Sisi Yang Kelam

Sisi Yang Kelam
bersamamu seharian II


__ADS_3

Rach kembali ke kamarnya, dia melihat ke arah kasur yang tanpak Lina sudah tidak ada, dia memutar bola matanya dan melihat Lina sedang ganti baju, Rach tersenyum di wajahnya melihat Lina yang sedang menutup lemari, saat Lina berbalik melihat dia cukup terkejut bahwasanya Rach memperhatikan nya, dengan senyum dingin di wajahnya.


" Ada apa ? Kenapa melihatku dengan aneh ? " Tanya Lina,


" Tidak ayok kembali tidur temani aku "


Ajak Rach kepada Lina.


Sebenarnya perut Lina sudah lapar, dia kemarin hanya makan sedikit, tapi Lina tidak berani menolak Rach yang memintanya, pikir Lina mungkin Rach sebentar lagi akan lapar.


Mereka berdua pun kembali ke tempat tidur, Rach ingin memeluk Lina seharian ini, Lina sudah berbaring di tempat tidurnya, Rach mulai merangkul pinggang Lina, di pelukannya dengan sangat erat, jantung Lina berdetak begitu cepat.


Tapi di balik pelukan Rach itu ada tersembunyi rasa kenyamanan, walaupun dalam keheningan, tanpa bicara Rach terus memeluk Lina sambil tidur kembali, tak lama Lina berbalik menghadap ke arah Rach, mereka saling bertatap muka, Lina yang semakin gugup, pipinya memerah, untungnya Rach tidak melihat Lina.


Sambil terus berada dalam pelukan Rach, Lina mulai memejamkan matanya dia tidak tahan kalau terus memandang wajah Rach. Yang sangat tampan itu.


Di saat Lina memejamkan matanya tiba-tiba saja perutnya berbunyi dengan sangat keras.


" Kkkrruukkk,,, " suara perut yang lapar.


Yang membuat Lina membuka matanya dia melihat ke arah Rach, gadis itu sangat malu, dia menutup wajahnya dengan tangannya.


Apakah dia mendengar suara perutku, bagaimana ini, kenapa memalukan sekali, sekarang sudah hampir siang pantas saja perutku terus berbunyi, untung saja Rach tidak membuka matanya, kalau dia sampai dengar,,


" Kamu lapar,, " ucap Rach sambil terus memejamkan matanya.


Yang membuat Lina terkejut, matanya membulat mendengar suara Rach yang sedang bertanya kepadanya, Rach mulai membuka matanya dan melonggarkan pelukannya.


Lina yang terkejut dia tidak berani menjawab pertanyaan Rach, dia sangat malu sampai tidak berani bertatap muka langsung dengan Rach.


" Kalau gitu ayok kita sarapan dulu kebawah. "


Ajak Rach kepada Lina, mungkin Rach mendengar suara perut Lina, cuman Rach pura-pura tidak mendengarnya.


Dia tidak ingin membuat Lina tambah malu

__ADS_1


Rach hanya tersenyum masam sambil berdiri dari tempat tidur nya, sambil menggandeng tangan Lina, Rach mengajak Lina untuk turun ke bawah, mereka langsung menuju meja makan.


Tanpak ada pelayan yang menghampiri mereka, dan mulai mempersiapkan hidangan.


Cuaca hari ini begitu cerah, para pelayan tanpak sudah santai, mereka ada yang sedang kumpul di ruang khusus buat mereka bersantai.


Mereka bekerja secara bergantian, jadi semua para pelayan sudah memiliki tugas masing-masing.


Sambil duduk dan menyantap makanan nya, Rach memandang ke arah Lina dengan serius seperti ada yang mau ia bicarakan.


" Kenapa ? " Tanya Lina kepada Rach yang terus memandangi dirinya.


" Tidak! Hanya saja besok aku harus keluar kota, selama seminggu, kamu jaga diri baik-baik di sini kalau ada apa-apa bisa hubungi aku, atau bilang kepada Silvi dia akan menemani kamu, selama seminggu aku di luar kota kamu aku izinin untuk menggunakan HP buat menghubungiku. " Ucap Rach kepada Lina.


Lina yang senang akhirnya bisa memegang HP, dan entah kenapa hatinya tidak rela kalau Rach pergi dari dirinya.


Lina mengangguk tanda ia mengerti.


