Sisi Yang Kelam

Sisi Yang Kelam
pergi ke villa


__ADS_3

Di saat Rach sedang mandi sedangkan Lina, bersiap mengenakan baju Lina sudah di ganti dengan yang bermerek semua, bahkan baju yang ia bawa dulu sudah hilang entah kemana padahal di situ ada baju kesayangan Lina.


Lina yang mengenakan dress berwarna biru, dia tanpak cantik walaupun dandanan nya terbilang sederhana, tapi tidak kalah oleh kecantikan nya.


Selesai bersiap Lina turun ke bawah dia berniat menunggu Rach di bawah sambil menyiapkan sarapan.


" Selamat pagi nona " ucap salah satu pelayan


Lina tersenyum " pagi juga. " Jawab Lina ramah


" Nona silahkan duduk ini teh nya sudah saya siapkan. " Sambil menyerahkan teh kehadapan Lina


" Teh? " Lina tanpak kebingungan bahwasanya ia tidak meminta di buatkan teh.


" Iya tadi tuan menyuruh saya untuk membuatkan teh untuk nona. " Ucap pelayan tersebut.


Lina tidak ingin masalah tambah panjang, ia tersenyum sambil berkata. " Baiklah terimakasih.. "


Saat Lina sedang menikmati minum tehnya sambil membuat roti bakar, Rach turun dari atas dia menggunakan baju santai, terlihat begitu gagah.


Rach menghampiri Lina yang sedang membuat sarapan, dan memeluknya dari belakang.


" Sudah? " Bisik Rach


" Ia tinggal sarapan saja duduklah. " Ucap Lina


Rach dan Lina mereka sarapan sedangkan ibunya Rach tidak keluar sama sekali. Selesai sarapan Rach langsung mengajak Lina ke suatu tempat, di perjalanan Lina tanpak asing dengan suasana di sekitar ia baru pertama kali melewati jalan tersebut


" Kita akan kemana? " Tanya Lina.


" Lihat saja nanti! " Jawab Rach sambil tersenyum penuh mencurigakan


Di perjalanan mereka sudah sangat lama bahkan sudah siang tapi belum sampai juga, dan sudah berhenti di rest area untuk beristirahat, kemana Rach akan membawa nya.


Dalam benak Lina terus muncul pertanyaan yang memutar di kepala nya.


Kini jalannya mulai berliku dan menanjak, wajah Lina begitu tegang sebab jalan nya begitu sempit dan banyak sekali tanjakan beberapa kali mobil yang Lina tumpangi hampir beradu, yang semakin membuat Lina khawatir.

__ADS_1


Sebenernya kita akan kemana? Kenapa jalannya penuh berliku dan sepertinya kita sedang menaiki gunung, Lina yang sedari tadi terjaga ia kini mulai mengantuk sedangkan Rach dari tadi sudah tertidur dengan pulas, Lina pun mulai menguap beberapa kali dan ikut tertidur juga.


Baik Rach maupun Lina mereka berdua tertidur dengan pulas, sedangkan supir masih pokus menyetir, kini suasana di mobil begitu sunyi hanya terdengar suara AC mobil, dan mesin mobil.


SORE HARINYA..


Rach mulai membangunkan Lina yang sedang tertidur di sampingnya, perlahan Lina mulai terbangun, yang masih samar-samar mata Lina mulai melihat Rach di hadapannya


Sambil tersenyum " sudah sampai bangunlah! " Ucap Rach.


Lina mengucek matanya dan melihat sekeliling yang di penuhi pepohonan berwarna hijau, dan ada sebuah rumah tapi lebih tepatnya villa di tengah-tengah puncak, hanya villa itu sendiri tapi pemandangan begitu indah dan sejuk di mata.


Lina mulai turun dari mobil dia masih terpana melihat pemandangan yang di depan matanya


" Kita dimana? " tanya Lina


" Di villa milikku, " jawab Rach sambil menggenggam tangan Lina


Lina mulai turun dan menuju sebuah villa yang tanpak mewah dan unik, supir membuka pintunya dan saat di buka Lina begitu terkejut bahwasanya struktur yang sangat unik dinding bukan dari tembok melainkan dari kayu jati semua villa di buat dengan kayu jati.


