Sistem Kekayaan : 7 Batu Bertuah

Sistem Kekayaan : 7 Batu Bertuah
Pemilik Saham Mayoritas


__ADS_3

Beberapa waktu sebelumnya...


"Kira-kira George menelpon siapa ya?''tanya Alex.


"Entahlah,ibunya mungkin"jawab Jo yang masih berjalan terpincang-pincang dibantu Alex.


"Iya juga,dia paling senang jika ibu pantinya menelpon" kata Alex.


"Sudahlah,dia juga punya urusan sendiri,yang terpenting sekarang apakah William sudah mendapatkan meja yang dipesan"kata Jo mengganti topik.


"Apa?Bagaimana bisa?"teriak William yang ada di depan meja resepsionis,teriakan William mengundang Alex,Jo dan yang lainnya mendekat.


"Ada apa Will?Kenapa kau teriak-teriak begitu?"tanya Apex pada William.


"Ini,padahal aku tadi siang sudah melakukan reservasi disini,tapi resepsionis bilang bahwa namaku tidak ada di dalam daftar tamu"jawan William dengan sebal.


"Nona,apakah benar nama teman saya tidak ada di daftar orang yang sudah memesan tempat?Coba di cek sekali lagi"pinta Alex pada wanita resepsionis.


"Benar tuan,kami tadi sudah mengeceknya berkali-kali dan memang nama William Patrikson tidak ada didaftar orang yang sudah memesan tempat"balas wanita resepsionis itu.


"Bagaimana ini Will?Mungkinkah kamu memang belum memesan tempat disini?"tanya Aquilla dengan cemas.


"Tidak,aku benar-benar sudah memesan tempat disini,aku bahkan mempunyai bukti bahwa aku sudah membayar uang muka"jawab William.


"Coba panggilkan aku manajermu,aku akan coba bertanya padanya"kata William pada wanita resepsionis.


"Manager kami sedang sibuk,jadi anda tidak mungkin untuk bertemu dengannya"jawab wanita lain yang datang dari dalam restoran,dia mungkin senior dari wanita resepsionis.


"Dina,Kenapa banyak sekali orang disini?"tanya wanita itu pada resepsionis bernama Dina.


"Ini,Karen..tuan disini mengatakan bahwa dia sudah melakukan reservasi,tapi namanya sama sekali tidak ada di buku daftar tamu"jawab Dina pada wanita bernama Karen.


"Kalau begitu usir mereka,atau tamu lain akan terganggu oleh kehadiran mereka semua"kata Karen dengan nada membentak pada Dina.


"Baik-baiklah saya akan mengusir mereka segera"jawab Dina lalu dia menopeh ke arah Alex dan William.


"Tuan-tuan mohon maafkan saya sebelumnya,tapi dimohon agar kalian pergi dari sini agar tidak mengganggu tamu yang lain"kata Dina pada Alex dan William.


"Apakah itu cara mengusir orang,biar aku saja yang mengusir mereka"kata Karen karena tidak puas dengan cara Dina mengusir William dan yang lain.

__ADS_1


"Dimana penjaga keamanan?Disini ada pengganggu,tolong usir mereka"teriak Karen memanggil penjaga.


Lalu sekelompok orang berbadan kekar berpakaian penjaga datang menghampiri mereka.


"Ada apa nona Karen?Apa ada yang bisa kami bantu?"tanya salah seorang penjaga,dia terlihat seperti kapten penjaga.


"Orang-orang disini mencoba membuat keributan,cepat usir mereka"kata Karen.


"Berani sekali mereka membuat keributan disini,semuanya usir mereka keluar dari sini,pukul saja jika ada yang mencoba melawan"kata kapten penjaga,lalu semua penjaga mengelilingi William dan yang lain yang tentu saja ketakutan,mereka semua perempuan dan mereka disini juga untuk makan,bukan malah berkelahi dengan penjaga.


"Oh,bukankah ini William?Kebetulan sekali kita bertemu disini"kata salah seorang yang baru datang bersama kelompoknya.


William yang panggil secara alami menoleh ke arah suara itu,lalu dia melihat Rio dan yang lainnya mendekat ke arah mereka.


"Ngomong-ngomong William,kenapa kalian ada disini,apakah kalian disini untuk meminta makanan sisa atau yang lainnya?''ejekan Rio ini disambut tawa oleh teman-temannya,ejekan Rio pula membuat wajah William dan kelompoknya menjadi gelap.


"Andai saja kakiku tidak sakit,aku pasti akan memukulmu habis-habisan"ancam Jo pada Rio.


