia tidak ingin di bawakan. Sampai kamar Lina menonton TV dia begitu santai sambil menikmati makanannya.


Kini jam sudah menunjukkan pukul 20:00 sudah malam, tapi Rach belum pulang juga.


Lina sudah merasa lapar iapun turun kebawah dan makan malam seorang diri Rach biasanya pulang jam 19:30 tapi sampai sekarang ia belum pulang, Lina berani makan dahulu Rach pernah berpesan kalau dia sudah merasa lapar maka makanlah jangan menunggunya pulang.


Akhirnya Lina makan sendiri. Selesai makan Lina mencuci piring sendiri bekas makanya ia menyuruh pelayan untuk beristirahat saja sebab ia bisa melakukannya sendiri. Selesai merapikan meja dan cuci piring Kayla kembali naik ke atas kini sudah jam sembilan malam.


" Dia menyuruh ku untuk menunggunya tapi sampai sekarang belum pulang juga. " Umpat Lina


Pikir Lina ia ingin tidur sebentar nanti kalau Rach pulang baru ia bangun.


Sampai jam sudah menunjukan pukul 22:00 Lina sudah tertidur pulas terdengar bunyi gerbang di buka, sepertinya Rach baru saja pulang, Lina yang tidak menyadari Rach pulang dia sudah tertidur pulas di kasur mungkin sekarang ia sedang bermimpi indah.


Pintu kamar mulai terbuka, suara langkah kaki terdengar semakin dekat menghampiri Lina, lampu yang hanya remang-remang Rach berdiri di samping Lina yang sedang tertidur.


Dia melihat wajah Lina yang pulas dan tersenyum, habis itu ia melepaskan jas yang ia kenakan dan menaruhnya di sofa, Rach tidak membangunkan Lina ia membiarkan Lina tidur dan Rach langsung masuk kedalam kamar mandi.


Ia membuka seluruh bajunya dan mulai mengguyurkan air ke kepalanya, dengan shower dia tanpak lelah sambil melihat ke bawah air terus mengalir membasahi tubuhnya.


Selesai mandi Rach hanya mengenakan handuk, dan ia melihat Lina kembali ke kamar, tangannya sudah memegang pintu lemari niat nya Rach ingin mengenakan baju tapi terhenti.

__ADS_1


Dengan hanya mengenakan handuk Rach menghampiri Lina, dia tidak jadi mengenakan baju, mungkin tubuh Lina lebih hangat dari pada pakaian.


Rach dia langsung merangkul pinggang Lina dan memeluknya dari arah belakang Rach mulai melepaskan handuknya dan ia mulai menghitung setiap inci tubuh Lina dengan tangannya.


Lina mulai terbangun karena ia merasa geli di seluruh tubuhnya.


" A,,apa yang sedang kamu lakukan? " Lirih Lina berusaha menahan Rach.


Rach tidak menjawabnya ia lebih pokus ke tubuh Lina.


" Ahhh,, " pekik Lina menikmati apa yang di lakukan Rach.


ESOKNYA.


mentari pagi mulai menyapa, Lina yang masih pulas dalam tidur, ia perlahan terbangun dan melihat Rach tertidur di sampingnya, saat melihat Rach bertelanjang bulat seperti bayi wajahnya Lina memerah, ia segera ke kamar mandi.


Selesai mandi Lina langsung turun ke bawah, dia membantu para pelayan menyiapkan serapan untuk Rach, sambil membuat kopi untuk Rach Lina juga membuat coklat hangat untuk dirinya.


Lina membuat nasi goreng spesial, kini dapur di ambil alih oleh Lina.


Lina mematikan kompor gas dan melihat apa yang sedang terjadi, dia berjalan ke ruang tamu sambil masih mengenakan celemek.


Dan yang membuat keributan pagi-pagi sekali ialah ibunya Rach dia membawa sebuah bingkisan yang di berikan Lina kepadanya kemarin. Sambil menghampiri dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi.


