
Sampai di rumah Rach langsung meminta Lina untuk kembali ke kamarnya sedangkan ia sedang menunggu dokter di luar, Silvi mengantar Lina sampai ke kamarnya dan membantu ia duduk di kasur. " Sil gak papa biar aku sendiri tadi itu cuma kram sebentar. " Ujar Lina.
" Tapi nona dengan kondisi kandungan nona yang lemah tuan pasti merasa khawatir banget kepada nona lebih baik sekarang nona istirahat dan saya akan ambilkan jus buat nona. " Ujar Silvi sambil menaruh kursi roda di dekat lemari.
Dan keluar dari kamar Lina, sedangkan Lina berbaring di kasur. Dia merasa dirinya baik-baik saja, tapi ia tidak bisa membantah Rach yang menyuruhnya untuk langsung istirahat.
Padahal sudah lama sekali aku bisa menikmati suasana di luar dan dalam sekejap aku sudah kembali lagi ke rumah.
Lina yang sedang termenung silvi pun kembali dengan membawa segelas jus buah ia menaruhnya di meja, dan ternyata dokter sudah datang. Bersama dengan Rach mereka memasuki kamar, suasana begitu tegang dokter mulai meriksa keadaan Lina maupun janin yang berada dalam kandungannya.
Tak lama dokter hanya tersenyum sambil Merapikan kembali peralatannya. " Dok bagaimana? " Tanya Rach yang sedang khawatir.
" Tidak ada masalah apa-apa tenang saja, itu sudah biasa kalau sang ibu mengalami kram pada perutnya, itu wajar terjadi sebab ada perubahan bentuk pada janin dan juga non Lina jarang sekali keluar rumah seperti tadi, jadi ada tekanan pada otot sendi, pembuluh darah karena sedang beraktivitas fisik. " Ujar dokter memberi penjelasan kepada Rach.
" Jadi kandungan saya baik-baik saja.? " Tanya Kembali Lina dia ingin memastikan kembali. Sedangkan Rach wajahnya jauh lebih tenang dari pada sebelumnya.
__ADS_1
" Iya nona, semuanya dalam keadaan sehat dan normal. " Jawabnya.
Akhirnya dokter pulang, dan Rach mengantarkan dia keluar, Lina dan Silvi menarik nafas lega. " Syukurlah non. " Ujar Silvi
" Iya,, sil saya mau ke kamar mandi sudah sore mau shalat juga sekalian. " Ujar Lina sambil meminta Silvi bantu berdiri.
Dia pun mengangguk dan membantu Lina berdiri dan mengantarnya ke kamar mandi, selesai itu Lina langsung shalat, dan selesai shalat Lina kembali berbaring di kasur.
MALAM HARI..
Tapi kini Rach sudah berada di ruang makan, sambil tetap memegang hp di tangannya. " Mas.. " sapa Lina sambil duduk di sampingnya.
Rach pun tersenyum, " iya,, sudah tidak sakit lagi. " Tanya Rach kepada Lina dan menaruh HP nya di meja.
Lina membalas senyuman Rach dan ia mengangguk, makanan sudah tersaji, makanan yang sehat dan bergizi, yaitu empat sehat lima sempurna.
__ADS_1
Lina yang lebih banyak makan sayur dan buah dari pada karbohidratnya di ganti oleh kentang maupun pisang. " Makan yang banyak habis itu minum obat dan susu.. " ujar Rach kepada Lina yang sedang memakan salad buah sebagai pencuci mulut.
Lina pun mengangguk, sebaik mungkin Lina akan menjaga kandungannya. " Kalau begitu aku permisi dulu. " Ujar Lina dia akan kembali lagi ke kamarnya, untuk minum obat dan susu yang sudah di siapkan oleh Silvi.
Rach mengangguk, " nanti aku nyusul.. " ujar Rach kepada Lina Rach pun langsung berdiri dan kembali ke atas.
Apa dia akan menemuiku terlebih dahulu, hahh padahal karena kegiatan tadi siang sekarang akhirnya aku mulai ngantuk.
Lina dan Silvi kembali masuk ke kamar, Silvi sambil membawa susu di tangannya terlebih dahulu Lina minum susu baru 30 menit kemudian dia minum obat lainnya.
Selesai minum susu dan obat, Silvi keluar dari kamar Lina dan mulai istirahat sebab pagi-pagi sekali ia harus sudah berada di samping Lina untuk mengantarnya shalat subuh.
Tapi saat Silvi ingin kembali ia di hadang oleh Rach dan Rach membisikkan sesuatu kepada Silvi dan setelah itu Silvi kembali ke kamarnya sedangkan Rach mengambil minum di dapur.
Apa yang sebenarnya di bisikkan oleh Rach kepada Silvi, kenapa harus berbisik? Agar tidak di dengar oleh siapa?..
__ADS_1