Sisi Yang Kelam

Sisi Yang Kelam
ke pasar tradisional


__ADS_3

Rach yang memandang ke arah Lina, sepertinya ia sangat senang, Lina mulai mendekat ke arah Rach saat melihat wajah Rach, Lina sedikit terkejut bagaimana bisa Rach seperti kurang tidur matanya terlihat lelah dan di bawah matanya ia memiliki mata panda, walaupun tidak begitu terlihat tapi sepertinya Rach sangat kelelahan.


" Sarapan dulu, nanti baru lanjut kerja lagi. " Ucap Lina sambil menaruh bekalnya di meja, dan mengeluarkannya.


" Baik tuan putri. " Ucap Rach yang membuat Lina malu.


Apasih maksudnya tuan putri segala, bagaimana pun juga kenapa ucapannya hari ini begitu manis, dan juga kenapa sampai harus aku ke kantor nya segala.


Sambil memanyunkan bibirnya, sedangkan Rach begitu lahap menyantap makanan yang Lina bawa, sesekali Rach memaksa Lina untuk ikut juga makan bersamanya.


Tapi Lina tidak mau sebab ia sudah sarapan terlebih dahulu. Selesai makan Lina langsung merapikannya dan berniat untuk langsung pulang.


" Mau kemana? " Tanya Rach kepada Lina yang sudah mau pergi saja.


" Pulang!! " Jawab Lina datar


" Tunggu dulu, aku masih kangen sama kamu, kita semalam tidak bertemu jadi aku sangat merindukanmu. " Ucap Rach sambil memeluk Lina.


Pelukan Rach begitu hangat dan lembut, nafasnya yang berat terasa di leher Lina, yang membuat Lina sedikit merinding. Rach cukup lama memeluk Lina, sedangkan Lina hanya terdiam ia tidak bergerak sama sekali.


" Nanti di lihat oleh orang! " Lirih Lina.


" Tidak akan ada orang yang berani masuk ke ruangan aku sembarangan. " Bisik Rach.


Rach kembali berkata " diamlah sebentar aku tidak akan ngapa-ngapain hanya ingin memelukmu saja. " Lirih Rach


Suaranya yang lembut, dan terdengar lemas yang membuat Lina terdiam, setidaknya sampai Rach baikan, mungkin banyak pekerjaan yang menggangu pikiran dan kesehatan nya.


Sampai setengah jam kemudian Rach belum melepaskan pelukannya.


" Jangan begini ayok duduk dulu aku pegal " lirih Lina.


Rach mau tidak mau ia melepaskan pelukannya, setelah duduk Rach memangku Lina di pelukan dia masih ingin memeluk Lina tak lama, terdengar bunyi ketuk pintu.


" Tok,, tok,, tok,, maaf tuan kita sebentar lagi harus meating. " Dari balik pintu tersebut terdengar suara Rio asistennya Rach.


" Iya, tunggu lima menit " ucap Rach dengan nada yang cukup dingin.

__ADS_1


Mengganggu saja, tapi ini meating yang cukup penting.


Rach merapikan kembali jasnya, ia mulai menyiapkan beberapa berkas-berkas nya yang ia butuhkan.


" Kalau begitu aku pulang dulu. " Ucap Lina.


Rach menaruh kembali berkas-berkas nya dan menghampiri Lina yang sedang berdiri, ia merangkul pinggang Lina dan mencium kening lina.


" Tunggulah nanti aku di rumah, tapi kalau hari ini kamu bosan, kamu bisa meminta Silvi untuk mengantar kamu jalan-jalan. " Bisiknya.


Lina mengangguk kecil dan iapun pamit untuk pulang dulu, mendengar perkataan Rach ia memiliki rencana untuk pergi jalan-jalan.


Sedangkan Rach langsung ke ruang meating, tapi terlebih dahulu Rach meminta Lina untuk menunggu Rio mengantarnya sampai keparkiran.


Tak lama menunggu Rio menghampiri Lina yang sedang bersandar di tembok.


" Maaf nona menunggu ayok biar saya antar! " Ucap Rio sambil berjalan ke arah lift.


Lina mengikuti Rio, dan mereka pun turun ke parkiran, di situ Silvi sedang tidur mungkin karena terlalu lama menunggu Lina akhirnya ia tertidur.


