
"Berapa harga liontin ini?"tak memperdulikan kartu atmnya yang jatuh,pacar Regina bertanya untuk memastikan telingannya apakah berfungsi dengan benar.
"500.000 dollar tuan"jawab Vay.
"5..500...500.000 dollar,apakah toko ini mau merampok?"teriak pacar Regina dengan marah.
"Sayang,kenapa kau marah-marah?"tanya Regina khawatir.
"Regina,ayo pergi dari sini.Toko jelek ini hanya mau merampok pelanggan saja"ucap pacar Regina lalu menarik Regina pergi di ikuti ke dua teman Regina.
"Apakah nona Regina yang sok kaya dan pacarnya hanya membual?"ucapan George sontak membuat mereka berempat terhenti.
George senang saat tahu bahwa liontin "Cinta Kasih Ibu" tidak jadi terjual,tapi dia lebih senang lagi ketika mendapatkan kesempatan untuk membalas perlakuan mereka kepada adiknya.
Pacar Regina berbalik dan memandangi George"Apa yang kau bilang tadi?"tanya pacar Regina sambil mendelik.
__ADS_1
"Kalian membual tentang kekuatan si kaya dan si miskin tentang kemampuan membeli perhiasan,namun pada akhirnya kalian juga tidak bisa membelinya"ucap George sambil mengejek.
"Lalu kenapa kalau kami membual?Kau juga tadi membual tentang Aurora yang bisa membeli perhiasan disini dengan mudah"teriak Regina sambil menunjuk George.
"Siapa bilang aku membual,Aurora memang bisa membeli perhiasan disini dengan mudah"ucap George santai,dia lalu mengambil kartu atmnya dan memberikannya kepada Vay.
"Pak manager,tolong gesek kartuku"ucap George.
Vay merasa tidak senang,dari pertikaian George dan Regina,dia tahu bahwa pihak George adalah pihak miskin,dia sudah pesimis apakah George bisa membelinya atau tidak.Tapi demi keprofesionalannya,Vay tetap menyuruh bagian kasir untuk membawa mesin EDC agar dia bisa menggesek kartu ini.
"Beep beep".
Mesin EDC mengeluarkan bunyi yang tidak diharapkan semua orang,pembayaran senilai 500.000 dollar telah dilakukan dan tidak ada keraguan sama sekali saat melakukan transaksi ini,betapa kayanya pemuda ini.
Saat itu pikiran semua orang disini terhadap George dan Aurora telah berubah,begitupula pandangan mereka terhadap Regina dan yang lain.
__ADS_1
Awalnya mereka mengira Aurora adalah si miskin yang berpura-pura kaya didepan teman sekelasnya,namun siapa yang menduga kalau yang terjadi malah sebaliknya.
"Bagaimana?Aku tidak membual bukan,Aurora memang bisa membeli perhiasan ini dengan mudah"suara George memecah keheningan disana.
Regina tersadar,dia sangat kaget dengan apa yang dilakukan George,begitupula Aurora,dia tidak tahu darimana kakaknya mendapatkan uang sebanyak itu.
"Lihat wanita disana,aku merasa dia mengandalkan tubuhnya untuk membujuk pacarnya untuk membeli perhiasan disini,tapi siapa sangka pacarnya tidak memiliki cukuo uang,namun disisi lain,perempuan yang satu lagi ingin merendah tapi siapa sangka kakaknya mempunyai uang yang sangat banyak"bisak para pengunjung toko yang lain.
Regina yang mendengar itu menjadi suram,memang benar tadi malam dia berusaha sangat keras untuk memuaskan pacarnya agar mau membelikannya perhiasan disini,tapi siapa sangka pacarnya tidak mempunyai cukup uang.
Regina yang sudah tidak tahan lagi menarik lengan pacarnya untuk segera pergi dari toko ini,kedua temannya juga mengikutinya dari belakang.
Aurora yang melihat ini merasa senang,akhirnya dia bisa melihat Regina melarikan diri dengan rasa malu.
"Pak,tolong bungkus liontin ini seperti untuk hadiah ulang tahun"pinta George kepada Manager Vay.
__ADS_1
"Baiklah tuan,kami akan segera membungkusnya"balas Manager Vay dengan sopan,dia lalu memerintahkan karyawannya membungkus liontin itu sebagus mungkin,serapi mungkin,dia juga mempersilahkan George dan Aurora duduk ditempqt yang sudah dipersiapkan.