Sistem Kekayaan : 7 Batu Bertuah

Sistem Kekayaan : 7 Batu Bertuah
Kedatangan Sang Kapten


__ADS_3

"Hai George,sini"terdengar teriakan seseorang yang memanggil George.


...****************...


"Oh,itu mereka,ayo kesana"ajak George pada Yumi.


Mereka berdua pun mendekati kelompok Alex, Jonathan,dan William.


"Sepertinya kalian akan mengalami tekanan mental yang besar ya"kata George setelah sampai ditempat sahabatnya menunggu.


"Yumiiii"Jo berlari ke arah Yumi,tapi dia didorong oleh George kembali.


"Begitulah,tak kusangka si Rio sialan itu akan membawa banyak sekali orang"balas William.


"Tenang saja kau Will,ada aku disini,aku pasti akan membantu untuk mendapatkan wanita itu"kata Jo pada William.


"Dari tadi kita sebut wanita itu,memang siapa dia?"tanya George.


"Oh George,kau belum tahu ya,dia adalah Aquilla dari kelasmu"jawab Alex.


"Apa?"George dan Yumi sama-sama kaget.


"Bukankah Aquilla adalah kelompok Kikan,dan kelompok mereka sangat memuja uang,bagaimana bisa dia menyukai mu Will?"tanya George.


"Yaa,dia memang dulu seperti itu,tapi entah kenapa dia tiba-tiba berubah beberapa hari yang lalu,bukan hanya dia, bahkan kikan dan anggota kelompok sisanya juga berubah, mereka sekarang tidak lagi memandang orang dari kekayaan lagi"jawab William.


"Oh,mungkinkah karena kejadian waktu itu"secara tidak sadar Yumi mengatakan sesuatu.


"Apa Yumi tahu sesuatu?"tanya William.


"Malam itu waktu kelas kami diundang ke club oleh kelas Manajemen,ada sebuah kejadian,mungkin itu yang membuat Kikan,Aquilla dan kelompoknya berubah"jawab Yumi.


"Jadi seperti itu,syukurlah ada kejadian semacam itu sehingga aku bisa mengejar Aquilla lagi"kata Will.


Saat tengah berbincang,mereka didatangi oleh orang-orang dari tim basket.


"Yoo,bukankah ini si pecundang William"kata orang yang memimpin kelompok itu yang tidak lain adalah Rio.


"Kenapa kau disini,bukankah kau seharusnya menemani orang-òrangmu disana"balas William.

__ADS_1


"Aku disini untuk memberikan kesempatan kepadamu,agar tidak malu lebih baik kau menyerah saja"kata Rio.


"Terima kasih atas niat baikmu,tapi kami tidak butuh,teman kami pasti akan mendapatkan wanitanya,jadi lebih baik kau bersiap kalah saja karena kami akan memenangkan pertandingan ini''balas Alex membela William.


"Benar,wuuu,bajingan lemah sepertimu tidak akan pernah bisa mengalahkan kami"Jo juga membela,tapi kata-katanya membuat keributan.


"Apa katamu?Coba ucapkan sekali lagi!!''orang-orang Rio merasa marah.


"Kau mau aku mengulanginya?Dasar bajingan lemah"kata Jo.


"Beraninya kau menghina Rio"teman-teman Rio hendak maju,tapi segera dicegah oleh Rio.


Bukan berarti Rio tidak marah karena perkataan Jo,tapi dia masih berpikir logis,menyerang orang ditempat umum maka dia bisa mendapatkan hukuman dari pihak kampus.


"Jaga mulut kotormu itu atau kau tidak akan berakhir baik dilapangan nanti"kata Rio lalu dia berbalik pergi menuju lapangan,dia sudah memutuskan untuk mengalahkan William dan menghancurkan Jonathan.


"Jo,lain kali kau tidak usah menghina orang lagi,siapa yang tahu ancamannya nyata atau tidak"kata George pada Jo.


"Bodoh,aku mana peduli tentang itu.Aku hanya membela karena dia telah menghina temanku dan meremehkan kita" balas Jo.


George tersenyum mendengar jawaban Jo,meskipun dia paling ceroboh,tapi dia adalah orang yang sangat setia kawan.