" Baik nona, " ucap Rio dia pun kembali ke ruang meating yang sudah di tunggu oleh Rach


Lina menyinggungkan senyuman di bibirnya dia tertawa kecil melihat Silvi yang pulas tertidur. Lina mulai mengetuk pintu kaca mobil, beberapa kali mengetuk


Tok,, tok,, tok..


Tapi Silvi tidak bangun juga, harus pakai cara apa bangunnin nya, ternyata Silvi kalau sudah tertidur ia susah bangun juga.


Lina mulai mengetuk dengan sedikit keras dan akhirnya ia bangun juga.


" Maaf nona saya ketiduran. " Ucap Silvi sambil tertunduk pipinya memerah mungkin karena malu


" Tidak papa, ayok kita jangan pulang dulu temani aku jalan-jalan ke Pasar lama, saat aku liat berita di situ katanya banyak makanan tradisional di sana. " Ucap Lina sambil masuk kedalam mobil.


Silvi pun mengangguk, akhirnya mereka menuju ke pasar lama tersebut karena hari sudah semakin siang jadi jalanan cukup macet, sedangkan Lina tanpa sadar saat ia menunggu macet, dia malah tertidur di mobil.


Sampai satu jam kemudian, akhirnya mereka sampai di pasar lama, Silvi mencari tempat parkir yang aman dan tidak terlalu sesak agar nanti mereka bisa keluar dengan mudah, selesai mendapatkan tempat parkir Silvi membangunkan Lina.

__ADS_1


" Nona, bangun kita sudah sampai! " Ucap Silvi


Perlahan Lina mulai membuka matanya, ia melihat sekeliling yang sudah ramai, Lina pun mengedipkan matanya beberapa kali dia belum sepenuhnya sadar.


" Kita sudah sampai ? " Tanya Lina.


" Sudah nona. " Jawab Silvi.


" Kalau gitu ayok temani aku, sambil kita makan siang. " Ucap Lina.


Mereka pun turun dari mobil, sambil berjalan berdesak-desakkan Lina memilih tempat yang nyaman untuk dirinya dan Silvi makan nanti.


Ia melihat ada tempat makan yang cocok untuknya, walaupun bukan makanan tradisional tapi itu adalah makanan daerah yang cukup terkenal yaitu nasi Padang.


Lina pun memasuki tempat makan tersebut Silvi mengikutinya kemanapun ia pergi.


" Kamu suka makan ini? " Tanya Lina


" Suka kok non! " Jawab Silvi.


Mereka duduk di sebuah kursi dan Lina mulai memesan makanan tersebut, makan nasi Padang semua menu tersaji di meja makan jadi mereka tinggal pilih mau makan apa saja.


Lina maupun Silvi mereka makan dengan lahap, nasi Padang yang ada di pasar lama begitu enak. Selesai makan lina melanjutkan jalan-jalannya dia membeli begitu banyak makanan tradisional karena harga di pasar begitu murah dan terjangkau, Lina membelikan semua orang-orang yang ada di rumah Rach dan ia membeli sesuatu untuk ibunya dan mertuanya makanan kering jadi bisa bertahan lama.


Lina berniat mengirimkannya ke ibunya jadi ia membungkus dua kue kering tersebut agar bisa di kirim ke ibunya.


Setelah puas menikmati makanan yang enak-enak dan lagi sudah mulai sore akhirnya Lina pulang ia membawa begitu banyak makanan untuk ia bagikan.


" Banyak banget non!! " Ucap Silvi yang bahkan ia juga ikut membawanya.


" Iya buat nanti di rumah " jawab Lina sambil tersenyum.


Sesampainya di mobil Lina langsung memasukkan nya ke bagasi, dan setelah di bawa semuanya mereka pun pulang ke rumah, Lina yang sudah merasa kenyang karena dari tadi ia mencicipi semua makanan yang ia beli maupun tidak.


Sampai di rumah para pelayan membawa semua barang yang Lina beli, baru di situ ia bagikan kepada seluruh pelayan yang bekerja di situ selesai membagikan yang tersisa hanya untuk dirinya dan Rach.


Sedangkan yang di bungkus dua Lina meminta Silvi untuk mengirim kedua kue itu ke ibunya dan mertuanya.

__ADS_1


__ADS_2