Sistem Kekayaan : 7 Batu Bertuah

Sistem Kekayaan : 7 Batu Bertuah
Mengantar Tanya Pulang


__ADS_3

"Apakah mobil ini terlihat seperti van pengantar ikan?"tanya seorang pria dari dalam mobil.


Saat semua orang melihat pria itu,mereka menjadi kaget karena itu adalah George.


"Bagaimana bisa George mengendarai mobil sport mewah ini?"tanya salah seorang pria.


"Aku tidak tahu,tapi aku tahu bahwa mobil ini berharga puluhan jutaan"balas pria lain.


"Puluhan juta,ya ampun George,apakah aku boleh naik mobil ini bersamamu?"tanya salah seorang wanita.


"Jangan George,aku saja" kata wanita lain.


"Aku dulu yang meminta,kau besok saja"balas wanita lain.


"Enak saja"ke dua wanita itu lalu bertengakar.


"Maaf,aku sudah punya penumpang"kata George lalu menginjak pedal gas nya.


"Vrooooooom".


Di ikuti raungan mobil yang mantap,mobil George melaju meninggalkan rombongan teman sekelas SMA nya.


"Bagaimana George bisa tiba-tiba kaya,apakah dia mempunyai keluarga yang kuat?"tanya seorang pria.


"Tidak,tidak mungkin,dia adalah mahasiswa miskin,apalagi dia adalah anak panti asuhan,bagaimana mungkin dia bisa mempunyai keluarga yang kuat"balas seorang pria sambil menggelengkan kepalanya,pria itu adalah Joe,dia menolak percaya jika George adalah orang kaya.


"Benar,tidak mungkin George mendadak kaya,dia pasti menyewa mobil itu,ya,dia pasti menyewanya untuk menjebak para gadis"kata seorang wanita sambil menggelengkan kepalanya juga,dia adalah Giya.


"Betul,aku mendengar dia telah memenangkan uang 100 ribu dolar dari Kevin dari kelas Manajemen"balas seorang wanita yang juga berkuliah di Sunny University.


"Aku pikir itu masuk akal"kata salah seorang pria.


"Sial,aku bahkan menawarkan diriku padanya tadi,untung aku tidak masuk perangkap George"umpat salah seorang wanita yang kini berhenti berkelahi.


"Benar,tapi aku merasa kasihan pada Tanya,dia pasti akan di apa-apakan oleh si miskin itu"balas lawan berkrlahi nya.


Di sudut tempat,Sebastian sudah menjauh dari kerumunan sejak tadi,dia sangat marah ketika George benar-benar menggunakan mobil sport mewah membawa Tanya bersamanya,dia lalu mengambil telponnya dan menghubungi seseorang.


"Halo,apakah ini Red Bull?"tanya Sebastian pada orang di ujung lain telpon.


"Benar,siapa ini yang menelpon?"orang di ujung telpon balas bertanya.


"Ini Sebastian Hale"jawab Sebastian.

__ADS_1


"Oh,rupanya tuan muda Hale,apakah ada yang bisa di bantu?"tanya orang bernama Red Bull.


"Aku punya pekerjaan untuk mu,apakah kau mau mengambilnya?"tanya Sebastian.


"Aku yakin tuan muda Hale sudah tahu aku,kalau bayarannya bagus dan itu bukan menyangkut orang penting maka aku pasti akan mengambilnya"jawab Red Bull.


"Bagus,aku ingin kau menghabisi seseorang,aku akan mengirimkan ciri-cirinya kepadamu,dia sekarang sedang dalam perjalanan ke sebuah rumah di daerah Perumahan Hijau Asri,dia menggunakan mobil Lamborghini Venemo, dan untuk bayarannya aku akan transfer segera"kata Sebastian.


"Tunggu,Lamborghini Venemo?Bukankah itu mobil mahal, pemiliknya pasti orang penting"teriak Red Bull dari ujung telpon.


"Tenang saja,dia hanya menyewanya,dia adalah teman SMA ku,dia juga adalah seorang anak panti,jadi dia tidak punya latar belakang yang kuat"balas Sebastian.


"Oh,jadi hanya menyewanya,baiklah tuan muda Hale,aku akan menjalankan tugas dulu"lalu Red Bull menutup telponnya.


Saat telpon ditutup,Sebastian memunculkan senyum yang mengerikan.


'George,kau mengganggu rencanaku,jangan salahkan aku untuk berlaku kejam padamu' batin Sebastian,lalu dia membuka aplikasi bank nya dan mentransfer sejumlah uang kepada Red Bull.


Disisi lain saat Red Bull menerima notifikasi dari akun bank nya,dia tersenyum saat melihat angka nominalnya,lalu dia berdiri dan berteriak kepada orang-orang disekitarnya.


