
"Hei brengsek,apa kalian tidak bisa menyetir?Kenapa kalian memepet taksiku?"tanya sopir taksi tersebut dengab marah-marah.
Lalu seorang pria dengan tubuh besar keluar dari mobil tersebut,pria itu sangat tinggi,bahkan sopir taksi saja hanya setinggi bahunya,pria itu juga memiliki kulit yang agak gelap.
"Oh paman,apa ada masalah dengan hal tersebut?"tanya pria besar itu.
Sopir taksi itu menelan ludah,dia awalnya berpikir bahwa orang yang memepetnya hanya preman jalanan biasa,dia tidak berharap orang besar seperti pria didepannya muncul.
"Tidak,tidak ada masalah"jawab sopir taksi tersebut"Kalau begitu aku akan segera pergi dari sini"lanjutnya,dia lalu membalikan badan dan hendak pergi namun sebuah tangan yang besar menggenggam bahunya.
"Paman,siapa yang bilang paman bisa pergi begitu saja?"tanya pria besar tersebut.
"A..ak..aku salah apa?Kenapa kau tidak mau melepaskanku?"tanya sopir taksi tersebut.
"Bisa saja aku melepaskan paman,tapi paman harus menyerahkan penumpang paman kepadaku"ucap pria besar tersebut.
"Apa?"sopir taksi itu ragu-ragu sejenak.
"Bagaimana paman?Paman mau kan?"tanya pria besar tersebut dengan nada mengancam dan sedikit mengencangkan cengkramannya dibahu sopir taksi tersebut.
"Baik-baik,aku setuju,aku akan menyerahkan mereka kepada kalian"jawab sopir taksi itu tanpa pikir panjang lagi,kali ini keselamatan dirinya sendiri jauh lebih penting dari pad keselamatan orang lain.
"Oi Tigor,apakah ini cara Black Cobra menyelesaikan, dengan cara baik-baik"terdengar sebuah suara,namun bukan dari salah satu dari ketiga mobil tersebut, melainkan dari salah satu mobil dari rombongan mobil yang baru saja tiba dibelakang.
Pria besar yang dipanggil Tigor itu menoleh kearah mobil yang baru saja tiba.
"Ketua"sapa Tigor kepada orang yang ada didalam mobil tersebut,dia lalu memukul sopir taksi yang ada didepannya hingga jatuh ke kap mesin taksi tersebut,sopir taksi itu memuntahkan darah sebelum akhirnya tak sadarkan diri.
__ADS_1
Tigor menghampiri mobil yang baru datang dan membukakan pintu,lalu keluarlah seorang pria tinggi dengan rambut diikat.
"Ketua,maaf tadi aku membuat kesalahan"ucap Tigor sambil membungkuk.
"Tidak apa,tapi lain kali kau akan menerima konsekuensinya"ucap pria dengan rambut terikat itu sambil menampar dengan pelan pipi Tigor,dia lalu memandangi taksi yang ditumpangi George dan rombongan.
"Aku tahu kalian ada didalam,lebih baik kalian keluar dan menyerahkan orang yang memukuli Ivan kemarin"ucap pria yang dipanggil ketua oleh Tigor.
George,Freya dan Darius keluar dari taksi yang mereka tumpangi.
"Jadi siapa diantara kalian yang memukuli Ivan?"tanyanya lagi.
"Aku yang memukulinya,apakah ada masalah denganmu?"tanya George sambil maju selangkah.
"Baguslah kau mengaku dengan cepat.Aku adalah Zaraf,ketua klub beladiri dari kampus Hollowland,kemarin kau telah memukuli wakilku dan siapapun yang berani mengusik anggota Black Cobra,maka dia telah menantang seluruh anggota.Jadi sekarang kau akan menerima konsekuensinya"jelas Zaraf,ketua dari klub Black Cobra.
"Jadi kalian mencoba mengeroyokku.Baguslah,dengan ini aku bisa menghemat waktu"ucap George dengan,dia lalu memasang kuda-kudanya.
