Sistem Kekayaan : 7 Batu Bertuah

Sistem Kekayaan : 7 Batu Bertuah
Tommy Mencari Masalah


__ADS_3

"Tuan,saya Freya Knight"ucap wanita bernama Freya sambil berlutut.


"Freya,apa keahlianmu?"tanya George pada Freya.


"Saya adalah seorang seniman beladiri tingkat Grandmaster"jawab Freya.


"Tingkat Grandmaster?Apa itu?"tanya George sambil mengerutkan kening.


"Setiap keterampilan mempunyai tingkatan,dari yang paling rendah yakni tingkat dasar,sampai yang paling tinggi yakni tingkat dewa.Tingkatan itu sendiri dibagi menjadi 7 tingkatan:dasar, menengah, atas, master, grandmaster,setengah dewa dan paling akhir yakni dewa" Freya menjelaskan pertanyaan George secara detail.


"Ada 7 tingkatan,dan dari penjelasannya berarti aku ada ditingkat 2.Jika jumlah tingkatan sama dengan jumlah batu,kemungkinan aku akan memiliki keterampilan seperti dewa" pikir George.


"Baiklah aku mengerti,karena keterampilanmu adalah beladiri,kemungkinan besar kau akan menjadi pengawalku,tapi saat ini aku belum membutuhkannya jadi aku akan menyerahkanmu kepada Argus,dia yang akan memberimu tempat tinggal dan akomodasi lainnya, aku akan mengatarmu ketempatnya"ucap George,lalu melangkah pergi.


"Terima kasih tuan"balas Freya kemudian berdiri dan mengikuti George.


"Itu dia kak Tommy,dia adalah orang yang mempermalukanku"teriak seorang pemuda ketika melihat George keluar dari tempat sepi.


"Beraninya orang itu mempermalukan adik temanku, anak-anak,ikuti aku"ucap pria yang dipanggil Tommy,dia memimpin sekelompok orang mendekati George.


"Franklin,apa benar tidak apa-apa kita memukulinya?"tanya seorang wanita,dia adalah Regina, dan Franklin adalah nama pacarnya.


"Apa yang kau katakan Reg,bukankah kau bilang bahwa dia adalah anak yatim piatu dari panti asuhan.Kenapa kita harus takut?Kau mengerti."ucapFranklin santai,lagipula dia membawa kak Tommy,sahabat dari kakaknya,dia tahu pengaruh Tommy didaerah sekitar sini sangatlah besar.


"Aku mengerti''Regina mengangguk.


Disisi lain,George yang didatangi sekelompok orang yang tidak dikenal menjadi bersikap waspada.


"Tuan-tuan,apa ada yang bisa saya bantu?"tanya George.

__ADS_1


"Bantu matamu,kami disini meminta pertanggungjawabanmu"jawab Tommy dengan kasar.


George menyipitkan matanya untuk menilai Tommy,dia tahu bahwa Tommy menguasai seni beladiri dasar,setidaknya dia preman yang sedikit menjaga pola kehidupannya,tidak seperti preman yang pernah dilawan George,mereka terlalu bebas.


"Kalau boleh tahu apa yang aku perbuat sehingga harus bertanggung jawab?"George bertanya lagi.


"Kau sudah mempermalukan adik temanku,setidaknya aku akan memberimu beberapa pukulan dan kau harus membayar sehumlah uang untuk kerusakan mental adik temanku"jawab Tommy,dia diberitahu Franklin bahwa pria didepannya mempunyai sejumlah uang dengan jumlah yang tidak sedikit.


Mendengar itu George melihat dikejauhan ada seorang wanita dan seorang pria yang memandangi mereka.


"Baiklah,aku mengerti situasinya.Lalu apa yang harus kulakukan?".


"Bukankah sudah kubilang,kau harus...."ucapan Tommy terhenti karena ada anak buahnya yang mendekatinya dan berbisik kepadanya.


Mendengar itu,Tommy tersenyum dan melirik ke arah George.


Saat itu George juga melihat orang-orang yang dipukulinya tadi pagi,dia lalu menghela nafas "Huuh,bagaimana kalau aku tidak mau"balas George,lagipula dari awal dia memang tidak berniat menanggapi permintaan Tommy.