Tidak begitu besar hanya memiliki dua kamar itupun yang satu berada di dekat dapur sedangkan kamar utama berada di atas menghadap barat yaitu bisa melihat matahari terbenam, apa lagi posisi Meraka berada di atas puncak.


Lina dan Rach menuju kamar mereka, villa tersebut bila di lihat dari luar terlihat seperti rumah pohon sangat unik.


Saat memasuki kamar Lina begitu terpukau dengan suasana yang bernuansa modern tapi sangat sederhana dan simpel


" Wahh,, kenapa kamu tidak bilang kalau kita mau ke villamu, aku tidak bawa baju sama sekali. " Ucap Lina.


" Tenang saja, bukalah lemari itu semua kebutuhan kamu ada di situ. " Jawab Rach sambil menunjuk ke sebuah lemari


Lina yang tidak percaya, ia menghampiri lemari tersebut kebetulan Lina ingin ganti baju dan mandi karena sebentar lagi ia ingin melihat matahari terbenam.


Saat di buka isi lemari terdapat banyak baju yang tergantung, benar kata Rach bahkan kebutuhan pribadi Lina sudah ada di lemari tersebut.


Rach yang memandangi Lina yang tersipu malu, saat mengambil pakaian dalamnya, Lina langsung terburu-buru masuk ke kamar mandi.


" Hey apa kamu tau di mana kamar mandinya?! " Tanya Rach yang melihat Lina keluar dari kamar.

__ADS_1


Lina terdiam sejenak, Rach tau bahwa Lina tidak berani bertanya kepadanya ia berniat mencari sendiri


" Emang di kamar ada kamar mandi? " Tanya Lina dengan wajah tersipu malu.


" Tentu saja! " Jawab Rach sambil tersenyum


" Dimana? " Lina kembali bertanya.


" Itu pintu yang ada tanaman hiasnya. " Sambil menunjuk sebuah dinding dan Lina tidak menyangka kalau pintu tersebut ialah hiasan dinding


" Terimakasih! " Ucap Lina sambil berlari masuk ke kamar mandi tersebut.


Rach hanya memandang Lina dengan ekspresi lucu, dan ia tertawa kecil melihat istrinya yang malu-malu


Rach yang sedang santai di kursi santai sambil memandang ke arah luar jendela memandangi langit senja


Tak lama Lina keluar dari kamar mandi mengenakan baju tidur putih, Lina dia mulai salah tingkah sebab dari tadi Rach terus memandangi nya.


" Sini!! " Ucap Rach.


Lina yang tanpak malu dia menghampiri Rach dan saat Lina berdiri di sampingnya, Rach langsung menarik kepelukannya, Lina tidak bisa berkutik apa-apa saat Rach menariknya.


" Lepaskan!! " Ucap lina sambil berusaha melepaskan dirinya.


" Diamlah ayok kita lihat senja bersama-sama. " Ucap Rach sambil memeluknya semakin kencang.


Akhirnya Lina menyerah dan dia berada di dekapan Rach mereka berdua saling memandangi senja yang sangat indah, suasana yang tenang, dan burung berkicau yang mulai kembali ke rumah mereka.


Suasana dingin mulai menusuk kulit mereka, Rach semakin kencang memeluk Lina, tangan mereka saling berpegan satu sama lain


" Dingin !! " Tanya Rach


" Iya, dan juga aku lapar. " Ucap Lina dengan lirih


Rach tertawa kecil ia gemas melihat Lina yang malu-malu. " Ayo kita turun kebawah. " Ajak Rach.


Lina mengangguk, dan Rach melepaskan pelukannya, Lina bangun dari dekapan Rach dan mereka berdua turun kebawah.

__ADS_1


Lina bertanya-tanya siapa yang menyiapkan makan malam, sebab yang Lina tau di rumah ini tidak ada siapa-siapa.


mereka pun turun kebawah, dan ternyata ada orang yang sedang menyiapkan makan malam yaitu sepasang suami istri.


__ADS_2