"Uuu,andai kakimu tidak sakit sekalipun kau tidak akan pernah bisa memukulku"kata Rio tidak merasa terancam, lalu dia menoleh ke arah Karen.


"Karen,apa kau sudah menyiapkan ruangan milikku?"tanya Rio pada Karen.


"Apa?Ruang nomor 46"teriak William kaget.


"Memang ada apa dengan ruang 46 Will?"tanya Alex.


"Itu ruang yang aku pesan,kenapa sekarang ada pada Rio" jawab William.


"Oi,oi,oi,itu bukan salah ku,mungkin saja kau kurang dalam hal pembayaran uang muka"kata Rio.


"Kembalikan ruangan itu padaku,aku sudah memesannya khusus untuk malam ini"William mendekati Rio,tapi dia dihalangai oleh para penjaga.


"Sadarilah posisi mu William,perbedaan diantara kita terlalu besar,meskipun tadi siang kau menang dalam bermain basket,pada akhirnya itu juga karena teman-temanmu, sadarilah bahwa kau sendiri tidak punya apa-apa,jika kau memang mencintai Aquilla,serahkan dia padaku,karena dia hanya akan menderita jika bersamamu"kata Rio.


"Tidak akan,aku sangat mencintainya dan aku tidak akan membuatnya menderita jika bersamaku"balas William dengan tegas.


"William..."Aquilla yang ada dibelakang tersentuh oleh kata-kata William.


"Yo William,kenapa kau masih ada disini?Apakah kau masih belum mendapatkan kamarnya?"tanya orang yang baru datang yang tidak lain adalah George.

__ADS_1


"Begini George,sebenarnya...."kemudian William menceritakan segala kejadian selama George pergi,mulai dari namanya yang tidak ada di daftar buku tamu sampai mengetahui bahwa kamarnya telah direbut oleh Rio.


"Jadi begitu"kata George sambil menganggukan kepalanya, lalu dia mengambil ponselnya dan mengirim pesan ke seseorang.


Awalnya George cukup terkejut karena William memilih restoran ini,bukan karena restoran ini terbilang mahal,tapi karena restoran ini berada di bawah naungan perusahaan George sebagai pemegang saham mayoritas.


"Hei William,memangnya temanmu ini bisa apa?Memang aku mengakui bahwa dia bisa bermain basket dengan cukup hebat karena bisa mengalahkan kapten,lalu setelah itu apa,dia sama saja denganmu,sama-sama miskin" cemooh Rio.


"Jaga mulutmu itu,jangan pernah kau menghina temanku" William marah karena George di hina.


"Tenang Will,kita lihat saja siapa yang bisa masuk dan makan disini dan siapa yang akan diusir keluar?"kata George sambil menenangkan William.


"Haaa,kau menantangku ya,baiklah Karen,bawa kami masuk"kata Rio.


"Baiklah,ikuti aku,aku akan mengantarmu ke ruang pribadi" balas Karen lalu hendak melangkah pergi sebelum seorang pria paruh baya keluar dari lift dengan tergesa-gesa dan bercucuran keringat.


"Manager".


"Manager".


"Manager".


Sapa semua karyawan,termasuk Karen,Dina,dan para penjaga.


"Siapa disini yang bernama William Patrikson?"tanya manager itu.


"Saya tuan"jawab William sambil mengangkat tangan.


Manager itu langsung mendekati William dan menyapanya dengan hormat.


"'Mari tuan,saya akan membawa anda dan teman-teman anda menuju kamar tipe 3"kata manager itu.


"Apa?Pak manager,bukankah kamar tipe 3 itu ruangan mewah,mana mungkin kita membiarkan orang miskin ini menggunakannya"kata Karen dengan spontan.


"Diam kau!Siapa yang menyuruhmu bicara,setelah ini temui aku diruanganku"teriak manager itu pada Karen,dia mana bisa menolerir Karen,tadi saat dia masih duduk santai dikursi managernya,dia mendapatkan pesan dari orang kedua diperusahaan pemilik saham terbesar restoran ini, pesan itu mengatakan bahwa pemilik perusahaan ada direstoran ini dan sedang bersama orang bernama William Pattrikson,manager diperintahkan untuk menyambutnya dan melayaninya dengan baik atau jabatannya akan dicopot.


"Mari ikuti saya"lalu dia meminpin jalan untuk William dan kelompoknya yang masih belum mengrerti situasinya.


"Ayolah,kita sudah diperbolehkan masuk,apa kau akan tetap menunggu disini"kata-kata George menyadarkan semua orang,lalu mereka berjalan mengikuti manager restoran.

__ADS_1


__ADS_2