
Huhh,, sebenarnya nona mau buat apa si? Nona selalu buat aku penasaran.
Silvi terus mencari tahu apa yang sedang di lakukan Lina apa yang sebenarnya ingin ia buat dan sebenarnya Lina ingin mengirim apa. Sambil terus mengikuti langkah Lina yang mengambil bahan makanan, seperti mau buat kue saja.
Dan akhirnya Silvi lah yang membawa itu semua ke dapur. " Nona,, nona mau buat apa? " Tanya Kembali Silvi itu tidak pantang menyerah.
Lina yang mendengarnya berulang kali ia pun tersenyum, " berhentilah banyak tanya, nanti gak dapet jatah loh.. " ujar Lina sambil tertawa.
Aku sebenarnya ingin buat masakan kesukaan mama, dan Dateng ke kampung mama pasti senang melihat aku dan cucunya datang ke rumah, tapi mau bagaimana lagi, mas pasti tidak akan mengijinkan aku pulang.
Setidaknya aku ingin mengadakan syukuran untuk mama.
Ekspresi Lina kini mulai berubah terlihat sedih, sambil berdiri di depan kulkas Lina bingung harus buat apa.
Makanan yang bisa tahan lama, dan bisa di kirim makanan apa ya? Ahh kenapa hanya kepikiran kue kering saja yang dulu selalu aku buat dengan mama.
Ehh bener juga kenapa aku tidak buat itu saja, dulu aku selalu buat bersama mama kalau lebaran saja, yaitu biji Ketapang.
Tiba-tiba saja pikirin ku mengalir dengan lancar, memang sederhana dan gampang di buat, tapi akan aku selipkan seluruh kenangan yang dulu saat bersama mama, di mana aku sering acak-acak tepungnya, dan mama yang selalu memarahiku.
Lina kembali bersemangat, ia mengambil tepung terigu, telur, mentega, minyak, dan kebutuhan lain-lainnya.
" Aku tahu-tahu non pasti mau buat kue yang super lezat.. " ujar Silvi dengan penuh semangat.
" Tentu saja.. " jawab Lina sambil mulai mencampur semua bahan tadi.
Akhirnya mereka berdua membuat biji Ketapang walaupun Silvi belum tahu dia mau buat apa tapi ia terus mengikuti perintah Lina, yaitu mengaduk semua bahan.
" Nona sebenernya kita mau buat apa? Ko beda sama buat kue.. " ujarnya sambil memasang wajah bingung.
" Kita mau buat biji Ketapang? Kamu tau? " Tanya Lina sambil tersenyum mulai memotong biji Ketapang jadi kecil-kecil. Lina membuatnya sesimpel mungkin.
__ADS_1
" Biji Ketapang? Owh iya waktu dulu nenek suka buat, nona mau bikin biji Ketapang manis apa asin.. " ujar Silvi yang mulai bersemangat, saat ia baru mendengar Kembali nama itu.
Silvi Kembali berkata. " Nona tau aku baru sekarang mendengar lagi nama itu biji Ketapang, sudah lama sekali rasanya tidak pernah makan,, hehehe.. " ujarnya sambil tertawa.
Lina juga ikut tertawa mendengar perkataan Silvi yang menurutnya cukup lucu. " Hahaha kamu ini kita buat dua rasa, tapi nanti aku buat separuh buat di kirim ke kampung sisanya nanti minta bibi buat lanjutin. " Ujar Lina sebab ia membuat banyak.
" Aku ikut bantu boleh ya non.. " ujar Silvi Lina pun mengangguk, kalau Lina yang membuatnya berdua saja bersama Silvi ia pasti merasa lelah, jadi akhirnya Lina meminta bantuan salah satu pelayan untuk menggorengnya.
Lina memotong, Silvi membuat adonan, dan pelayan yang membantu Lina yang menggorengnya jadi semua pekerjaan di bagi-bagi.
Lina yang terlebih dahulu istirahat dan Kembali lagi sampai siang akhirnya selesai.
" Nona,, nona boleh aku coba satu aja.. " ujar Silvi yang sudah tidak sabar.