"Kau tidak mau,maka aku akan memaksamu untuk melakukannya,anak-anak,pukuli dia"perintah Tommy,lalu anak buahnya segera mengelilingi George dan Freya"Oh,sepertinya wanita yang kau bawa cukup cantik, aku akan mengambilnya juga nanti"lanjutnya.


"Tuan,biarkan aku yang mengurus mereka"Freya segera berdiri didepan George.


George sedikit terkejut,sebenarnya dia bisa mengurus orang-orang ini,meskipun akan sedikit kesulitan karena jumlah mereka yang banyak,tapi tidak buruk bahwa Freya akan melawan mereka,setidaknya George bisa menilai sejauh mana perbedaan antar tingkat itu sendiri.


"Nona cantik,apa benar kau akan melawan kami?Apa kau tidak takut kulit mulusmu itu rusak nantinya?"ucap salah satu pria,tapi tak lama pria itu terpental jauh kebelakang, tidak ada yang tahu apa yang terjadi padanya.


Teman-teman pria itu berhenti sejenak hanya untuk melihat pria itu sudah terkapar di tanah"Wanita ini bisa beladiri,serang bersama-sama"teriak orang dari kerumunan,sekelompok pria lalu maju menuju Freya,tapi tak lama nasib mereka tak jauh lebih baik dari pria yang terpental tadi.


Kejadian itu sontak membuat orang yang masih berdiri menjadi gentar,mereka kemudian mundur perlahan-lahan menjauhi Freya dan George.

__ADS_1


"Dasar tidak berguna,kenapa kalian malah mundur melawan seorang wanita,hajar bersama-sama"teriak Tommy dengan marah.


"Bos,dia terlalu kuat,kami tidak bisa melawannya"balas salah satu bawahannya.


"Dasar bodoh,memang apa gunanya kalian,biar aku saja yang maju menghadapi wanita ini"Tommy lalu berjalan mendekati Freya.


"Nona,menyerahlah dan aku akan mengampunimu tapi jika kau tidak menyerah,sedikit pengetahuan beladirimu tidak akan bisa melindungimu dari seni beladiri yang sesungguh..."belum selesai ucapan Tommy,dia sudah terpental kebelakang dan memuntahkan seteguk darah.


Setalah memukul Tommy,Freya menatap orang-orang disekitarnya"Bagi siapapun yang masih bisa melawan,majulah bersama-sama,tapi bagi siapapun yang tidak ingin bernasib sama seperti mereka,aku bisa mengampuni kalian jika kalian berlutut dan meminta maaf pada tuanku"ucap Freya,hal ini membuat pria disekitarnya gemetaran,mereka tahu walaupun mereka maju bersama mereka tetap akan kalah dan bernasib mengerikan,jadi mereka memandang George seperti secercah harapan terakhir mereka,mereka tidak peduli dengan status preman yang garang mereka,yang mereka inginkan saat ini adalah keselamatan bagi diri mereka sendiri.


"Buuk"itu adalah suara lutut yang secara bersamaan menghantam ke tanah.


"Mohon maafkan kami dan ampuni kami tuan"ucap para preman secara bersama-sama.


George tersadar,dia dari tadi memandang Freya dengan kagum,perbedaan kekuatan mereka terlalu besar,bagai langit dan bumi,andaikan tadi George yang bertarung,setidaknya butuh waktu minimal 10 menit untuk menghabisi semuanya,belum termasuk Tommy yang juga bisa beladiri dasar,tapi Freya bisa mengalahkan mereka dalam sekejap,bahkan pukulannya juga tidak terlihat oleh mata telanjang.


George lalu mengedarkan pandangan ke orang-orang yang berlutut,dia menghela nafas.


"Aku memaafkan kalian,cepat bawa teman-teman kalian yang terkapar pergi dari sini"ucap George.


Seperti lolos dari kematian,para preman yang berlutut segera bangkit dan membawa teman-teman mereka pergi.


George lalu melihat ke arah tempat Regina dan pacarnya menonton,dan disana sudah tidak ada jejak dari mereka berdua.


"Apa perlu aku kejar mereka berdua tuan?"tanya Freya.


George menggelengkan kepalanya"Tidak usah,lagipula mereka pergi dengan mobil,kau pasti tidak akan bisa menyusul mereka".


Saat itu George meremehkan kekuatan seorang Grandmaster,dia tidak tahu bahwa Grandmaster dapat mengejar mobil meskipun mobil itu sedang dalam kecepatan maksimal.

__ADS_1


__ADS_2