
Dan akhirnya sampai juga di kediaman Rach, para pelayan sudah menyambut kedatangan mereka, sedangkan Rach masih berada di dalam mobil.
" Istirahat lah, aku masih ada urusan di kantor. " Ucap Rach kepada Lina dari kaca mobil.
" Baiklah, hati-hati " jawab Lina sambil mengunjingkan senyuman di bibirnya.
Rach pun tersenyum dan menutup kaca mobilnya mereka pun berangkat kembali ke kantor, sedangkan Lina langsung istirahat.
Ia langsung masuk ke dalam dan menuju kamarnya.
" Nona tidak makan dulu atau minum? " Tanya pelayan.
" Hhmm maap minta tolong buatkan susu jahe saja. " Ucap Lina
" Baik nona.. " jawab mereka.
Rumah begitu sepi hanya ada beberapa pelayan yang berlalu lalang, ia ingin bertanya apa ibu mertuanya sudah pulang apa belum karena rumah begitu sepi.
Tapi lina langsung berjalan menuju kamarnya ia merasa pertanyaan nya bisa ia tanyakan nanti kepada pelayan yang akan mengantarkan susu jahe untuknya.
Lina membuka kunci kamarnya dan langsung masuk ia langsung berbaring di kasurnya, sambil menghela napas, dia merasa lelah setelah perjalan tadi.
Tak lama pelayan pun datang.
Tok,, tok,, tok,, ( bunyi ketuk pintu. )
" Iya masuk.. " jawab Kayla.
Krekk,, pelayan itupun masuk ke dalam dan menyajikan secangkir susu jahe.
" Ini silahkan nona. " Ucap pelayan tersebut sambil menaruhnya di meja.
Lina pun bangun dari berbaring nya.
" Terimakasih, owh iya, mama ada? " Tanya Lina.
" Owh nyonya sudah pulang kemarin. " Ucap pelayan tersebut.
Lina pun mengangguk, dan pelayan itupun pamit undur diri, Lina mulai duduk di sofa santai, ia ingin menikmati susu jahe hangat-hangat.
Sambil meminum susu jahe Lina menonton TV untuk bersantai.
Sampai larut malam Lina yang tertidur di sofa, sedangkan Rach belum pulang sampai jam segini padahal jam sudah menunjukkan pukul 23:30 Lina yang terbangun karena salah tidur dia pun terbangun dan melihat jam ternyata sudah malan, tapi lina melihat kamar masih kosong itu mendakan Rach belum pulang.
Sudah larut malam kemana dia, tidak mungkin kan masih kerja di kantor.
Lina sedikit khawatir, dia pun mengirim pesan kepada Rach.
( Kamu di mana? Apa tidak pulang? ) Isi pesan tersebut.
__ADS_1
Lina terus menunggu jawaban dari Rach sampai jam menunjukkan pukul 01:00 Lina mulai mengantuk beberapa kali ia Sampai tertidur.
Tapi Rach belum menjawab pesan dari Lina sama sekali bahkan Rach belum membacanya. Karena Lina tidak dapat menahan rasa kantuknya ia pun akhirnya ketiduran kembali.
ESOK PAGINYA.
Jam sudah menunjukkan pukul 8:00 Lina masih tertidur pulas hpnya terus berbunyi dari tadi, Lina yang masih ngantuk matanya masih terpejam dia mengambil hpnya dan mengangkat telepon tersebut.
" Hallo assalamualaikum. " Ucap Lina dengan mata yang masih terpejam.
" Datanglah ke kantor, sekarang dan antarkan sarapan untukku,nanti kamu minta Silvi untuk mengantar kamu kesini. " Ucap Rach.
" Baik.. " jawab Lina.
" Dan maaf aku tadi malam tidak membalas pesan darimu. " Ucap Rach
" Iya, aku cuma khawatir saja. ' ucap Lina.
Lina pun bangun dari tempat tidurnya dan ia mandi dan mulai bersiap.
Bukankah Rach ingin menyembunyikan aku dari seluruh dunia tapi kenapa dia malah memintaku datang kekantor nya.
Dalam lamunannya Lina tersadar dengan bunyi pesan yang masuk ke hpnya.
Ting,, Lina langsung menuju hpnya di atas meja dan membuka pesan tersebut.
( Kalau sudah sampai bilang ingin bertemu denganku dan sudah ada janji.
Lina tertegun dengan isi pesan tersebut entah kenapa hatinya terasa sakit, tiba-tiba saja seperti ada pisau yang menusuk ke dalam hatinya.
