
"K...ka...kap...kapten"kata Rio dengan gagap.
...****************...
"Priiiit".
Rio meminta time out kepada wasit.
"Kapten,kenapa kau disini?"tanya Rio.
"Aku mendengar kau akan bertanding,jadi aku kemari untuk menonton,tapi tak kusangka kau akan kalah point begitu banyak"jawab sang kapten.
"Ma..maaf kapten,kami meremehkan mereka,kami tak menyangka mereka akan bermain dengan sangat baik,tapi kapten tenang saja,kami akan segera menyusul point mereka"kata Rio.
"Tidak perlu,kalian tidak akan pernah menyusul point mereka"balasan kapten membiat Rio dan timnya kaget.
"Kenapa kapten?Apakah kami tidak cukup kuat untuk membalas?"tanya Rio.
Kapten yang mendengarkan pertanyaan Rio menggelengkan kepalanya.
"Apakah setelah pertandingan tadi kau tidak bisa mengukur kemampuan lawanmu?"tanya balik kapten.
"Kau dan lawanmu itu mempunyai kemampuan individu maupun kerjasama tim yang sama-sama kuat,kau bisa kalah point karena kau meremehkan mereka diawal,meskipun kau mencatak point sekarang,mereka pasti akan membalasnya dengaj cepat,andai saja kau bermain serius dari awal,mungkin sekarang skornya akan seimbang"lanjut kapten.
"Apa?Lalu apa yang harus kami lakukan"kata Rio dengan gelisah.
Kapten memegang pundak Rio untuk menenangkannya.
"Aku akan masuk,jadi kau tidak usah khawatir begitu"kata kapten.
"Benarkah?Kapten mau membantu saya?"tanya Rio tidak percaya,jika kaptennya ikut main,kemenangan sudah dipastikan ada ditangannya.
"Tentu saja,mana mungkin aku akan diam saja ketika nama tim basket kita akan jatuh"jawab kapten.
"Rio,kita akan menggunakan cara lama,tidak mungkin kita membiarkan orang-orang ini kalah tanpa menderita,kan?"kata kapten,sambil menatap tajam ke arah tim William istirahat time out.
"Cara lama?"mendengar itu membuat Rio sedikit tertegun,tapi dia segera sadar"Sangat dimengerti kapten" lalu Rio memperlihatkan senyum aneh kearah Jo.
Cara lama yang dimaksud kaptennya adalah menghancurkan pemain paling hebat milik musuh dengan cara halus di lapangan,cara inilah yang membuat tim basket kampus itu bisa meraih banyak gelar juara.
"Ada apa dengan senyuman aneh itu?Membuatku ingin memukul wajahnya saja"kata Jo yang merasa jijik akan senyuman Rio yang mengarah padanya.
"Mungkin dia berubah pikiran dan berbelok ke arahmu Jo"kata George.
"Apa?Tidak mungkin,cuma memikirkannya saja sudah membuatku jijik"balas Jo.
"Sepertinya kapten mereka akan ikut bermain nanti"kata Alex yang juga menatap ke arah tim Rio.
Mendengar kata-kata Alex membuat wajah William terlihat sedih.Melihat wajah sedih sahabatnya,Jo menampar punggung William.
__ADS_1
"Jangan sedih begitu,kita sudah unggul jauh,yang perlu kita lakukan adalah bertahan selama mungkin agar point kita tidak terkejar"kata Jo.
"Emm"William mengangguk"Kau benar Jo,yang perlu kita lakukan hanyalah menahannya selama mungkin"William kembali mendapatkan rasa kepercayaan dirinya.
"Priiit".
Waktu time out habis,semua pemain kembali ke lapangan.
"Oh,dari tim basket kampus ada perubahan pemain"kata salah seorang penonton.
"Lihat,bukankah itu kapten tim basket,dia benar-benar ikut bermain"timpal penonton lain.
"Sepertinya tim lawan sudah tidak ada kemungkinan menang lagi"banyak penonton menggelengkan kepalanya.
Setelah itu pertandingan kembali dimulai.
Seperti prediksi,kapten tim basket dapat dengan mudah melewati Alex yang menjaganya dan membuat skor dengan mudah.
Dari sini kesenjangan mulai terlihat,walaupun tim William dapat membalas beberapa point,tapi tim Rio yang sudah kedatangan kapten mereka terus menerus mencetak point demi point.
Point sekarang sama-sama 30,posisi bola ada di orang yang berhadapan dengan Jo,dia cukup kesulitan untuk melewati pertahan dari Jo.
Lalu dia melihat kode dari Rio,dia melakukan fake step untuk melewati Jo.Jo yang awalnya terkecoh langsung mengejar bola,tapi saat dia hampir merebut bola,Rio melakukan screen kepadanya yang membuat Jo menabraknya dan jatuh terguling kedepan,sialnya lagi kapten tim basket sedang melakukan dunk,saat ia turun secara otomatis kakinya menginjak tulang kering Jo dengan keras.