Lina pun tersenyum dan mengangguk, mereka sedang memasukkan biji Ketapang itu ke dalam toples, agar kedap udara.
Sambil memasukkannya kedalam toples dan memakannya. Iya Lina dan Silvi sudah seperti teman bahkan keluarga, jadi kalau tidak ada Rach Silvi tidak ragu melakukan apapun bersama Lina.
Mereka berdua sering melakukan hal yang konyol di saat Lina sedang bosan karena harus di kamar seharian bahkan Lina sering meminta Silvi untuk makan bersamanya, sebab ia takut tidak habis.
" Siap.. " mulutnya penuh dengan makanan.
" Dasar.. " ujar Lina sambil memukul Silvi dengan kain.
Selesai mengemas biji Ketapang Lina langsung kembali ke kamarnya untuk istirahat dan shalat Dzuhur baru tidur siang sebentar.
Lina yang sudah terlelap selama 30 menit akhirnya ia terbangun dan langsung menuju sebuah meja, dan mengambil sebuah kertas dan foto.
Sambil mengambil sebuah foto dan memasukkannya ke dalam amplop dan mulai menulis surat untuk sang ibu, di situ tertulis semua perasaan Lina kepada ibunya yang sangat ia sayangi, dan ucapan selamat ulang tahun dari Lina.
Dan ada pesan singkat:
__ADS_1
Mamah,,, sehat-sehat terus ya, sebentar lagi mama punya cucu.
Lina melipat surat tersebut dan memasukkannya kedalam sebuah amplop dan menyatukannya bersama foto tersebut, baru setelah itu Lina keluar dari kamarnya dan memanggil Silvi, untuk menaruh amplop tersebut bersamaan dengan biji Ketapang.
Lina langsung menuju ke dapur sekalian makan siang, dan menyuruh salah satu pelayan untuk memanggilkan Silvi.
Tak lama ia keluar sambil membawa sebuah bungkusan yang sudah rapi tinggal di kirim saja. " Wah,, cepet banget sudah di bungkus saja. " Ujar Lina sambil mengambil bungkusan tersebut dari tangan Silvi.
" Iya dong non Silvi gitu loh.. " ucapnya dengan pede.
" Yahh,, padahal aku mau minta masukkin ini sekalian di bungkus.. " ujar Lina yang sedikit sedih..
Silvi yang melihat ekspresi wajah Lina, dia pun memanyunkan bibirnya " yaudah deh aku buka lagi sambil memasukkan surat tersebut. " Ujar Silvi yang harusnya membungkus kedua kalinya.
" Maaf aku bantu ya.. " jawab Lina yang merasa bersalah karena membuat Silvi membungkus untuk kedua kalinya.
Dia pun mengangguk, dan menyiapkan piring di depan Lina dan mulai mengambil makan siang untuk Lina, " tapi sebelum itu nona harus makan dulu, terus minum obat. " Ujarnya
Gadis ini...
Ya Silvi masih muda walaupun mungkin selisih beda tipis dari Lina bahkan lebih tua Silvi dari pada Lina. Silvi berusia 24 tahun.
Saat Lina menikah dia berusia 18 tahun dan sekarang sudah menginjak 19 tahun. Masih sangat muda sebab ia dulu baru saja menerima ijasah kelulusan nya dan baru mau mencari kerja, tapi bapaknya sudah menjual dirinya ke laki-laki kaya yaitu Rach.
Berbeda dengan Rach yang sudah menginjak usia 28 tahun dia menjadi pengusaha muda yang sukses. Dan bulan depan ia berusia 29 tahun. Beda 10 tahun dengan Lina.
Ulang tahun ibunya Lina tanggal 6 Februari sedangkan Rach tanggal 10 Maret. Kalau Lina sendiri ialah Desember tanggal 23.
Sudah kelewat memang, tapi Rach tidak mengetahuinya sama sekali. Bahkan mereka tidak merayakan pergantian tahun baru saat itu kondisi Lina sangat tidak memungkinkan.
\=\=\=\=
__ADS_1
Ya itu sedikit informasi tentang ulang tahun mereka, dan apa kalian tahu kapan saat Meraka berdua menikah yaitu:__
tanggal 9, Agustus hari Jum'at.