Sisi Yang Kelam

Sisi Yang Kelam
malam panjang


__ADS_3

Sambil tersenyum mencurigakan, Rach tanpak sedang merencanakan sesuatu, entah apa itu.


Selesai minum air Rach kembali naik ke kamar atas, sedangkan Lina yang menunggu lama kedatangan Rach akhirnya ia ketiduran.


Mata yang sudah mengantuk, dan tidak dapat di tahan lagi, akhirnya ia tertidur dengan posisi masih menyandar di kasur. Sampai tengah malam.


Kreekkkk...


Pintu kamar Lina terbuka, lampu yang redup dan hanya mengenakan lampu tidur saja posisi Lina masih tidak berubah ia masih tertidur pulas dengan posisi terduduk di ranjangnya.


Sambil tersenyum menyeringai di wajahnya sepertinya ia sangat senang melihat Lina yang sudah tertidur pulas di kasur walaupun ia sedikit terganggu dengan posisi tidur Lina yang terlihat tidak nyaman.


Sambil menutup kembali pintu kamar dan menguncinya, ia perlahan menghampiri Lina dan mengubah posisi tidurnya secara perlahan.


Dia mulai mengusap rambut dan waajh Lina, matanya yang redup saat melihat wajah Lina, tanpak bukan sosok laki-laki gagah saat ini tapi seperti sosok yang sangat lembut sambil terus mengusap wajah Lina dan sesekali mencium kening Lina.


Ya,, Rach untuk pertama kalinya ia masuk saat malam ke kamar Lina sebab setelah mengetahui kondisi kandungan Lina Rach setiap malam ia tidak pernah masuk ke kamar Lina maupun tidur bersama dan melakukan hubungan suami-istri.


Walaupun begitu, entah kenapa ia tiba-tiba saja masuk ke dalam kamar dan mulai memperhatikan seluruh tubuh dan wajah Lina sepertinya ia sangat merindukan sosok yang selama ini yang menemaninya.


Walaupun dengan cara yang tidak biasa saat ia mendapatkannya bahkan ada secarik kertas di hubungan mereka Rach cukup puas menurutnya, sebab ia selalu dapat tekanan dari keluarganya kapan ia akan nikah dan memberikan penerus buat keluarga mereka, sedangkan wanita yang mendekati Rach ialah wanita yang hanya cinta kepada uangnya.


Sudah beberapa kali Rach melakukannya dan mereka hanya ingin belanja barang mewah.


Itu yang membuat Rach enggan menikah, tapi entah ada angin apa ia membeli wanita yang dari kalangan bawah bahkan sampai membuat perjanjian dengannya.


Walaupun begitu itu masih tetap rahasia Rach sendiri, dan rencananya juga tidak semulus yang ia kira setelah menikah dengan Lina, keluarganya yang tidak merestui dan tidak mengakui hubungan mereka dan ia masih terus di dekati oleh cewek-cewek gatel yang mengincar uangnya.

__ADS_1


Bersikap manis di depan dan rela melakukan apa saja demi sebuah uang, itu adalah wanita murahan menurut Rach, yang tidak punya malu dan harga diri.


\=\=\=\=


Rach mulai duduk di samping Lina dan mencium bibir Lina Kembali, dengan lumatan yang sangat lembut dan hangat membuat Lina terbangun dari tidurnya.


Masih remang-remang belum terlihat jelas siapa orang yang sedang melumat bibirnya dengan lembut dan bergairah itu.


Sambil berusaha mengepis orang tersebut sebab Lina tidak bisa melihatnya dengan jelas dan napasnya mulai sesak.


" Tu,,, tunggu.. apa yang kamu lakukan?.. " tepis Lina dan mendorongnya, yang membuat Rach terjatuh ke bawah kasur.


Rach yang cukup terkejut ia mengernyitkan keningnya dan langsung berdiri kembali, saat ia berdiri barulah Lina bisa Melihatnya dengan jelas bahwa yang ia dorong Barusan ialah Rach suaminya.


