Sisi Yang Kelam

Sisi Yang Kelam
tidak terima


__ADS_3

Mereka terus berpelukan, sampai Sore tidak melakukan apapun hanya berbaring di kasur saja. Walaupun begitu Lina merasa nyaman di pelukannya, Rach yang sudah tertidur pulas begitupun dengan Lina, terdengar suara keributan dari luar, entah apa yang terjadi Lina yang terbangun mendengarnya.


Dia mulai membuka matanya, badannya terasanya sangat kaku bagaimana tidak mereka terus berpelukan seharian ini.


Rach yang tertidur pulas Lina memindahkan tangan Rach dari pinggang nya, pelan-pelan Lina bangun dari tempat tidur.


" Kenapa berisik sekali. "


Sambil berusaha mencari tau apa yang sedang terjadi di luar Kayla pun menggunakan kardigan untuk menutupi tubuhnya karena ia hanya mengenakan baju tidur yang tipis.


Lina pun keluar dari kamarnya, dia melihat dari arah tangga, begitu terkejut dirinya, bagaimana tidak ibunya Rach sedang membuat keributan di bawah sampai membuat para pelayan kewalahan.


Lina yang tidak tau harus berbuat apa, diapun kembali ke kamar dan membangunkan Rach, Lina tidak berani berhadapan dengannya sebab waktu makan malam itu dia pertama kali bertemu.


Dan juga Rach melarang Lina untuk bertemu dengan ibunya, bila tidak sengaja bertemu Lina harus segera menghindar, karena menurut Rach Lina belum mengetahui sifat ibunya yang bisa melakukannya apa saja, apa lagi terhadap Lina.


" Rach,, bangun.. " sambil menggoyangkan tubuhnya Rach..


" Hmm.. " matanya terpejam dia sangat enggan untuk bangun, malah menarik Lina kepelukannya.


" Ehh,, tunggu apa yang kamu lakukan, di bawah ada Tante belva. " Ucap Lina kepada Rach.


**


Arthur Alvaro dan Belva Alvaro adalah orang tua Rach Alvaro, mereka dari keluarga yang sangat kaya raya, begitu menjaga kehormatan keluarga nya, Arthur Alvaro dia keturunan Amerika dan Indonesia, jadi mereka memulai bisnis di Indonesia setelah Arthur menikah dengan Belva tuan putri dari salah satu keluarga yang sangat terpandang dan di hormati di Amerika.


Saat Rach menginjak usia 20 tahun ayahnya Rach meninggal dunia di usianya yang ke 45 tahun. Sebagai Kakak tertua Rach harus meneruskan perusahaan ayahnya.


Semua perusahaan di berikan kepada Rach, mereka dua saudara, dan anak sulung Alvaro sekarang baru berusia 18 tahun.


Sedangkan Rach sekarang berusia 28 tahun.

__ADS_1


Aldo yang belum berhak untuk menanggung beban perusahaan, jadi semuanya di serahkan ke Rach.


Jadi saat ibunya Rach mengetahui Rach membeli wanita kampung dan menikahinya dia sangat marah dan tidak suka. Karena kalau orang luar sampai tahu, saham dan kerja sama mereka akan terganggu dan bisa menurun hanya karena gadis kampung.


Hal yang sangat tidak mungkin keluarga Alvaro menerima Lina.


\=\=\=


" Mama,, " sambil bangkit dari tidurnya, Rach mengeryitkan keningnya dia baru saja menikmati waktunya yang tenang kini jadi sangat berisik dan tidak tenang.


Rach bangun dari duduknya dan menepuk pundak Lina dengan sangat lembut.


" Kamu tunggu di sini jangan keluar. " Ucap Rach meninggalkan Lina di kamar seorang diri.


Rach mulai berjalan ke arah luar dan menghampiri ibunya yang sedang marah-marah di ruangan tamu, para pelayan sudah sangat kewalahan, sebab Rach pernah berpesan kepada mereka untuk tidak menggangu mereka berdua apapun yang terjadi.


Walaupun di bawah rusuh para pelayan tidak berani mengganggu Rach yang sedang tertidur dan istirahat.