"Bersiaplah,kita mempunyai pekerjaan,setelah selesai aku akan mentraktir kalian di bar,kita akan berpesta sampai mabuk"teriak Red Bull.


"Ya,Red Bull"balas orang-orang disekitar dengan serempak.


"Benar,setelah selesai kita akan menentukan siapa yang paling kuat menahan mabuk"balas pria lain.


"Aku setuju,kita akan menentukan rajanya minum"balas pria lain lagi.


Lalu sekelompok orang itu menaiki motor mereka mengikuti motor Red Bull yang berjalan ke arah Perumahan Hijau Asri.


......................


Di tempat George dan Tanya,mereka telah sampai didepan rumah nenek Tanya.


"Sudah sampai,kau bisa turun sekarang"kata George.


Tanya mendecakan lidah"Baiklah,kenapa aku merasa kau seperti tidak memperbolehkan aku duduk lama di kursi mobil mewah mu ini".


"Bukan seperti itu,aku yakin nenekmu sudah sangat cemas sekarang karena kau baru pulang tengah malam"balas George.


"Benar juga,baiklah aku akan turun sekarang"Tanya kemudian buru-buru turun dari mobil dan berjalan ke arah pintu rumah neneknya.


Tapi sebelum dia mencapai halaman,pintu rumah itu terbuka dan keluarlah seorang wanita tua dari dalam rumah yang membawa sebuah kemoceng.

__ADS_1


"Beraninya cucu yang satu ini pulang larut malam"kata Nenek Tanya dengan dingin.


"Nenek,bukankah sudah ku berotahukan bahwa aku sedang reuni"balas Tanya.


"Masih berani menjawab,aku yakin kau sekarang menjadi kurusan karena anak yang tidak berbakti itu tidak pernah menegurmu untuk tidak pulang malam,Tanya,lebih baik kau pindah saja kesini,aku akan jamin berat badanmu naik seperti dulu lagi" kata Nenek Tanya.


"Tidak mau,aku mau bentuk tubuh yang bagus"sanggah Tanya segera.


"Baiklah kalau kau mau begitu,cepat kemari,nenek mau menghukummu karena pulang larut malam hanya untuk menghadiri acara yang tidak jelas"Nenek Tanya mengangkat kemocengnya.


"Tapi nek.."rengek Tanya.


"Tidak ada tapi-tapi,cepatlah kemari"kata Nenek Tanya sambil berjalan mendekati Tanya.


Saat Nenek Tanya hampir sampai di tempat Tanya,pintu mobil di belakang Tanya tiba-tiba terbuka dan keluarlah seorang pria muda yang tak lain adalah George dari dalamnya.


"Halo nek"sapa George pada Nenek Tanya.


Nenek Tanya menyipitkan matanya untuk melihat George, tapi di usia senjanya dia merasa kesulitan untuk melihat dan mengenali George.


"Jadi kau yang membawa cucuku pergi dan pulang hingga larut malam begini,aku akan memukulmu"Nenek Tanya mendekati George dan hendak memukulnya,tapi saat mendekat kepada George,dia akhirnya dapat melihat dan mengingat George.


"Kau,kau George kan?"Nenek Tanya menjatuhkan kemocengnya.


"Ya nek,aku George"jawab George.


"Ya ampun George,sekarang kau sudah besar ya,ayo,ayo masuk dulu,aku akan membuatkan coklat panas untukmu,dulu kau dan Tanya suka sekali minum coklat panas buatanku saat Tanya sedang menangis dan curhat padamu"kata Nenek Tanya.


"Nenek"Tanya menginjak tanah dan berteriak pada neneknya karena mengungkit kejadian masa lalunya.


"Kenapa kau berteriak pada nenek?Itu semua benar kan nak George"kata Nenek Tanya.


"Ha ha ha,benar sekali,tapi nek,aku harus pulang sekarang karena sudah larut,sebelumnya terima kasih atas tawaran coklat panasnya nek"kata George.


"Begitu ya"wajah Nenek Tanya menjadi kecewa "Baiklah,kalau kau mau pulang,tapi jika kau mampir kesini silahkan saja,pintu rumah nenek selalu terbuka untuk mu" balas Nenek Tanya.


"Baiklah nek,aku pulang sekarang ya"George masuk kembali ke dalam mobilnya dan melaju pergi dari Perumahan Hijau Asri itu.


"Huh,kau menyukai nak George kan Tanya?"tanya Nenek Tanya.


"Benar"jawab Tanya tanpa sadar sambil melihat ke arah mobil George pergi.


Tanya baru sadar akan pertanyaan neneknya,dia lalu mendengus"Apa yang sebenarnya nenek katakan,huh" Tanya kemudian berjalan ke arah rumah.

__ADS_1


"Tunggu,nenek belum menghukummu"teriak Nenek Tanya sambil mengikuti Tanya.


__ADS_2