Sistem Kekayaan : 7 Batu Bertuah

Sistem Kekayaan : 7 Batu Bertuah
Sang Mantan Suami


__ADS_3

George yang sedang dalam perjalanan menuju asramanya tidak mengetahui bahwa di tempat pestanya tadi ada seseorang yang mempunyai salah satu dari 7 batu bertuah yang dia cari.


Meskipun sistem mempunyai deteksi,tapi jangkauannya tidaklah luas.Hal itu menyebabkan George tidak mendapatkan notifikasi darinya saat Sonya ada dipesta.


Saat perjalanan pulang,George melewati Cafe milik Hanna, dia melihat bahwa cafenya belum tutup.Merasa ada yang aneh karena Hanna belum menutup Cafe di malam yang larut,George memutuskan untuk mampir.


"Permisi,apakah ada orang didalam?"tanya George saat memasuki Cafe karena tidak ada satupun orang.


"Huuu,huuu"terdengar suara tangisan dari arah dapur.


"Bukankah itu suara Alice,apa yang terjadi didapur"batin George lalu segera berlari ke arah dapur.


...****************...


Lima menit sebelumnya.....


"Lepaskan aku dasar pria tak tahu malu"teriak seorang wanita yang sedang dijambak oleh seorang pria.


"Dasar wanita ******,bersikap lebih sopanlah kepada suamimu ini"balas pria yang menjambak wanita itu.


"Cuih,suamiku,dia telah mati bertahun-tahun yang lalu karena termakan rayuan rubah betina"kata si wanita.


"Beraninya kau!!!"teriak pria itu sambil mendorong si wanita hingga menabrak meja dibelakangnya.


"Ibu,ibu"teriak seorang anak kecil sambil berlari mendekati ibunya dan memeluknya.


"Alice,ibu tidak apa-apa,kamu kembalilah ke kamarmu"kata Hanna sambil mengelus kepala anaknya.


"Oh,apakah ini putri kita Hanna?Dia sepertinya cukup cantik"kata pria yang mengaku sebagai suami Hanna.


"Jaga mulutmu,dia putri,hanya putriku"bentak Hanna.


"Ibu,siapa dia?"tanya Alice dengan polosnya.


"Dia bukan siapa-siapa Alice,cepatlah kamu kembali ke kamarmu,ibu akan mengurus semua yang ada disini"kata Hanna.


"Tidak,kalau Alice pergi nanti ibu akan disakiti lagi oleh pria ini"tolak Alice.

__ADS_1


"Tuan,sebaiknya kita cepat,tuan besar telah menunngu"kata seorang pria kekar yang berdiri didekat mereka.


"Iya-iya,aku tahu"balas mantan suami Hanna,lalu dia mengangkat Alice dan melemparkannya kesamping.


"Alice,Alice kau tidak apa-apa?"teriak Hanna dengan histeris.


"Bohr,teganya kau memperlakukan anak kecil seperti itu"kata Hanna.


"Aku?"kata Bohr,mantan suami Hanna sambil menunjuk dirinya sendiri"Andai saja kau patuh untuk pergi denganku,kejadian ini pasti tidak akan terjadi"lanjutnya.


"Huu,huuu,ibu jangan pergi,dia orang jahat,nanti ibu akan disakitinya kalau ibu ikut dengannya"kata Alice sambil menangis menahan rasa sakit yang diterimanya karena dilempar oleh ayah kandungannya sendiri.


"Dasar anak kecil,kurasa kau harus dipukul dulu baru bisa diam ya"teriak Bohr sambil melangkah maju.


Alice yang masih kecil ketakutan dan meringkuk dipelukan ibunya.


"Bohr,berhenti,Baiklah aku akan ikut denganmu,tapi jangan sakiti Alice lagi"kata Hanna buru-buru takut Bohr akan menyakiti Alice lagi.


"Seharusnya kau katakan itu dari tadi"balas Bohr sambil merapikan bajunya.


"Ayo,kita pergi sekarang juga"lanjut Bohr.


"Sepertinya kau belum mengerti,kau sekarang tidak sedang didalam posisi untuk bernegosiasi"kata Bohr.


"Cepatlah atau aku akan memukulnya lagi"kata Bohr lalu melangkah meninggalkan ibu dan anak yang sedang berpelukan itu hingga tiba-tiba pintu dapur di buka oleh seseorang.


