
"Apa yang anda katakan guru?Apa anda berpikir orang yang tidak jelas datang darimana itu dapat menyembuhkan penyakit yang bahkan anda yang dielu-elukan sebagai dokter terhebat nomor 2 tidak bisa menyembuhkannya?"tanya Edison dengan suara tinggi.
Dokter Stanley seketika menampar Edison setelah mendengar pertanyaanya"Kau memang murid kesayanganku,namun jika kau berani meremehkan seseorang yang dapat melakukan teknik pengobatan itu maka aku tidak akan segan untuk mengeluarkanmu dari pendidikanku.Ini adalah peringatan terakhir kalinya untukmu Edison Crambeel"ucap dokter Stanley dengan marah,lalu dia berbalik dan kembali mengamati cara Darius melakukan pengobatan,tak lupa dia juga mencatat setiap gerakan yang dilakukan Darius.
Edison yang ditampar seketika langsung terdiam,dia tahu gurunya benar-benar marah dan dia tahu bagaimana nasibnya nanti jika gurunya mengeluarkannya.
Kembali ke ruangan,setelah 30 menit akhirnya Darius selesai melakukan pengobatan.Sekarang ia hanya perlu menunggu tuanya selesai meracik obat berdasarkan resep yang dibuatnya.
Tak lama George datang dengan mangkuk yang tertutup,George memberikan mangkuk itu kepada Yumi untuk diminumkan kepada ibunya.
Yumi menerima mangkuk dari George,dia lalu membuka tutup dari mangkuk dan seketika bau harum menyeruak dari dalam mangkuk tersebut dan bau hatum itu memenuhi ruangan,bahkan sampai tercium dari luar.
__ADS_1
"Bau harum dari mana ini?"tanya Edison dan Dokter Herry bersama-sama,hanya dokter Stanley yang terdiam,namun matanya dipenuhi semangat,dia terus mengamati apa yang terjadi didalam melalu kaca kecil dipintu.
"Ayo Yumi,aku akan membantu mendudukan ibumu"ucap George,Yumi pun segera meminumkan obat yang dibuat oleh George secara perlahan kepada ibunya.
Setelah semua obatnya habis,George kembali menidurkan kembali ibunya Yumi.Tak menunggu lama untuk obat itu bereaksi,jari-jemari ibunya Yumi mulai bergerak sedikit,mulutnya sedikit berkedut dan matanya mulai bergetar sebelum akhirnya dia membuka matanya untuk pertama kali setelah sekian lama tertidur.
Yumi yang melihat ini tak dapat membendung air matanya lagi,dia segera berlari menuju ibunya dan memeluknya,menumpahkan tangisnya dan meluapkan rasa rindu dan khawatir yang terus menghantuinya,khawatir akan ditinggalkan ibunya sebelum ia bisa mengbanggakannya.
"Baik tuan"balas Darius,dia bersama George lalu berjalan menuju pintu keluar.
"Kenapa pintunya terkunci?"tanya George.
__ADS_1
"Sebenarnya saya yang menguncinya tadi tuan.Entah mengapa saya merasa bahwa orang-orang diluar akan masuk dan mengganggu konsentrasi saya saat melakukan pengobatan"jawab Darius.
"Begitu ya"ucap George,dia lalu menyuruh Darius untuk membuka pintunya kembali.Saat pintu sudah terbuka,George dan Darius langsung disambut tatapan sinis oleh Edison dan Dokter Herry,namun berbeda dengan dokter Stanley,matanya dipenuhi semangat seakan ingin menghujani Darius dengan beribu-ribu pertanyaan.
"Tuan...tuan Darius"panggil Dokter Stanley.
"Wah,Dokter Stanley ternyata bisa berlaku sopan juga"balas Darius dengan cuek,Edison yang melihatnya sangat jengkel.Ingin sekali dia maju dan menghajar Darius karena berperilaku tidak sopan meskipun gurunya sudah sangat sopan.
"Ahh,tidak tuan Darius.Saya tadi tidak dapat melihat kemampuan anda"jawab Dokter Stanley"Kalau boleh saya tau,apakah teknik pengobatan yang anda lakukan adalah salah satu teknik pengobatan kuno,teknik 101 derita raja?"tanya Dokter Stanley.
Darius sedikit terkejut dengan pertanyaan Dokter Stanley "Kau tau tentang 101 derita raja?"tanya balik Darius.
__ADS_1