
"Oh,aku punya kejutan lagi"ucap George lalu mengambil hpnya.
"Kurasa sudah cukup George,ibu sudah tidak sanggup menerima kejutan lagi"balas Agnes,dia merasa kejutan itu akan untuknya.
George menatap Agnes"Sepertinya kau salah paham bu, kejutan ini bukan untukmu tetapi untuk adik-adikku tercinta ini"balas George.
George membuka hpnya dan menghubungi seseorang lewat panggilan video.Saat panggilan video itu terhubung,George mengedipkan matanya sebagai tanda agar orang diseberang telpon itu menjalankan rencananya.
"Oh hai George,bagaimana kabarmu?Kudengar ibumu sedang berulang tahun ya?"tanya orang itu,dari suaranya dapat dipastikan dia adalah wanita.
Diseberang meja,meskipun terdengar samar,tapi Aurora dapat mengenali suara ini dengan jelas.Dia hendak bertanya pada kakaknya tapi tidak mendapatkan kesempatan.
"Kau benar sekali,aku akan memberikan hp ini ke ibuku agar kau bisa mengucapkannya sendiri"ucap George,lalu dia memberikan hpnya kepada Agnes.
"Selamat ulang tahun tante"ucap orang di video.
"Ah,terima kasih,kau temannya George ya,kau terlihat cantik sekali"puji Agnes,lalu mereka mengobrol sebentar sebelum Agnes mengembalikan hp George.
"Kak....kakak...."George ingin mematikan hpnya tapi dia mendengar sebuah suara memanggilnya,dia adalah Aurora.
"Ada apa Aurora?"tanya George.
"Apa...apa itu adalah Sylvia?"tanya Aurora sambil terbata-bata.Saat mendengar pertanyaan ini,George tersenyum menghadap Aurora,rencananya sukses dijalankan.
"Kalau aku tidak salah ingat namanya memang Sylvia"jawab George sambil pura-pura mengingat.
"Boleh aku pinjam hpmu kak,aku ingin melihatnya"pinta Aurora.
__ADS_1
"Tidak boleh"jawab George langsung.
"Pliss kak,pliiisss,aku akan melakukan apapun untuk itu" pinta Aurora dengan sangat.
George berpikir-pikir"Ah,aku ingat perdebatan kita beberapa hari yang lalu.Bagaimana kalau kau mengakuiku sebagai anak kesayangan ibu,setelah itu aku akan meminjamkannya"ucap George.
"Ah,itu...."Aurora berpikir keras,dia menggigiti bibirnya sendiri.Setalah beberapa waktu akhirnya dia mengiyakan permintaan George.
"Baiklah,ka..ka..kakak George a...adalah anak kesayangan ibu"ucap Aurora dengan berat.
"Ha ha ha,karena aku anak kesayangan ibu maka akan kupinjamkan ponselku"ucap George sambil menyodorkan ponselnya.
Tak menunggu lama Aurora langsung menyambar ponsel milik George untuk melihat apakah kakaknya sedang melakukan panggilan video kepada idolanya,dan alangkah terkejutnya Aurora saat melihat wajah idolanya ada diponsel George.
"Oh,jadi kau adalah adiknya George.Kau tetlihat sangat cantik,perkrnalkan,namaku Sylvia Lumber"ucap Sylvia memperkenalkan dirinya.
Mereka mulai bercakap-cakap,adik-adik dari Aurora juga mendekatinya karena ingin melihat idola kakaknya,yang selalu diceritakan setiap saay setiap waktu.
"Oh ya Aurora,aku dengar dari George bahwa kau memliki suara yang bagus serta ingin menjadi artis,apakah itu benar?"tanya Sylvia,ini termasuk rencana George.
"Apakah kakakku menceritakan itu padamu,suaraku tidak sebagus apa yang dia katakan"ucap Aurora dengan wajah malu,dia berani bilang begitu hanya kepada keliarganya saja,jika didengar orang lain dia akan merasa malu.
"Sebenarnya aku bisa mengajakmu untuk bergabung dengan petusahaan kami,tapi kamu sangat membutukan ijin dari kakakmu"ucap Sylvia.
Mendengarnya Aurora sangat senang,apakah dia bisa mewujudkan impiannya,tapi Aurora merasa aneh kenapa dia harus meminta ijin kakaknya.Namun Aurora menggelengkan kepalanya tidak peduli,dia hanya menatap George untuk meminta jawaban.
"Aku bisa mengijinkannya kalau kau memenuhi 2 syarat.Pertama kau harus rajin belajar sehingga kau mendapatkan nilai terbaik saat lulus SMA nanti.Kedua kau boleh menjadi artis tapi kau juga harus membagi waktumu untuk kuliah juga"ucap George.
__ADS_1
"Wah selamat Aurora,aku pasti akan membimbingmu menjadi artis setelah kau lulus bangku SMA nanti"ucap Sylvia.
"Benarkah,asyik"ucap Aurora sambil melompat-lompat,dia lalu mendekati George dan memeluknya"Terima kasih kak,aku sayang kakak".
George hanya menggelengkan kepalanya dan membalas pelukan adiknya.Meskipun mereka semua yang duduk disini tidak ada yang memiliki hubungan darah dengannya,tapi George sudah menganggap mereka semua adalah keluarganya yang sebenarnya.
Malam semakin larut,Aurora sudah mengembalikan ponsel George,dia takut mengganggu Sylvia karena mungkin dia akan sibuk besok.
Agnes menuju kamar anak-anak kecil untuk menidurkannya,sedangkan Aurora menuju kamar anak-anak besar wanita dan George menuju kamar anak-anak besar pria.
Setelah keluar dari kamar,George melihat ibunya sedang merenung di ruang tunggu,George melihat wajah sedih ibunya.
"Apa ibu sedih karena anak-anak yang lain tidak datang ke ulang tahun ibu?"tanya George tiba-tiba,hal itu menyebabkan Agnes kaget dan segera menghapus kesedihannya.
"Ah,George,ibu jadi kaget.Apa kau ingin pulang,kenapa tidak menginap disini saja?"tanya Agnes yang sudah menyunggingkan senyum.
George tidak menjawab melainkan menunggu jawaban ibunya.
Agnes paham akan maksud George"Ibu sama sekali tidak sedih dengan ketidakhadiran saudara-saudaramu,ibu tahu mereka mempunyai jalan masing-masing sehingga tidak bisa hadir disini.Sebenarnya ibu sudah sangat senang dengan adanya anak-anak disini,apalagi kamu hadir disini,rasanya ibu sudah sangat senang"jawab Agnes.
"Baiklah kalau begitu,sekarang sudah malam,tidak baik untuk ibu jika begadang terlalu larut,lebih baik ibu tidur sekarang"ucap George,ibunya sekarang sudah tua,sudah lebih dari 40 tahun.
"Baiklah ibu akan tidur,lalu bagaimana denganmu?Malam sudah larut dan sangat berbahaya untukmu keluar sendirian,ibu ingin kau menginap disini,ibu akan menyiapkan kamar untukmu dulu"pinta Agnes.
"Baiklah bu,aku akan menginap disini,tapi ibu tidak perlu menyiapkan kamar,aku bisa tidur disofa saja"ucap George.
Agnes hanya mengangguk setuju,dia lalu mengambilkan selimut untuk George agar dia tidak kedinginan.
__ADS_1