"Terima kasih Jo karena telah membelaku"kata William.


"Apa maksudmu?Kau menyindirku"balas George.


"Aku tidak mengatakan apapun,kau yang merasa sendiri" Jo mengangkat kedua bahunya.


"Sialan kau Jo".


"Ha ha ha ha"Mereka semua tertawa.


"Sudah-sudah,ayo kita ke lapangan,pertandingan akan dimulai"ucapan Alex menghentikan tawa semua orang, mereka lalu bergegas pergi ke lapangan.


"Dengarkan semuanya,pertandingan basket three on three antara Rio dari tim basket melawan William akan segera dimulai"kata orang yang berada ditengah lapangan,dia juga akan bertugas sebagai wasit.


"Untuk kedua tim dipersilahkan memasuki lapangan"tim William dan tim Rio memasuki lapangan,William dan Rio mendekati wasit untuk menentukan tim siapa yang akan memegang bola pertama.


Setelah pengundian,tim William lah yang akan memainkan bola pertama.

__ADS_1


"Menyerahlah selagi sempat atau kau akan hancur"kata Rio yang menjaga William.


"Will,jangan dengarkan dia,lebih baik gagal daripada tidak mencoba sama sekali"teriak Jo yang ada disisi kiri.


"Terima kasih Jo,aku tahu apa yang akan aku lakukan"balas William.


"Priiit".


Peluit berbunyi tanda pertandingan telah dimulai.


Tim William memulai dengan sangat baik,sebenarnya kedua tim hampir memiliki kekuatan yang sama,tapi dikarenakan Rio dan teman-temannya meremehkan William,Jo dan Alex,mengira William menerima tantangan Rio karena emosi menjadikan mereka kehilangan point pertama.


Kejadian itu terus berlanjut hingga tim William memperoleh 17 point sedangkan tim Rio memperoleh 5 point.


"Bagaimana rasanya kalah point terhadap orang yang kau remehkan?"tanya William pada Rio.


Rio yang ditanya tidak tahu harus bereaksi apa,sebenarnya dirinya cukup terkejut akan permainan bola basket 3 orang ini.


"Kenapa kau tanya begitu Will?Sudah pasti dia merasa tidak percaya,merasa ini mimpi dan akan bangun karena mengompol"kata Jo,suaranya terdengar hingga para penonton yang membuat mereka tertawa terbahak-bahak.


Sebenarnya para penonton cukup terkejut juga,jika William,Jonathan,dan Alex bisa bermain sebagus ini,kenapa mereka tidak ikut tim basket,dengan itu pasti tim basket mereka menjadi lebih kuat.Mereka yang awalnya mendukung Rio dan ingin melihat musuhnya dipermalukan menjadi ragu siapa yang akan menang dan siapa yang akan kalah.


"Ternyata teman-temanmu memang jago,mereka tidak sekedar membual saja"kata Yumi yang menonton dari pinggir lapangan bersama George.


"Tentu saja,kan sudah kubilang"balas George.


Diseberang lapangan,kelompok Kikan juga sedang menonton pertandingan.


"Sepertinya si William ini cukup hebat dalam bermain basket,menurutmu siapa yang akan menang?"tanya Kikan pada Aquilla.


Tidak mendapatkan jawaban dari sahabatnya,Kikan menoleh ke Aquilla dan melihat bahwa dia sedang menatap dengan serius ke arah pertandingan berlangsung.


"HEEEYYYY"teriak Kikan sambil mendorong lembut tubuh Aquilla.


"Ah,Kikan ada apa?Kau tanya sesuatu?"tanya Aquilla yang baru tersadar.


"Lupakanlah,sepertinya kau sangat fokus dengan pertandingan ini"jawab Kikan,mereka kemudian lanjut menonton pertandingan.


"Ada apa ini?Kenapa kau bisa kalah Rio?"tanya seseorang.

__ADS_1


Semua orang disana mengenali sura itu dan membuat mereka menoleh kearahnya,tak terkecuali orang yang berada dilapangan,mereka berhenti bermain dan menatap ke arah orang itu juga.


"K...ka...kap...kapten"kata Rio


__ADS_2