Sistem Kekayaan : 7 Batu Bertuah

Sistem Kekayaan : 7 Batu Bertuah
Kapal Pesiar


__ADS_3

"Wah,ruang makan ini begitu besar"kata salah seorang wanita di kelompok William.


Manager yang mendengar itu tersenyum,meskipun dia tidak tahu yang mana pemilik perusahaan,tapi dia menganggap pujian itu dari beliau.


"Silahkan duduk,saya yang akan mentraktir makanannya malam ini,jadi kalian semua boleh makan sepuasnya" kata manager dengan sopan.


"Benarkah kami boleh makan sepuasnya?"tanya wanita yang agak gendut untuk memastikan pendengarannya apakah berfungsi dengan baik.


"Tentu saja,pelayan,cepat sajikan makanan-makanan terbaik yang kita miliki"kata manager itu,lalu beberapa pelayan datang satu persatu membawa banyak makanan yang terlihat sangat lezat dan nikmat.


"Silahkan dinikmati,kalau ada yang kurang anda semua bisa memanggil saya atau para pelayan"kata manager itu lalu minta undur diri.


"Will,bisakah kita makan disini?Aku merasa ada yang tidak beres''bisik Alex pada William karena merasa ada yang janggal.


"Aku juga merasa begitu,padahal aku memesan kamar tipe 1,tapi kenapa kita malah dilayani di kamar tipe 3,aku takutnya pria paruh baya itu salah mengenali orang"balas William.


"Ha ha ha,kau tidak usah curiga begitu,mungkin dia tahu bahwa kau menerima ketidakadilan dari wanita bernama Karen dibawah,jadi dia mentraktir kita disini sebagai permintaan maaf"kata George yang tidak sengaja mendengar pembicaraan Alex dan William.


Lalu George berdiri"Teman-teman,mohon perhatiannya sebentar,alasan kita bisa makan enak disini malam ini tidak lain dan tidak bukan karena undangan dari temanku William,dan tujuannya mengadakan acara ini karena dia ingin mengumumkan sesuatu,mungkin kalian sudah tahu,tapi dia ingin mengumumkan ini secara resmi"kata George.


"Kepada sahabatku,William,silahkan berbicara"lanjut George.


William memelototi George karena dia tidak tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dikatakan,tapi karena sudah begini dia terpaksa berimprovisasi.


"Ehm,sebelumnya aku ucapkan terima kasih pada semuanya sudah meluangkan waktunya untuk datang ke acaraku yang sederhana ini,seperti kata temanku,aku disini ingin mengatakan sesuatu,bahwa aku dan Aquilla sudah resmi berpacaran,jadi aku ingin merayakannya bersama kalian malam ini,silahkan nikmati semua sajiannya"kata William lalu disambut tepuk tangan dan harapan dari orang lain.

__ADS_1


William lalu melirik ke arah George yang sedang mengacungkan jempol kepadanya.


Acara makan-makan pun berlangsung lancar tanpa ada gangguan apapun hingga selesai.


...****************...


"Hoaam"George terbangun karena alarm di hpnya,saat dia melihat jam,ternyata sudah jam 6.


"Hey,bukankah kalian ada kelas hari ini,kalian harus cepat bangun"kata George saat melihat ke tiga temannya masih tertidur pulas.


"Biarkan aku tidur lebih lama,aku masih mengantuk"balas William yang masih setengah sadar.


"Sudah cukup,aku sudah tidak bisa makan lagi"kali ini Jo yang mengigau,hanya Alex yang terbangun.


"Pagi juga George"sapa balik Alex"Kau sudah bangun dari tadi?"tanya Alex yang melihat George sedang bersiap akan pergi berlari.


"Aku juga baru bangun"jawab George"Lebih baik kau bangunkan yang lain,bukankah hari ini kalian ada kelas pagi"lanjut George lalu pergi.


Setelah 2 jam berlari,George kembali ke asrama untuk membersihkan badan,kebetulan hari ini jadwal kuliahnya kosong dan dia juga akan bertemu orang yang memiliki batu bertuah sesuai yang dikatakan Argus tadi malam.


Setelah selesai mandi dan bersiap,George mendapatkan pesan dari Argus yang berisi tempat dimana dia akan bertemu,jadi dia segera menuju tempat dimana dia memarkirkan mobilnya dan memacu mobilnya menuju tempat tersebut.


Tempat yang dituju George jaraknya cukup jauh dari kampusnya, menurut alamatnya,tempat itu harusnya ada disekitar pesisir pantai,atau lebih tepatnya ada di dermaga.


George awalnya cukup terkejut mengetahui bahwa tempat pertemuannya ada didermaga karena dia pikir itu akan ada di sebuah restoran atau tempat lain,tapi dia tidak peduli asalkan dia bisa mendapatkan batu bertuah itu.

__ADS_1


Setelah beberapa waktu,akhirnya George tiba di dermaga itu,seperti biasa,George mencari tempat terpencil dan aman untuk memarkirkan mobilnya,kemudian dia mencari alamat tempat pertemuannya dengan berjalan kaki.


Namun setelah lama mencari,George tidak menemukan tempat dengan nama seperti yang tertera dalam pesannya. Dia berputar-putar ditempat ini mungkin sudah 5 kali,jadi dia memutuskan menelpon Argus dan menanyakan padanya.


"Halo tuan,ada apa?"tanya Argus dari seberang telpon.


"Hei Argus,aku sudah lama mencari tempat itu namun kenapa aku masih belum menemukannya?"tanya George.


"Tidak mungkin tuan,orang itu sendiri yang mengirimkan alamat itu kepada saya,jadi tidak mungkin tempat itu tidak ada sama sekali"jawab Argus.


"Jadi kau pikir aku salah karena tidak bisa mencari dengan benar?"tanya George lagi.


"Tidak tuan,tuan tidak salah,saya akan menghubungi orang tersebut untuk mengkonfirmasi alamatnya"jawab Argus dengan gugup.


"Lakukanlah,tanyakan kenapa aku tidak bisa menemukan tempat dengan nama MAAA...RIIII...AAAA...NA...08" Ekspresi George menjadi terkejut saat membaca tulisan itu di sebuah kapal pesiar.


"Tuan?Tuan,apakah tuan tidak apa-apa disana?"tanya Argus yang tidak tahu apa yang terjadi.


"Tidak!Aku sama sekali tidak apa-apa"jawab George"Oh iya, kau tidak usah mengkonfirmasi alamat pertemuannya lagi karena aku sudah menemukannya,kalau begitu aku tutup dulu telponnya"lanjut George lalu menutup telpon


"Syukurlah kalau begitu tuan"balas Argus lalu juga menutup telpon.


"Tidak kusangka tempat pertemuannya ada di sebuah kapal pesiar" batin George.


Lalu dia mendekat ke kapal itu dan hendak naik.

__ADS_1


__ADS_2