"Siapa kau?"tanya Bohr.


"Seharusnya aku yang bertanya padamu,siapa kau dan apa yang kau lakukan disini?"tanya pemuda itu yang tidak lain adalah George.


"Apa yang kulakukan disini bukanlah urusanmu,lebih baik kau pergi sekarang atau kau akan terluka nantinya"ancam Bohr kepada George.


"Begitukah?Lalu apa yang akan kau lakukan jika aku tidak pergi"balas George dengan santai.


"Dasar berandal!!!Kalian berdua,cepat beri dia pelajaran"perintah Bohr kepada dua bawahannya.


"Anak muda,jangan salahkan kami jika berlaku kasar"kata seorang yang berbadan tinggi dan besar sambil mematahkan buku-buku jarinya.

__ADS_1


"Benar,salahkan dirimu sendiri karena terlalu ikut campur" timpal yang lain.


"Kakak George,hati-hati"teriak Alice kecil karena khawatir dengan George.


"Tenang saja Alice,kakak George ini kuat dan akan memukul mereka untukmu dan ibumu"balas George.


"Jangan alihkan pandangan mu saat dalam pertarungan"kata salah satu orang bawahan Bohr sambil melayangkan tinjunya ke wajah George.


Tinju orang itu cukup cepat,namun dihadapan George yang sudah bukan manusia biasa,itu bukanlah apa-apa.


"Bukankah aku bilang bahwa aku itu kuat dan akan memukul kalian"balas George sambil menghindari tinju itu,lalu dia mengambil panci di meja sebelahnya dan langsung memukulkan panci itu ke lawannya.


"Buk...Kreek".


Terdengar bunyi yang keras akibat pukulan dari panci George,juga terdengar bunyi tulang yang retak setelahnya, mungkin hidung orang itu sudah bengkok sekarang.


"Dasar bajingan''teriak orang yang satu lagi sambil berlari menuju George.


George juga berlari ke arah orang itu,George lalu melompat tinggi dan menjepit kepala anak buah Bohr dan memukulnya dengan keras tepat di kepalanya yang membuat orang itu langsung tumbang.


"Ap..apa-apaan ini,mereka adalah salah satu petarung terkuat milik keluarga kami dan mereka berhasil dirobohkan dengan begitu mudah dengan anak ini"Bohr sekarang memiliki tatapan ngeri saat melihat George.


"Jadi..."George menatap ke arah Bohr.


"....Siapa kau dan apa yang kau lakukan disini?"tanya George.


"Kak George,dia orang jahat,dia tadi memukulku dan juga memukul ibu"kata Alice.


"Jadi begitu,lalu apa tujuan mu datang kesini?"tanya George lagi.


"Aku hanya..."belum sempat kalimat Bohr selesai,dia sudah disela oleh George.


"Katakan yang sejujurnya atau kau akan berakhir lebih buruk dari 2 bawahanmu itu"ancam George sambil membunyikan tulang lehernya.


Bohr adalah tipe orang yang menindas yang lebih lemah dan takut akan yang lebih kuat,dia mampu menindas Hanna karena dia adalah perempuan yang lemah,sedangkan dihadapan George yang mampu menumbangkan kedua pengawalnya,apa yang bisa dilakukan Bohr.


Karena itu Bohr memilih menceritakan segalanya,mulai dari hubungannya dengan Hanna dan Alice,alasan dia meninggalkan Hanna saat Alice masih dalam kandungan, kehidupannya sekarang sebagai menantu di dalam sebuah keluarga kaya di kota lain,hingga alasannya kesini karena perintah ayah mertuanya untuk membawa Hanna ke hadapannya karena ayah mertuanya ingin bertemu Hanna setelah melihat foto Hanna yang secara kebetulan masih terposting di akun sosial media milik Bohr.

__ADS_1


Setelah mendengar cerita dari Bohr,Hanna tersebut amarah,diapun dengan kuat menendang ************ milik Bohr yang langsung membuatnya pingsan.


"Uhh,tepat sasaran dan kuat,aku yakin dia akan kehilangan fungsinya untuk sementara"kata George sambil menutupi miliknya dan membayangkan rasa ngilu yang dia rasakan Bohr.


__ADS_2