
Hari demi hari ibunya Rach tidak banyak bicara seolah ia tidak peduli apapun yang lina lakukan, besok Rach pulang, suasana rumah jauh lebih baik dari dugaan Silvi tapi ibunya Rach tidak mau kembali dia ingin terus menunggu Rach kembali.
Tapi Lina seperti biasa ia setiap pagi membersihkan rumah membantu para pelayan, Lina melakukan nya tidak dengan paksaan tapi mereka tidak pernah duduk bersama baik di meja makan maupun sedang santai.
" Hey murahan,, berhenti lah mondar-mandir di depanku kamu tau bikin pusing saja. " Ucap ibunya Rach kepada Lina yang sedang menyapu.
Lina hanya menghela napas dan pergi begitu saja. Dia tidak ingin berdebat karena masih terlalu pagi.
Selesai merapikan rumah menyapu dan mencuci sisanya para pelayan yang melakukan, Lina kembali ke kamarnya, di saat Lina ingin beristirahat ibunya Rach berteriak dari bawah memanggil Lina.
Sambil menghela napas ia pun turun ke bawah, terlihat wanita tua itu sedang duduk di kursi meja makan.
Coba kalau tidak marah-marah padahal sangat cantik, tapi karena setiap hari berteriak ngeliat nya saja males. Yang ada nanti ibunya Rach nyerocos bae
Sambil berjalan ke arah Belva,
" Iya Tante? " Tanya Lina dengan lembut
__ADS_1
" Dasar tidak sopan, saya mau makan kamu bukannya menyiapkan makanan malah enak-enak tidur!! " Nadanya yang tinggi dan ketus
" Tidur?? " Lina mengulang kembali, jangankan tidur dia duduk saja belum dari tadi.
Tapi Lina kembali menghela napas dan mempersiapkan makanan untuknya, dan kebetulan Lina juga lapar.
Selesai menyiapkan makanan Lina bertanya " Tante boleh aku duduk? " Tanya Lina
Wanita paruh baya itu hanya mendelik tanpa menjawabnya, Lina yang tidak dapat Jawaban ia pun akhirnya duduk.
Selesai makan Lina kembali merapikan piring, tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya wanita itu selesai makan ia langsung kembali ke kamarnya sedangkan Lina mencuci piring terlebih dahulu.
Lalu Lina pun kembali ke atas, rumah Rach seperti biasa pasti akan terasa sepi hanya ruangan para pelayan yang selalu ramai terkadang Lina juga suka datang ke ruangan tersebut untuk menghilangkan rasa bosannya.
Sampai malam pun tiba Lina tidak bisa tidur, matanya terasa sangat kering dia begitu gelisah entah kenapa, dan Lina juga terus bertanya-tanya Rach hanya menelepon nya saat dia di rumah ibunya dan setelah itu Rach tidak menelepon lagi, dan kata Silvi sampai sekarang nomer Rach tidak dapat di hubungi.
Walaupun Lina merasa sangat khawatir tapi Rio sempat telepon ke telepon rumah bahwasanya mereka baik-baik saja dan Rach memang sengaja mematikan hp nya agar tidak ada yang menggangu, Lina yang tidak bisa tidur ia memandangi langit-langit yang cukup mewah dan unik, semakin lama matanya terasa berat, perlahan demi perlahan mata Lina mulai tertutup dan akhirnya ia pun tertidur.
__ADS_1
ESOK PAGINYA.
Di bawah sudah terdengar bising sekali Lina yang sedang tidurpun akhirnya kebangun, ia mulai meregangkan tubuhnya, dan langsung mandi. Selesai mandi Lina langsung turun kebawah.
Dan saat Lina sedang turun ia melihat ibunya Rach sedang memesan lauk seafood dan banyak kurir yang datang ke rumah.
" Ada apa? " Tanya Lina kepada salah satu pelayan.
" Nyonya sedang mempersiapkan makanan untuk tuan Rach. " Jawabnya.
Lina tidak ingin ikut campur urusan ibunya nya Rach Lina pergi ke dapur menyeduh coklat hangat.
Hari sudah siang, Lina mendengar dari ibunya Rach bahwa ia sedang di jalan menuju rumah mereka sudah turun dari pesawat, sedangkan dari tadi para pelayan begitu sibuk mengolah bahan makanan untuk kedatangan Rach.
\=\=\=\=\=
Mohon maaf SISI YANG KELAM ceritanya pendek author minta maaf karena lagi ada urusan jadi author tidak bisa terlalu panjang, tapi nanti kedepannya pasti kembali seperti biasa terimakasih kepada kalian semua yang sudah mendukung author dan memberikan like dan coment nya author sangat berterima kasih.
__ADS_1