Lantas aku ini apa? Apa hanya mainannya saja.
Entah sejak kapan aku jadi terusik begini, padahal aku seharusnya sadar apa posisiku, aku adalah orang yang sudah Rach beli dan dia masih berbaik hati menikahiku, tidak menjadikannya aku mainannya.
Tapi kenapa rasanya tetap sakit, semakin ia baik semakin hatiku serakah ingin memiliki Rach seutuhnya.
Lina tersungkur di lantai, ia berusaha menenangkan hatinya yang masih terasa sakit, ia berusaha mengingat kembali posisinya.
Ia bangun dari duduknya, dan berusaha menutupi bekas air matanya, dan turun kebawah, Lina terlebih dahulu dia sarapan, selesai sarapan Lina langsung mengajak Silvi untuk mengantarnya ke tempat Rach.
" Iya nona,, " ucap Silvi sambil berjalan ke arah Lina.
" Antar aku ke kantor. " Ucap Lina sambil membawa bekal untuk Rach.
" Siap! " Jawab Silvi dia pun bergegas menuju garasi.
Lina pun segera masuk kedalam mobil dan silvi segera membawa Lina ke kantor Rach. Di perjalanan Lina hanya terdiam.
Sesampainya di kantor Rach Silvi menunggu di parkiran sedangkan Lina pergi seorang diri.
__ADS_1
Sambil berjalan ke arah resepsionis dan berkata.
" Selamat pagi bisa bertemu dengan tuan Rach? " Tanya Lina.
" Presdir? Apa anda sudah ada janji? " Tanya petugas tersebut dengan penuh curiga.
" Iya, " jawab Lina.
" baik siapa nama anda? " Tanya resepsionis tersebut.
" Lina. " Jawab kembali.
Lina pun berdiri cukup lama untuk menunggu bahwasanya resepsionis tersebut tidak juga menghubungi Rach, ia malah sibuk main hp, dan menyapa pegawai kantor lain, Lina di pandang sebelah mata.
Akhirnya Lina memutuskan untuk memberi pesan kepada Rach sebab ia sudah menunggu jawaban dari resepsionis tersebut selama 15menit.
( Aku sudah di bawah dan tertahan di resepsionis dia katanya mau menghubungi kamu tapi sampai 15 menit belum ada jawaban juga. )
Sambil menunggu balasan dari Rach Lina duduk di ruang tunggu.
Rach yang membaca pesan tersebut ia langsung menyuruh Rio untuk menjemput Lina, sambil menyuruh resepsionis yang bertugas saat ini di pecat.
Rio pun turun ke lantai bawah dan mendapati Lina sedang terduduk di ruang tunggu, Rio terlebih dahulu menghampiri Lina.
" Pagi nona, nona mau bertemu derektur kan? " Tanya Rio.
Lina pun mengangguk dan berdiri. Ia mengikuti Rio dari belakang sedangkan resepsionis yang melihat Lina masuk ia Langsung mencegahnya.
" Tunggu kamu tidak boleh masuk! " Ucapnya dengan nada yang cukup tinggi.
Mungkin karena Lina berpakaian biasa saja dan terlihat seperti gadis kampung dan tidak mungkin memiliki urusan dengan bos nya.
" Siapa yang melarang nona ini untuk bertemu derektur, bukankah nona ini sudah mengatakan kalau dia ingin bertemu dengan derektur tapi kamu malah menahan nya di sini selama 15 menit. " Rio membawa Lina ke dalam lift tapi Rio kembali berbalik dan berkata-
" Derektur bilang kamu di pecat, karena tidak bekerja dengan benar! " Rio langsung masuk kedalam lift bersama Lina.
" Kenapa harus di pecat? " Tanya Lina.
" Sudah seharusnya Nona, maafkan saya karena datangnya telat. " Ucap Rio dengan ramah.
" Siapa gadis sialan itu, pagi-pagi begini aku sudah sial. " Ocehan resepsionis tersebut.
Tak lama Lina sampai di ruangannya Rach, ia pun mengetuk pintu dan masuk, sedangkan Rio kembali lagi ke ruangan nya di sebelah.
" Maaf membuatmu menunggu lama. " Ucap Lina sambil menundukkan kepalanya.
Ini baru pertama kalinya ia datang ke kantor Rach.
\=\=\=\=
__ADS_1
Walaupun aku hanya sebuah bunga di Padang pasir, yang akan layu bila terlalu panas dan akan mati bila tidak terkena air maupun hujan.