"Mau mati saja masih bisa sombong,kalian semua serang dia bersamaan"teriak Zaraf.
Freya yang melihat kejadian ini tidak tinggal diam,dia tahu batas kemampuan tuannya,apalagi musuhnya kali ini adalah orang-orang yang berlatih beladiri.Satu persatu orang yang mendekati mereka dipukul jatuh oleh Freya tanpa kesulitan,orang yang masih bisa berdiri menjadi ragu-ragu apakah mereka harus menyerang atau tidak.Jika mereka menyerang mereka sudah bisa melihat masa depan dari apa yang dialami rekan mereka,namun jika mereka tidak maju,mereka akan mendapat amarah dari ketua mereka.
Zaraf terkejut dengan kekuatan Freya yang bisa menjatuhkan anak buahnya.
"Kenapa kalian diam saja?Cepat serang dia bersama-sama"teriak Zaraf pada anak buahnya"Tigor,kau juga maju dan habisi wanita itu"ucap Zaraf pada Tigor.
Sebenarnya Tigor adalah yang terkuat di klub bela diri Black Cobra,namun keluarganya memiliki hutang yang besar kepada keluarga Zaraf yang membuatnya harus tunduk dan patuh kepadanya.
__ADS_1
Tigor maju sesuai perintah Zaraf.Dia percaya diri dengan kekuatannya dan bisa menghabisi wanita didepannya dengan satu kali serangan.Namun,yang tidak Tigor perkirakan adalah bahwa Freya dapat dengan mudah menghindari serangannya tersebut dan membalas dengan pukulan keras didaerah perut yang membuat Tigor terpental ke mobil dibelakang.
"Tidak mungkin"ucap Zaraf dengan kaget karena Tigor tiba-tiba terbaring disampingnya.
"Tok-tok-tok"
Suara langkah kaki membuat Zaraf sadar dari keterkejutannya,dia memalingkan wajahnya kedepan lagi dan melihat semua anak buahnya sudah terbaring ditanah dan melihat Freya mulai berjalan mendekat kearahnya.
"Ja...jangan....jangan mendekat"teriak Zaraf,dia melangkah mundur namun ada mobil dibelakangnya yang membuat dia berhenti dan jatuh terduduk.
"Bukankah kau ketua mereka?Kenapa kau tidak maju dan melawanku?"ucap Freya,dia bersiap memukul wajah Zaraf.
"Tidak...jangan mendekat"teriak Zaraf.
"Berhenti Freya"ucap George yang membuat tangan Freya berhenti tepat 1 cm dari wajah Zaraf.
Freya menarik tangannya dan melihat kearah George yang sedang berjalan kearahnya dan melewatinya untuk berjongkok didepan Zaraf.
George menampar dengan lembut pipi Zaraf"Kau harus tahu bahwa kita tidak memiliki perseteruan sebelumnya, dan perseteruan ini berawal dari sebuah salah paham. Aku bisa saja menyuruh anak buahku menghabisimu sekarang juga namun aku ingin sebisa mungkin tidak cari musuh,jadi aku ingin perseteruan ini berakhir damai,apa kau mengerti?"tanya George.
"Me...mengerti,aku mengerti"jawab Zaraf dengan terbata-bata.
George tersenyum lalu membalas"Baguslah kalau kau mengerti,aku sudah memanggil ambulans,sebentar lagi mereka tiba.Sebelum itu aku mau meminjam mobilmu sebentar,kau bisa mengambilnya kembali nanti distasiun kota"dia lalu memasuki mobil yang tadi dinaiki Zaraf sebelumnya,diikuti Freya dan Darius.
George lalu melajukan mobil pinjamannya menuju stasiun karena jadwal keberangkatan mereka sebentar lagi.
Dijalan,dia juga berpapasan dengan rombongan mobil ambulans yang dia panggil sebelumnya.
__ADS_1