" Tapi,, apa boleh aku sekali saja bertemu dengan ibuku,, " dengan terbata-bata Lina mengatakannya.


Walaupun dengan wajah yang tidak senang Rach menjawab permintaan Lina.


" Apa kamu merindukan ibumu ? Kalau begitu pergilah selama dua hari bersama Silvi dia akan menjaga kamu. " Ucap Rach walaupun raut wajahnya tidak senang.


" Iya, aku sudah lama tidak bertemu mama, aku tidak tau sekarang keadaan mama bagaimana, apa papa masih mengganggu mama, " dengan raut wajah yang sedih. Dan Lina kembali bicara-


" Bener,, sungguh kamu mengizinkan aku untuk bertemu dengan ibuku, aku janji aku tidak akan melanggar perkataanmu, aku hanya ingin melihat keadaan mama. "


Dengan senang mendengar jawaban Rach, Lina menangis bahagia akhirnya dia bisa bertemu ibunya setelah sekian lama.


" Tenanglah ibumu saat ini baik-baik saja. " Ucap Rach dengan suara bernada datar, tapi serius.


Semakin membuat Lina bahagia mendengar kabar baik yang Rach ucapkan.


Selesai pembicaraan Rachpun meneruskan makannya, Lina yang tidak berhenti tersenyum, kini dia begitu senang.

__ADS_1


Sampai membuat Rach, menaikkan sebelah sudut bibirnya dan tersenyum dingin.


Selesai makan Rach meminta Lina untuk mengikutinya kembali ke kamar, Rach merasa berat meninggalkan Lina sendirian di rumah.


Apa lagi keadaan sekarang sangat tidak stabil, karena bisa saja ibunya Rach mengambil kesempatan kepergian Rach untuk mengusir Lina keluar dari rumahnya, Rach pun kembali mempertegas kepada Lina.


Sambil menaiki tangga Rach kembali mempertegas ucapannya.


" Ingetlah yang boleh mengusirmu hanya aku, siapapun tidak ada yang berhak mengusirmu dan menghinamu di rumah ini, Berhati-hatilah!! "


Wajah Rach terlihat sangat khawatir, tertulis di wajah Rach bahwa dia tidak rela meninggalkan Lina seorang diri, kalau bukan karena pekerjaan penting Rach tidak mungkin turun tangan secara langsung.


Sambil memeluk Lina, pelukan Rach seolah tidak ingin ia lepaskan, karena bisa saja Lina pergi meninggalkannya kalau ia melepaskan pelukannya.


" Baik,, " jawab Lina, walaupun Lina masih belum paham arah ucapan Rach.


Rach pun tersenyum, sesampainya di kamar Rach langsung menjatuhkan tubuhnya ke kasur, Lina yang masih berdiri di depan pintu, dia melihat ke arah jam, dia belum shalat zhuhur.


" Aku mau shalat dulu boleh,, ? " Tanya Lina kepada Rach.


" Iya,, " jawab Rach.


Entah kenapa Lina masih berdiri di depan pintu, padahal Rach sudah mengizinkan dirinya, sambil berusaha membuka mulutnya, Lina ingin mengatakan sesuatu kepada Rach sampai membuatnya gugup.


" A,,anu,, bagaimana kalau kita sholat bareng berjemaah, aku tau kamu sibuk mungkin melupakan ibadahmu, tapi kita tetap harus melaksanakannya. " Ucap Lina kepada Rach.


Yang membuat Rach mengeryitkan keningnya. Dia terkejut dengan permintaan Lina kepada dirinya.


Tanpa ragu Rach bangun dari tiduran nya, dan meng' iyakan permintaan Lina, bagaimanapun mereka adalah sepasang suami istri.


Rach dan Lina pun mengambil wudhu, dan melaksanakan shalat zhuhur berjamaah.


untuk pertama kalinya Rach menjadi imam untuk Lina setelah pernikahan mereka, Lina merasa Senang, sedingin apapun cowok itu dia masih menuruti permintaan Lina.


selesai sholat, Rach kembali meminta Lina untuk tidur bersamanya, Rach tidak ingin kemana-mana, dia hanya ingin bersama Lina seharian ini saja. karena besok dia harus meninggalkan istri imutnya sendiri dalam waktu yang cukup lama.

__ADS_1


__ADS_2