" Rach,, apa-apaan ini kamu mempekerjakan pelayan yang tidak berguna, mereka dari tadi menghentikan mama untuk menemuimu, sangat tidak sopan. " Dengan wajah yang memerah Belva menahan emosinya yang hampir meledak.


" Maafkan kami tuan,, " mereka serentak membungkuk kepada Rach.


Rach mengangkat tangannya, menyuruh mereka untuk kembali bekerja.


" Aku yang menyuruh mereka untuk tidak mengganguku, hari ini aku lagi tidak enak badan makanya tidak mau di ganggu. " Ucap Rach sambil duduk di sofa.


" Aku ini ibumu bagaimana bisa kamu tidak ingin bertemu denganku. " Wanita itu masih sangat kesal.


" Kalau mama memberi tahu akan datang mana mungkin akan terjadi seperti ini. " Sambil memijat keningnya kepala Rach rasanya mau pecah mendengar ibunya marah-marah.


" Di mana wanita jalang yang gak tau diri itu, kamu harus mengusirnya dari sini, dia hanya ingin uang dan harta yang kamu miliki, lebih baik kamu menikah dengan Shinta dia dari keluarga terpandang dan ayahnya yang memiliki saham paling besar kalau kamu menikah dengan Shinta bisnis keluarga kita tidak akan ada duanya. "

__ADS_1


Sambil menghela napas Rach sangat enggan untuk menjawab obsesi ibunya, yang Belva pikirkan adalah kekuasaan.


" Aku tidak berminat mah, jangan memaksaku, kalau mama datang ke sini cuma ingin membahas masalah ini lebih baik mama menyerah dan pulang. " Ucapan Rach sangat dingin.


" Kamu ngusir mama!!! " Dengan suara yang lantang wanita paruh baya itu sangat marah mendengar ucapan Rach kepadanya.


" Ya. "


Rach bangun dari tempat duduknya dan kembali berkata.


" Aku tidak bermaksud mengusir Mama hanya saja kalau mama masih tetap membahas soal itu lebih baik mama pulang, dan satu lagi aku tidak akan membiarkan mama mengganggu Lina atau membahayakan nya. "


Ucapannya kepada ibunya sangat tegas dan tidak main-main, Rach meninggalkan ibunya yang masih berdiri di ruang tamu.


Wanita paruh baya itu kembali berteriak kepada Rach dengan sangat kencang..


" RACH!! "


" Kamu adalah anak mama dan mama yang mengandung kamu, hanya karena wanita murahan itu kamu berani menentang mama!! "


" Aku tidak menentang mama selama ini aku selalu memenuhi keinginan mama, masalah hidup pribadiku itu bukan urusan mama, aku yang menjalaninya, jadi mama tidak perlu ikut campur dan berusaha menjodohkan aku dengan Shinta, kalau mama berhenti aku pasti akan menuruti keinginan mama kecuali satu hal ini. "


Ucapan Rach sangat dingin kepada ibunya itu sampai wanita paruh baya itu tidak dapat menimpali perkataan Rach, Rach yang tidak puas dia kembali berkata.


" Dan lagi demi keinginan mama aku harus mengubur cita-citaku dan keinginanku dan melupakannya demi memenuhi keinginan mama untuk meneruskan perusahaan, bukankah mama sudah puas mengaturku dari dulu, bahkan untuk berteman saja mama mengaturnya, tapi aku tidak menentang mama, dan untuk sekali ini saja mama terima keputusan aku, ini keinginanku untuk yang pertama dan terakhir. "


Rach membalikkan badannya meninggal wanita paruh baya itu seorang diri, Rach puas dia sudah mengeluarkan unek-unek nya, tapi hatinya juga cukup sedih karena membuat ibunya harus kecewa dengan keputusannya.


Aku sudah memilih dan memikirkannya dengan matang, setidaknya yang aku inginkan mama menyetujui keinginanku. Hanya sekali ini saja, biarkan aku mengambil keputusanku sendiri mah..


\=\=\=\=

__ADS_1


Memiliki keluarga yang saling mendukung satu sama lain, adalah kebahagiaan yang sangat langka karena mereka menopang satu sama lain tanpa melepaskannya.


__ADS_2