
Sebuah mobil terus melaju lalu berhenti disalah satu rumah diperumahan dosen.
"Turun dan ikuti aku"ucap Bu Samantha lalu turun dari mobil dan berjalan menuju rumah,George hanya mengikutinya dari belakang.
Saat George memasuki rumah,dia melihat seisi rumah sudah berantakan,namun bukan seperti sebuah perampokan melainkan seperti akan pindah rumah.
"Bu Samantha,apa yang sebenarnya terjadi?"tanya George.
"Kau angkat barang-barang ini lalu masukan kedalam mobilku"ucapnya,lalu dia duduk dikursi dan memainkan ponselnya kembali.
"Apa?Bu Samantha,kau tidak punya hak untuk memerintahkanku melakukan hal itu"balas George.
"Kau memang benar bahwa aku tidak mempunyai hak untuk itu,namun aku mempunyai hak untuk tidak meluluskanmu karena tidak hadir tanpa keterangan dikelasku"ucap Bu Samantha"Apa kau memilih mengulang mata kuliahku semester depan atau kau memilih untuk membawa barang-barangku ke mobil?"tanya Bu Samantha dengan santai.
__ADS_1
"Ck"dengan perasaan hati yang jengkel,George membawa kardus demi kardus kedalam mobil hingga mobil terisi penuh dengan barang.
"Bu Samantha,mobil sudah penuh,bagaimana dengan barang yang masih tersisa?"tanya George.
Samantha melirik barang-barang yang masih tersisa,memang masih cukup banyak"Nanti kita akan ambil kembali,sekarang kau ikut aku lagi"ucap Samantha beranjak dari tempat duduknya berjalan menuju mobil.
"Huuh"George menghela nafas,dia tahu bahwa dia akan menghabiskan hari ini dengan menjadi pengangkut barang dari dosennya.
Setelah bolak-balik antara rumah Samantha yang ada diperumahan dosen dengan rumah barunya,George akhirnya bisa beristirahat sebentar,dia membuka ponsel dan melihat-lihat postingan yang ada disosmednya.
"What the..."apa-apaan dosennya itu,George pernah bekerja sebagai tenaga pindah-pindah dan pekerjaan itu memiliki bayaran yang lumayan,namun dosennya bukan hanya tidak membayar tapi ucapan terima kasihpun tidak dia ucapkan.
"Aaaaahh"pikiran George dibuyarkan oleh teriakan Samantha,saat George hendak melihatnya,Samantha sudah berlarian.
__ADS_1
"George,kau keluar sekarang dan pulang sendiri,aku ada urusan dikampus"ucapnya sambil mendorong George keluar,setelah mengunci rumahnya,dia memasuki mobil dan segera melajukannya.
"Apa-apaan sih dia,setelah memanfaatkan malah meninggalkanku sendirian disini"gerutu George.
"Kling"suara notifikasi dari telpon George,dia membuka telponnya dan melihat sebuah postingan dari akun kampusnya.
"Berita Terpanas,Sebuah Mobil Seharga Puluhan Juta Dollar Terparkir di Kampus Kita,Siapakah Pemiliknya?" Lalu ada sebuah gambar mobil Lamborghini Venemo berwarna hitam legam yang sangat elegan dan mewah sedang terparkir.
"Sial,bagaimana ada orang yang bisa menemukan mobilku?"umpat George,dia tahu bahwa dirinya tidak bisa menggunakan mobil itu lagi untuk sementara waktu,dia bisa menggunakan lagi saat berita ini sudah mereda.
"Sepertinya aku harus membeli mobil baru untuk memudahkan mobilisasiku untuk kedepannya"lanjutnya,dia lalu memesan taksi untuk pergi ke dealer mobil.
Setelah sampai dealer,George turun dari taksi dan segera menuju kedalam dealer.
__ADS_1
Saat itu didalam dealer ada beberapa orang pelanggan dan juga para staf yang sedang melayani,termasuk dengan Fifi dan 3 orang pramuniaga yang dulu berkonflik dengan George.
Mungkin karena sedang melayani pelanggan yang lain,para pramuniaga tidak menyadari kehadiran George,karena itu George memutuskan untuk melihat-lihat mobil sendiri