Sisi Yang Kelam

Sisi Yang Kelam
laki-laki yang gagah


__ADS_3

Wanita dan seorang ibu yang pulang dengan kekecewaan dia tidak menyangka anak yang ia besarkan dan ia didik dengan sangat hati-hati agar mengikuti semua keinginannya, dapat di kalahkan oleh Lina yang baru saja masuk ke kehidupan Rach, sambil membanting pintu mobil ia menyuruh supirnya untuk segera meninggalkan rumah Rach.


Rach yang kembali ke kamar dia mendapati Lina yang sedang duduk sambil gemetar, sepertinya gadis itu sangat ketakutan.


Rach pun langsung memeluk Lina dengan Sangat erat.


Entah hanya sekedar tebakan atau bukan tapi sepertinya Rach sudah mulai menyukai Lina, mereka mungkin sudah saling menyukai tapi menyembunyikan perasaan masing-masing.


" Jangan takut!! " Rach berusaha menenangkan Lina sambil mengusap rambutnya.


Lina mengangguk, ternyata ia mendengar semua perkataan Rach dari atas, Lina yang tadinya ingin berbicara dengan ibunya Rach agar tidak salah paham tentang dirinya tapi ia malah mendengar semua perkataan yang menyakitkan.


Untuk menenangkan Lina Rach mengajak Lina untuk makan malam, Lina yang masih mengenakan baju tidur ia pun turun ke bawah bersama Rach.


Saat sedang makan terlihat Rio menghampiri mereka berdua yang sedang makan.


Dia tidak langsung menghampiri Rach Rio berdiri di belakang Rach menunggu ia selesai makan


Rach yang menyadari keberadaan asistennya dia pun menyuruh Rio untuk istirahat terlebih dahulu dan makan malam, ruangan untuk para supir dan pelayan berada di belakang dapur mereka biasanya selalu makan bersama sambil beristirahat setelah melakukan pekerjaan.


Selesai makan Lina terlebih dahulu dia naik ke atas sedangkan Rach ada di ruang tamu, menunggu Rio untuk melapor


Lina pun menaiki anak tangga rumahnya Rach sambil sesekali melirik ke arah Rach, mau bagaimanapun juga perasaan Lina tidak dapat membohongi dirinya.


Badannya terasa lengket setelah seharian hanya di kasur, Lina pun ingin segera mandi agar lebih segar.


Saat Lina sedang mandi Rach begitu serius dengan Rio seperti nya mereka lagi membicarakan soal perjalanan besok, Lina juga sudah di minta oleh Rach untuk Merapikan baju yang akan ia bawa besok.


Setelah mandi Lina kembali memakai baju tidur, dan mengambil koper ukuran sedang berwarna hitam, Lina mulai memasukan pakaian dalam Rach baju, kemeja dan celana bahan, tidak lupa ia juga memasukkan kaos kaki untuk Rach dan beberapa keperluan pribadi Rach..

__ADS_1


Setelah memasukkan semua barang yang di butuhkan Lina menutup koper nya.


Rach belum kembali juga dari bawah, sedangkan mata Lina masih terlihat segar ia belum mengantuk sama sekali karena sudah tidur seharian.


Lina pun turun ke bawah ingin mengambil beberapa cemilan dan minuman untuk ia bawa kembali ke atas sambil baca dan nonton video.


Saat di tangga Lina kembali melirik ke arah Rach, yang ternyata masih bersama Rio, sambil mengembangkan senyum yang masam Lina pun turun ke bawah.


Dari balik tembok dapur terdengar suara para pelayan yang sedang bercengkrama terdengar sangat seru, Lina tidak ingin menggangu mereka dia mengambil cemilan sendiri di kulkas dan membuat salad buah, walaupun badan Lina itu kecil dan mungil tapi gadis itu makannya cukup banyak.


Walaupun begitu badannya tetap ideal, banyak teman Lina yang iri akan dirinya yang selalu makan banyak tapi tidak pernah gemuk. Sebaliknya Lina ingin sekali badan sedikit saja gemuk dia kalau makan selalu tidak di pantang paling cuma naik 2 kg.


