Sistem Kekayaan : 7 Batu Bertuah

Sistem Kekayaan : 7 Batu Bertuah
Cinta Kasih Ibu


__ADS_3

"Oh apakah yang dikatakan tuan George benar bahwa Aurora bisa membeli perhiasan paling mahal disini dengan mudah"ucap Regina dengan suara agak keras,dia sudah punya rencana di otaknya.


Hal itu berhasil memancing perhatian banyak orang,para pengunjung toko dan para karyawan memusatkan perhatian kepada mereka.


"Bagaimana Aurora,apakah kakakmu mengatakan sesuatu yang benar atau tidak?Atau apakah menurutmu perhiasan paling mahal disini tidak layak untuk kau pakai sehingga kau enggan membelinya" tambah Regina.


Aurora yang saat ini tengah kebingungan,bagaimana dia bisa membeli perhiasan paling mahal sedangkan yang paling murah saja dia tidak akan bisa membelinya.


"Ha ha ha,paling-paling kau tidak bisa membeli perhiasan yang paling murah disini.Berbeda denganku,pacarku pasti akan membelikannya untukku,iya kan sayang?"ucap Regina sambil memeluk erat tangan pria disampingnya.


Pacar Regina tersadar dari lamunannya,sebenarnya dari tadi dia tidak terlalu mendengarkan perseteruan karena sibuk memandangi wajah Aurora yang cantik.


"Iya,tentu saja aku bisa"jawab pacar Regina dengan asal.


"Pelayan,bawa kesini perhiasan paling mahal,aku akan menunjukan perbedaan kekuatan antara orang kaya dan orang miskin"saat mengatakan kata "miskin" mata Regina mengarah kepada Aurora.


Tak lama pelayan yang pergi mengambil perhiasan kembali dengan sebuah manekin leher yang disekelilingnya menggantung sebuah liontin dengan giok berwarna hijau dan dikelilingi oleh taburan berlian.Didepan pelayan itu juga ada seorang pria paruh baya yang berjalan mendekati Regina.

__ADS_1


"Waah,indah sekali liontin itu"ucap salah satu pengunjung.


"Bukankah itu "Cinta Kasih Ibu" liontin yang sangat terkenal karena dibuat seniman untuk menghormati cinta ibu nya"timpal yang lain.


"Benarkah?Tak kusangka aku bisa melihat liontin yang begitu berharga itu"bisik-bisik para pengunjung menggema memenuhi toko.


"Permisi nona,apakah kau orang yang barusan mengatakan ingin membeli liontin kami?"tanya pria paruh baya itu.


"Benar,itu aku,dan kau?"tanya balik Regina.


"Saya Regina Jenkin,saya ingin membeli perhiasan paling mahal disini"ucap Regina.


Mendengar itu Vay senang bukan kepalang,Liontin itu baru ada ditokonya dan sekarang sudah ada seorang pelanggan yang ingin membelinya,dia bisa mendapatkan banyak komisi dari bosnya jika liontin itu benar-benar terjual.


"Nona,ini kewajiban saya untuk menyampaikan detail liontin ini ke calon pembeli.Liontin ini dibuat oleh seorang pengrajin perhiasan terkenal bernama Enzo Benito yang berasal dari italia,hiasan utama dalam liontin ini tentu saja adalah gioknya,di batu giok itu terdapat ukiran lumba-lumba yang sedang bermain bersama anaknya-anaknya.Lumba-lumba disini diartikan sebagai ibu yang sangat mencintai anaknya dan bersedia mengorbankan nyawanya untuk anak mereka.Lalu di bagian lain..."Vay menjelaskan panjang lebar tentang detail liontin itu,semua orang disana mendengarkan penjelasan Vay dengan bersemangat,terutama George,dia adalah yang paling bersemangat dan berniat membeli liontin itu.


"Tuan manager,tidak usah diperlama lagi,aku ingin segera melakukan pembayaran"Regina memotong cerita Vay tentang liontin itu.

__ADS_1


Vay tidak marah,dia pikir pelanggannya ini mempunyai urusan lain sehingga tidak bisa mendengarkan cerita lengkapnya.Vay lalu menyuruh bagian kasir untuk datang dengan membawa EDC.


Pacar Regina lalu mengeluarkan kartu atmnya dan bersiap membayar.


"Silahkan tuan,totalnya untuk perhiasan ini adalah 500.000 dollar"ucap Vay.


"Wah mahal sekali,seumur hiduppun aku tidak akan bisa membelinya".


"Benar,bahkan mungkin sampai kehidupan selanjitnya pun aku tidak bisa".


"Sungguh iri aku dengan wanita itu,pacarnya mau membelikan perhiasan yang begitu mahal"bisik para pengunjung,para pria kagum dengan si pria sedangkan para wanita menatap Regina dengan iri.


Namun yang orang tidak tahu,bahwa pacar Regina sedang syok karena keterkejutam mendengar angka yang disebutkan manager Vay barusan.Secara tidak sadar pacar Regina menjatuhkan kartu atmnya.


"Tuan,apa kau tidak apa-apa?"tanya Vay.


"Sayang,kau kenapa?"tanya Regina.

__ADS_1


__ADS_2