" Maaf,, aku tidak sengaja karena tadi aku terkejut.. " ujar Lina sambil terbata-bata, sedangkan Rach masih berdiri dengan tegak, sepertinya ia cukup terkejut.


Tanpa berkata apa-apa Rach langsung kembali menyerang Lina dengan ciuman mautnya tapi kali ini tidak terkesan lembut tapi lebih ke kasar dan sangat cepat yang membuat Lina kesakitan dan kesulitan bernapas.


Rach melakukannya dengan sangat kasar sampai membuat Lina berteriak dan terpekik, kesakitan dengan serangannya seperti singa yang sedang lapar.


" Ahh,, hentikan sakit... " Pekik Lina yang tidak tahan dengan hasrat Rach yang cukup besar, dan ia seperti sedang memakan Lina.


Rach tidak mendengar teriakkan Lina, ia terus melepaskan hasratnya secara membabi buta. Tanpa peduli dengan kandungan Lina, maupun dengan pekikkan Lina yang nyaring di telinganya.


Sampai hasratnya terpenuhi, dan sudah mencapai puncaknya, laharpun menyembur keluar, bersamaan dengan desahan Rach yang merasa puas.


Sambil terkulai lemas di kasur sedangkan Lina tanpak ia menangis menahan sakit di bagian bawahnya dan perutnya terasa kram, tapi ia tidak bisa berkata apa-apa tubuhnya sudah lemas kehabisan energi dan tenaganya.

__ADS_1


Sambil terengah-engah Rach merasa puas sudah melepaskan lahar hasratnya, yang sudah lama ia tahan.


Dan kini ia tersenyum puas dan perlahan ia mulai lelah, kini ia sudah puas dan ia ingin tidur dengan tenang, sedangkan Lina untuk pertama kalinya ia di perlakukan cukup kasar oleh Rach dan bahkan sampai ia menangis.


Rach belum menyadari dengan keadaan Lina yang sedang menangis, tapi Lina berusaha menghapus air matanya dan mencoba untuk bangun dari posisinya, dan ia bangun dalam keadaan posisi tidak mengenakan sehelai benang pun yang menutupinya.


Ia mulai berjalan ke arah kamar mandi sambil memegang perutnya, yang masih terasa tidak enak dan sedikit sakit. Lina langsung mandi di bawah guyuran shower, dia cukup berhati-hati saat ke kamar mandi sendiri sedangkan Rach sudah tertidur pulas.


Tanpa mengetahui bahwa Lina sedang mandi di dalam kamar mandi.


Selesai mandi Lina langsung mengenakan baju tidur baru yang berada di dalam lemarinya.


Sambil melihat Rach yang sudah tertidur pulas tanpa mengenakan selimut Lina merasa iba ia tidak bisa marah kepada Rach sebab itu sudah kewajibannya.


Lina pun menyelimuti tubuh Rach dan terlebih dahulu mengeringkan rambutnya, selesai mengeringkan rambutnya ia berbaring di samping Rach dan ikut tertidur bersama.


ESOK PAGINYA..


Matahari mulai mengintip dengan malu-malu Lina yang sudah bangun dari subuh tadi dan sekarang ia sedang berolahraga santai di taman rumah, jam baru menunjukkan pukul 06:00 masih pagi sekali tapi Lina sudah bersemangat.


" Selamat pagi nona. " Ujar Silvi sambil membawa susu untuk lina.


" Pagi,, ayok sil ikut olahraga.. " ajak Lina sambil melambaikan tangannya.


Silvi pun mengangguk mereka hanya jalan di tempat dan melakukan yoga ringan khusus untuk ibu hamil.


" Non istirahat dulu itu minum susunya nanti keburu dingin. " Ujar Silvi sambil duduk di teras dan mengibas-ngibaskan tangannya karena gerah dan mulai keluar keringat.

__ADS_1


" iya,, iya,, " sambil duduk di samping Silvi semenjak usia kandungannya lina sudah tidak begitu mual, dan perlahan nafsu makannya sedikit demi sedikit meningkat.


sambil duduk di depan teras Lina sambil menghabiskan susunya, dan menghirup udara segar pagi hari.


__ADS_2