
Rach setelah berbicara dengan dokter ia tidak kembali lagi ke kamar Lina, Rach langsung kembali ke kantor nya.
Di tengah lamunannya tiba-tiba saja Lina merindukan ibunya, air matanya Hampir saja terjatuh, tapi ia masih terus menahannya, Lina terus berusaha agar ia tidak terlalu banyak memikirkan sesuatu.
Tok,, tok,, tok.. ( bunyi ketuk pintu. )
Lina langsung menengok ke arah pintu, " masuk " ujar Lina.
Krekk.. ( bunyi pintu di buka )
" Malam nona ayo minum susu dulu habis itu nona baru istirahat. " Ujar Silvi sambil duduk di samping Lina dan menyerahkan susu itu kepada Lina.
" Iya... " Jawab Lina sambil tersenyum.
Semenjak kehamilan Lina Rach tidak pernah tidur bersama dengan Lina, ia tidur di atas jadi akhir-akhir ini Lina tidak tahu apakah Rach sudah pulang apa belum bahkan Lina sampai beberapa hari tidak bertemu dengan Rach ia hanya bisa menanyakan keadaan Rach dari Silvi saja.
Entah karena apa, yang pasti mereka tidak tidur bersama. Walaupun membuat Lina terasa aneh dan belum terbiasa kembali entah kenapa hati kecil Lina ia sangat sedih ingin bertemu saja sulit rasanya.
__ADS_1
LIMA BULAN PUN BERLALU..
Kini usia kandungan Lina sudah menginjak enam bulan, perutnya sudah terlihat membesar dan kondisi kandungan Lina semakin membaik dan stabil, dan selama lima bulan juga Rach tidak pernah menyentuh Lina, sedangkan Lina sudah terbiasa akan itu kini ia semakin bebas untuk pergi jalan-jalan, bahkan Rach pernah berjanji kalau ia mau membawa ibunya Lina untuk berkunjung dan menemuinya saat tujuh bulanan nanti.
Lina yang sedang duduk di teras, badannya sudah semakin berat, ia memandangi langit pagi yang cerah. " Pagi nona.. " sapa Silvi sambil membawa susu dan roti.
Sambil mengunjingkan senyuman di bibirnya " pagi... " Jawab Lina yang begitu ceria, Lina adalah gadis yang kuat, bagaimana tidak dokter berkata kalau Lina tidak dapat mempertahankan kandungannya saat nanti menginjak empat bulan, tapi sampai sekarang kehamilannya sudah enam bulan dan bahkan dokter menarik kata-kata dan menyatakan kalau Lina sehat.
Rach yang belum bangun dari tidurnya hari ini adalah akhir pekan sudah beberapa bulan ini tidurnya cukup terganggu dan sekarang ia tertidur pulas, mungkin satu persatu bebanya sudah terangkat.
" Nona mau ke supermarket, biar saya saja nanti kalau nona kelelahan bagaimana. " Jawab Silvi yang mulai khawatir.
Tapi Lina kembali menjawab. " Ayok kita pergi sama-sama tenang saja aku cuma mau jalan-jalan sebentar ko, mau beli beberapa keperluan. " Ujar Lina
" Yasudah,, kapan nona? " Tanya Silvi.
" Nanti kalau tuan sudah bangun.. " jawab Lina
__ADS_1
Silvi pun melanjutkan pekerjaannya sedangkan Lina masih terduduk menikmati suasana pagi ini, di sisi lain Rach sudah terbangun dari tidurnya Sekarang ia sedang turun kebawah dan meminta di buatkan kopi. Sil,, Lina kemana? " Tanya Rach kepada Silvi yang sedang lewat
" Owh nona sedang duduk di teras depan tuan " jawab Silvi sambil menundukkan kepalanya.
Rach pun mengangguk dan menyuruh Silvi untuk melanjutkan pekerjaannya. Rach mulai berjalan ke luar dan melihat Lina yang sedang duduk di kursi santai. Bibir Rach terangkat dia tersenyum melihat kondisi Lina yang semakin membaik.
" Sedang apa? " Tanya Rach sambil duduk di kursi samping Lina.
" Ahh mas,, sudah bangun? " Ujar Lina yang terkejut Rach pun mengangguk dan Lina kembali melanjutkan ucapannya dan menjawab pertanyaan Rach " lagi santai saja. " Jawab Lina.
Mereka saling memandang ke arah langit yang berwarna biru cerah.
\=\=\=
Lihatlah nak dunia begitu indah, sehat-sehat terus di perut mama, dan semoga kamu bisa melihat dunia ini nanti dan mengelilingi nya bersama-sama.
IG: @telur_menetas
__ADS_1