Sistem Kekayaan : 7 Batu Bertuah

Sistem Kekayaan : 7 Batu Bertuah
Saran 100 juta dolar


__ADS_3

Semakin malam acara pesta semakin meriah.


"Kau memang pandai merencanakan sesuatu ya"kata George pada Argus.


"Ini bukanlah sesuatu yang sulit tuan muda"balas Argus.


"Tit tit tit tit".


"Tit tit tit tit".


"Hmm,sepertinya aku harus pulang,kau yang akan bertanggung jawab atas para tamu,Argus"kata George karena dia akan pulang.


"Baiklah tuan muda"balas Argus.


Setelah itu George kembali lagi naik ke panggung dan meminta mic dari pembawa acara.


"Ehm,ehm,sungguh pesta yang meriah,tapi sangat disayangkan saya tidak bisa menemani kalian semua untuk menikmatinya,saya ada jam kuliah pagi besok karena itu saya harus pulang sekarang,mohon pengertiannya dan mohon maaf"kata George.


"Seperti tadi,saya akan menambahkan dana investasi perusahaan kami sebesar 1milliar dolar,jika kalian ingin mendapatkan dana investasi dari kami,maka kalian bisa menghubungi bawahan saya,Argus Blake,saya memberikan tanggung jawab perusahaan ini kepadanya"lanjut George.


"Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih"lalu George pergi dari area pesta dan menuju tempat parkir.


Setelah George pergi,suasana menjadi hening kembali.


'Apakah uang orang itu tumbuh dari pohon sehingga uang miliknya tidak pernah habis,tidak,bahkan jika uang tumbuh dari pohon maka dia harus sedikit berusaha untuk memanennya,apakah dirinya bisa menciptakan uang sendiri"pikir semua orang disana kecuali Argus.


Setelah keheningan selama beberapa menit,suasana kembali menjadi cair dan bahkan lebih hangat karena orang yang levelnya sangat amat jauh berbeda dari mereka telah pergi.


Satu per satu tamu kemudian mendekati Argus dan bersulang denganya berharap bisa mendapatkan secuil keuntungan dari 5 miliar dengan cara bekerja sama.


Argus terus bersulang dengan para tamu,tapi berbeda dengan George yang kembung karena jus,keadaan Argusasih baik-baik saja meskipun dia telah meminum beberapa botol anggur karena secara teknis dia bukanlah manusia biasa,dia adalah manusia yang terpanggil karena sistem.


"Tuan Blake,bisakah kita berbicara sebentar?"kata pria paruh baya sambil memegang segelas anggur ditangannya.


"Oh,anda...?"tanya Argus.


"Maafkan ketidaksopanan saya,saya adalah Federick Erikson,CEO dari Pegasus Entertaiment"Federick memperkenalkan dirinya.


"Dan ini adalah istri saya,Sonya Porter"kata Federic sambil menunjuk seorang wanita paruh baya di sebelahnya.

__ADS_1


"Oh,tuan Erikson dan nyonya Porter,apakah ada yang bisa saya bantu"balas Argus sambil berbasa-basi.


"Tuan Blake,sebenarnya saya sangat membutuhkan bantuan anda"kata Federick.


"Katakan".


"Bisakah anda menghubungkan saya dengan CEO anda"jawab Federick.


"Apakah ini tentang finansial?"tanya Argus.


"Betul".


"Apakah anda tidak mendengar bahwa CEO menyerahkan tanggung jawab perusahaan ini kepada saya,jadi saya rasa percuma kalau anda ingin saya menghungkan anda dengan CEO dengan alasan finansial"kata Argus dengan suara ditinggikan membuat dia mendominasi.


"Glek"Federick menelan ludahnya menghadapi dominasi Argus.


"Tapi tuan Blake,perusahaan saya akan segera bangkrut jika tidak segera mendapatkan sunytkan modal baru"Federick masih berusaha.


"Ish,orang ini,apakah dia tidak sadar akan kedudukannya di hadapan perusahaan raksasa ini,dan dia mau melanggar peraturan yang di buat langsung oleh penguasa perusahaan ini"bisik para tamu lain yang melihat Federick memohon pada Argus.