Berat badan Lina sekarang 47 kg dan tingginya 165 cm. Cukup ideal tidak terlalu kurus maupun gemuk.


Selesai buat cemilan ia menaruhnya di nampan, dan membawa kembali ke dalam kamar, saat mau menaiki tangga Rach melirik ke arahnya, dan sambil menarik bibir untuk tersenyum dia menggelengkan kepalanya melihat Lina membawa begitu banyak cemilan.


Dia tidak menegur dan membiarkan Lina naik ke atas, walaupun sedikit kesusahan membuka pintu kamarnya Lina tak habis cara ia menyimpan terlebih dahulu nampan yang ia bawa lalu membuka pintu dan mengambil kembali .


Mata Kayla tertuju ke arah televisi tersebut sedangkan tangannya terus mengambil makanan yang berada di samping nya, baik jeda video maupun dirinya tidak ada yang berhenti Lina terus mengunyah. Dan sesekali juga dia tertawa geli, melihat tingkah lucu yang ada di TV tersebut.


Rach yang mulai naik ke atas dia mendengar suara tertawa yang sangat geli dari dalam kamar, cowok itu memegang dagunya sambil tersenyum ikut tertawa kecil.


Rach mulai membuka pintu dan melihat Lina yang sedang asik menonton.


Rach menghampiri Lina dan mendekapnya dari belakang.


" Ini sudah malam ayok tidur. " Sambil berbisik di telinga Lina yang membuat bulu tengkuk Lina berdiri.


" Mmm,, baiklah.. " ucap Lina sambil berusaha melepaskan pelukan Rach kepadanya sebab ia mau berdiri.

__ADS_1


Lina mematikan TV dan saat berbalik Rach menggendong Lina ke kasur, suasana yang sangat panas baru saja di mulai.


PAGINYA


Lina yang mengusik dia merasa lelah dan sakit di badannya, mentari pagi sudah mulai memperlihatkan sinarnya, Lina perlahan membuka matanya, dia melihat jam dan sudah jam 06:05 ternyata sudah pagi


Jam penerbangan Rach jam 09:30 Lina pun langsung bangun dan terduduk di kasur, dia mulai menepuk Rach yang sedang tertidur pulas,


Rach perlahan membuka matanya dan segera bangun dari tidurnya ia lalu mencium kening Lina dan langsung ke kamar mandi.


Wajah Lina yang memerah, dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Kenapa Rach berubah jadi cowok yang romantis dan lembut tidak seperti pertama kali aku bertemu, dan jantungku ini kumohon berhenti.


Lina langsung loncat dari kasur dan menyiapkan baju untuk Rach, selesai menyiapkan nya dia turun ke bawah menyiapkan segelas kopi hitam.


Sambil menyiapkan kopi dan sarapan, Lina sengaja hari ini dia yang ingin menyiapkannya.


Rio sudah menunggu di depan sambil meminum kopi, dan melihat-lihat koran pagi hari


Tak lama Rach turun dia mengenakan jas berwarna hitam semuanya serba hitam hanya kemeja saja yang berwarna putih, laki-laki yang gagah dan perkasa, bahkan Lina pun tergiur oleh ketampanan Rach.


Rach pun turun dari tangga dan menghampiri lina yang sedang menyiapkan sarapan, Rach mengunjingkan senyuman kepada Lina yang membuat Lina terpanah olehnya.


" sarapan dulu.. " ucap Lina kepada Rach yang sedang duduk dan memegang hp di tangannya.


" iya,, ini... " sambil menyerahkan HP yang ia pegang kepada Lina.


Lina terdiam tidak mengerti.

__ADS_1


" ambillah gunakan ini untuk telepon denganku atau kalau ada masalah di rumah, kamu juga bisa menelepon ibumu dengan hp ini, tapi selain yang aku izinkan kamu tidak boleh menelepon ke nomer lain. "


Lina hanya mengangguk, dan Rach pun menyerahkan nya kepada Lina.


__ADS_2