"Arggghhhh"teriakan Jo terdengar sangat menyakitkan.
"Priiit".
"Jo,apa kau tidaka apa-apa?"tanya Alex.
"Argghhhh,sakit sekali''teriakan Jo sebagai balasan pertanyaan Alex.
"Kau bajingan,kau pasti sengaja melakukannya kan"teriak William dengan marah ke kapten tim basket.
Kapten tim basket hanya mengangkat tangan sambil menunjukan wajah tidak bersalah sama sekali.
"Will,jadilah lebih rasional,semua orang juga melihat bahwa kapten tidak sengaja melakukan itu,temanmu saja yang tidak beruntung berada di area mendarat dunk dari kapten" kata Rio pada William.
William menoleh ke arah Rio"Kalian pasti sudah merencanakannya,kalian pasti sengaja"William mencengkeram kaos Rio,tapi Rio dengan tenang melepaskannya.
"Sebaiknya kau tenang dulu,lebih baik kau bawa temanmu kepinggir lapangan,dan juga segera persiapkan penggantinya,aku akan memberimu waktu beberapa menit" kata wasit.
"Apa?Kenapa kau tidak memberi hukuman mereka?"tanya William.
"Apa kau tidak melihatnya?Dia tidak sengaja menginjak kaki temanmu"jawab wasit.
"Apa kau bita,jelas-jelas mereka sengaja melakukannya" teriak William.
"Ini peringatan,sekali lagi kau berteriak dan menghina wasit,aku akan mengeluarkanmu dari perrandingan ini" Williampun mendapatkan peringatan dari wasit.
__ADS_1
"Sudahlah Will,benar katanya,lebih baik kita bawa Jo ke pinggir dulu"Alex mencegah William agar tidak kelewatan terhadap wasit lagi.
Lalu mereka pun ke pinggir lapangan,Jo dipapah oleh George.
"Maaf ya Will,sepertinya aku akan menyebabkan kekalahan kita"kata Jonathan setelah dia duduk dipinggir lapangan.
"Tidak Jo,akulah yang seharusnya minta maaf,aku seharusnya tidak melibatkan mu dalam pertandingan sehingga kau tidka usah kesakitan seperti ini"balas William.
"Ini tidak sakit sama sekali kok,lebih baik kita lanjutkan pertandingan lagi"kata Jo lalu dia berusaha berdiri sendiri, kemudian jatuh terduduk karena rasa sakit di kakinya.
"Tidak perlu memaksakan diri Jo,aku sudah sangat berterima kasih karena sudah membantuku dalam pertandingan ini"kata William.
"Sepertinya aku memang tidak boleh bersama wanita dan menjomblo selama kuliah"lanjutnya.
"Ngomong-ngomong soal wanita,kemana Yumi pergi,aku pasti bisa cepat pulih kalau dia ada disini"kata Jo.
"Touch"
"Awww,sakit George"teriak Jo karena kakinya disentuh George.
"Yumi sedang memanggil unit kesehatan,sebagai gantinya aku akan memberikan perawatan pertama pada kakimu" balas George.
Lalu George menoleh ke Alex"Alex,bungkam mulutnya".
Alex langsung membungkam mulut Jo walau dia tidak tahu apa yang akan dilakukan George.
George kembali menyentuh kaki Jo,kemudian mulai memijit dan mengurut kaki Jo agar tidak terjadi pembengkakan.
"Hmm,hmm,hmm,hmm,hmm"Jo yang kesakitan tidak bisa berteriak dan hanya bisa mengeluarkan air mata.
"Sekarang bagaimana rasanya?"tanya George.
"Sialan kau George"umpat Jo ketika dia terlepas dari bungkaman Alex,tapi dia segera menyadari bahwa kakinya sudah agak baikan meski masih terasa sakit.
"Pertandingan akan dimulai,apakah kalian sudah menemukan pemain pengganti atau akan menggunakan pemain yang cidera tadi?"tanya wasit.
"Aku akan bermain lagi"Jo hendak berdiri lagi tapi di tahan oleh William.
"Tidak Jo,kau tidak akan bermain lagi"kata William,lalu dia menoleh ke arah wasit"Kami menyer,-".
"Aku akan bermain"Sebelum kalimat William selesai,George langsung menyelanya.
"Apa?Tidak George,kau tidak bisa bermain dengan baik,kita tetap akan kalah dan kemungkinan terburuk kau akan menjadi seperti Jo"kata William.
"Will,kau dulu sudah membantuku,sekarang ijinkan aku membantumu sekarang,atau kau lebih memilih menjomblo?"tanya George.
"Aku tidak peduli dengan kisah kalian,sekarang cepat masuk ke lapangan"kata wasit.
"Priiit".
__ADS_1