Saat Lina ingin membuka mulutnya ibunya Rach terlebih dahulu, berkata dengan kasar kepada Lina.


" Apa maksudmu memberikan saya makanan murahan kayak gini kucing saya juga akan mati kalau kamu yang memberikan nya. " Sambil melemparkannya kepada Lina


Dan prakk,, bingkisan tersebut jatuh ke lantai, Lina terpaku niat nya memberikan itu hanya ingin lebih mengenal mertuanya saja, tapi Lina tidak menyangka bahwa ia akan di hina habis-habisan oleh mertuanya sendiri.


Selesai melemparkan makanan tersebut ibunya Rach langsung pergi dengan cepat, ia melajukan mobilnya begitu cepat.

__ADS_1


" Nona, nona anda tidak papa! " Tanya pelayan yang khawatir kepada Lina.


" Ahh,, tidak papa kalian kembalilah biar aku yang merapikan nya. " Ucap Lina.


Dia terduduk di lantai sambil memungut kue yang berserakan di lantai syukurlah kuenya tidak pecah masih terbungkus dengan rapi walaupun kotak-kotaknya pada pecah.


Selesai merapikannya Lina membawanya ke dapur, dia menghembuskan nafas sambil menaruhnya di kulkas.


Silvi yang Melihat kejadian itu ia hanya bisa sedih melihat Lina di perlakukan seperti itu, padahal kemarin Lina begitu semangat memilih untuk ibu dan mertuanya bahkan sampai beberapa kali ia bertanya kepada Silvi takut ibu mertuanya tidak suka dengan makanan yang ada di pasar.


Silvi yang memberikan saran ia merasa bersalah kepada Lina Silvi pun menghampiri Lina yang sedang terdiam di depan kulkas.


" Maafkan saya nona, ini salah saya coba saya memilih nya dengan sangat baik pasti tidak akan terjadi seperti ini. " Ucap Silvi sambil menundukkan kepala nya.


" Lina tersenyum kecil, dan berkata. " Ini bukan salah kamu, kenapa harus minta maaf. " Ucap Lina sambil menyuruh Silvi bangun jangan menunduk kepadanya.


Tak lama Rach turun ke bawah ia tidak mengetahui tentang kegaduhan tadi, Rach duduk di meja makan dan meminum secangkir kopi dan Lina mulai menyajikan sarapan untuk Rach.


" Kenapa kamu menyiapkan makanan, sini duduk di samping ku. " Ucap Rach.


Lina yang berusaha menyembunyikan dari Rach tentang ibunya yang datang kesini, dia tersenyum pahit dan membalas berkataan Rach


" Aku siapkan makanan ini terlebih dahulu. " Jawab Lina.


Rach pun mengangguk tanda ia setuju, Lina menyiapkan nasi goreng buatannya dan menaruhnya di piring dan menyajikan nya untuk Rach, selesai menyajikan Lina pun duduk di depan Rach.


Rach yang merasa tidak masalah ia pun memakan sarapannya dengan lahap.


Selesai makan Rach langsung berangkat ke kantor Lina dengan ragu meminta Rach untuk membawa bekal yang kemarin ia beli, yang membuat Lina ragu ialah ibunya saja menolaknya mentah-mentah apa rach juga tidak menginginkan nya.


Karena tidak percaya diri Lina hanya memberikan nya untuk Rio sedangkan punya Rach kembali di simpan di meja makan Lina tidak berani untuk memberikannya.

__ADS_1


Rach yang melihat Lina memberikan sesuatu kepada Rio, Rach Kembali masuk ke rumah nya dan ingin mengetahuinya apa yang Lina berikan untuk Rio


Ia berjalan masuk dan menghampiri Lina dan Rio, dengan rasa takut Lina pun tertunduk sedangkan Rio lekas pergi tapi Rach mencegah nya pergi dan akhirnya Rio mau tidak mau ia tetap diam di tempat.


__ADS_2