
"Siapa bosmu dan dimana dia sekarang?"tanya wanita itu.
"Kau pikir aku akan mengkhianati bosku"jawab pria itu.
Tidak mendaptkan jawaban yang dia inginkan,wanita bertopeng itu menekankan kakinya dan membuat pria itu kesakitan,namun pria itu masih saja bungkam yang membuat wanita bertopeng itu terpaksa menyebutkan 2 nama.
Pria itu terkejut ketika mendengar nama-nama itu"Darimana kau tahu mereka?"tanya pria itu.
"Apakah itu penting?Sekarang pilihlah antara kehidupan keluargamu atau kesetianmu kepada bosmu''ucap wanita bertopeng itu.
Pria itu memejamkan matanya,pilihan yang diberikan kepadanya terlalu sulit"Maaf,aku tidak bisa mengkhianati bosku,dia adalah saudaraku sekaligus penolongku, maafkan aku kalian berdua karena aku belum bisa menjadi ayah dan suami yang baik"ucap pria itu sambil berlinang air mata.
"Cukup mengharukan,tapi itu bukanlah jawaban yang kuinginkan"balas wanita bertopeng itu lalu dia hendak memukul pria itu.
"Berhenti"teriak seorang pria dari belakang yang membuat pukulan wanita bertopeng itu berhenti 1cm dari wajah pria dibawahnya.
__ADS_1
Wanita bertopeng itu menoleh kearah pria yang berteriak kepadanya tadi,pria itu terlihat seperti betumur 40-an"Siapa kau?"tanyanya.
"Bukankah aku orang yang kau cari,pemimpin ke-3 dari Dragon Genk,Dragon Punch Arthur"jawabnya dengan sombong.
"Bos"ucap pria yang tengah berbaring dilantai.
Wanita bertopeng itu melirik pria itu lalu menendangnya hingga menabrak dinding"Jadi kau memang benar-benar bosnya,harusnya kau muncul lebih cepat agar aku bisa lebih awal menyelesaikan tugasku"ucap wanita bertopeng itu.
Arthur mengerutkan kening"Berani sekali kau menyerang anak buahku didepan mataku,itu adalah sebuah penghinaan untukku,lebih baik kau persiapkan pemakamanmu dari sekarang"ucapnya dengan marah, lalu muncul beberapa orang pria dari belakangnya diikuti pria-pria lain yang menyusul hingga jumlah mereka sampai ratusan orang dan mereka semua mengepung wanita bertopeng itu.
"Apa hanya segini orang-orangmu?Apa kau tidak mau membantu mereka?"tanya wanita bertopeng itu.
"Kalian semua,SERAAAANG"teriak Arthur.
"SERAAAANG"teriak semua orang sambil berlari menuju wanita bertopeng itu dengan tangan terkepal.
__ADS_1
"Bak,buk,bak,buk"beberapa saat setelah pertarungan dimulai,banyak dari anak buah Arthur terpental akibat dari serangan wanita bertopeng itu,ada yang menabrak temannya ada juga yang menabrak dinding.Waktu terus berlalu,tak sampai 1 menit semua pria disana sudah tumbang tergeletak dilantai,mereka semua mengerang kesakitan menyisakan Arthur yang menatap wanita bertopeng didepannya sebagai lawan yang sulit dikalahkan.
Arthur mengepalkan tangannya,ditangannya sudah terpasang sarung tangan dari besi khusus.
*Dragon Tusk-Punch*
Arthur melompat menuju wanita bertopeng itu dengan tangan yang sudah siap untuk meninju,wanita bertopeng itu melompat kebelakang dan melihat bahwa lantai tempat dia berdiri sudah hancur.
"Beladirimu lumayan,kau juga menggunakan sarung tangan dari besi khusus yang membuat tinjumu semakin destruktif,pantas saja kau dijuluki tinju naga"ucap wanita bertopeng itu"Akan sia-sia jika aku membunuhmu, bagaimana jika kau menjadi anak buahku saja"lanjutnya.
"Bermimpilah,aku tidak sudi menjadi anak buahmu"teriak Arthur dan menyerang bertubi-tubi menuju wanita bertopeng itu.
Wanita bertopeng itu bisa menghindari semua serangan Arthur dengan mudah,lalu dia menangkap 1 tinju Arthur dan membalas dengan meninju upper cut perut Arthur.
Arthur sedikit terangkat ke udara,wanita bertopeng itu lalu memberikan Arthur 3 kali tinju lagi sebelum akhirnya menghempaskannya ke dinding.
__ADS_1
Wanita bertopeng itu melangkah mendekati tubuh Arthur "Jangan bilang aku tidak memperingatkanmu sebelumnya,kau yang memilih jalan ini"ucapnya.
Arthur yang setengah sadar begitu ketakutan saat mendengar langkah demi langkah dari wanita bertopeng yang mendekatinya.Dikeadaan hidup dan mati ini,Arthur tahu bagaimana caranya agar dia bisa bertahan hidup,dia segera mengambil posisi sujud"Mohon maafkan aku dan mohon terima aku jadi anak buahmu"teriak Arthur yang membuat semua anak buahnya yang masih sadar terkejut,tapi keterkejutan mereka segera hilang karena paham kondisi bos mereka sekarang.