"Bukankah itu CEO dari Pegasus Entertaiment,kudengar perusahaanya akan bangkrut dalam waktu dekat"kata tamu lain.


"Benarkah,jika itu alasan kenapa perusahaanya akan bangkrut mungkinkah alasan dia ingin mendekati CEO Zebel karena ingin mendapatkan perlidungan dari namanya"timpal tamu yang lain lagi.


Bisik-bisik para tamu tidaklah keras,tapi juga tidak pelan sehingga Federick dapat mendengarnya dengan samar-samar,tapi Federick mengabaikannya dan terus memohon pada Argus berharap dia mau membantunya.


"Maaf tuan Erikson,saya tidak bisa membantu dan saya harap anda berhent....."kalimat Argus terhenti saat melihat cahaya yang berasal dari kalung yang berada dileher Sonya.


Saat Argus melihatnya lebih teliti lagi,matanya membulat dengan penuh kesenangan.


"Ehem,sebenarnya ada satu cara"kalimat Argus ini membuat Federick dan lainnya kaget.l


"Apa?Benarkah?Bisakah anda memberitahu saya bagaimana cara itu?"tanya Federick dengan senang.


"Jika menyerahkan itu padanya CEO,saya yakin 100% dia akan membantumu menghadapi kesulitan inisiatif Argus sambil menunjuk ke arah Sonya.


Saat Federick melihat Argus menunjuk istrinya,dia tidak bisa tidak bertanya pada Argus.


"Apa maksud anda tuan Blake,saya tidak paham"kata Federick.

__ADS_1


"Akan saya penjelasan,jika anda mau menyerahkan itu,maka CEO saya pasti akan membantu andaikata Argus memperjelas.


"Maksud anda istri saya,tidak-tidak mungkin saya akan menyerahkan istri saya,saya sangat mencintai dirinya" Federick menaikkan suaranya yang membuat perhatian para tamu lain berpusat pada dirinya.


"Apa?Benarkah tuan Blake menginginkan istri tuan Erikson untuk CEO nya?"bisik seorang tamu.


"Aku tidak salah dengarkan,apa mungkin CEO Zebel mempunyai perilaku menyimpang"timpal tamu lain.


"Sttt,pelankan suaramu atau mereka akan mendengarmu".


Mendengar bisik-bisik para tamu,Argus tahu bahwa dia telah melakukan kesalahpahaman.


"Bodoh,apa yang kau katakan"teriak Argus sambil menambahkan tangan.


"Yang kumaksud adalah itu,liontin yang istrimu pakai di lehernya"lanjut Argus.


"Sejujurnya CEO saat ini sedang mengoleksi batu-batu seperti yang ada di liontin istrimu itu,dan saat CEO menyukai sesuatu maka dia akan mendapatkannya dengan segala cara"lanjut Argus lagi.


"Benarkah jika saya memberikan liontin ini pada CEO maka beliau akan membantu perusahaan suami saya tuan Blake?" tanya Sonya.


"Tentu saja,aku menjamin atas namaku bahwa CEO pasti akan membantu kesulitan perusahaan suamimu"balas Argus.


"Syukurlah kalau begitu,sayang,perusahaan kita akhirnya bisa bangkit kembali''kata Sonya sambil menitikan air mata dan memegang tangan suaminya.


Federick tertegun mendengar bahwa perusahaannya bisa bangkit kembali,awalnya dia agak ragu dengan nasib perusahaanya,tapi dia sekarang sangat optimis akan kebangkitan perusahaannya.


"Tuan Blake,bisakah anda memberikan liontin ini kepada CEO Zebel"kata Sonya sambil melepaskan liontinya dan memberikannya pada Argus.


Argus mengangkat tangannya dan menolak"Lebih baik kalian berikan saja sendiri,kalian bisa mempersiapkan tempat dan waktunya,saya akan menghubungi CEO Zebel untuk kalian"kata Argus.


"Te..terima kasih tuan Blake,saya pasti akan mempersiapkan segalanya"kata Federick sambil membungkuk saat sudah tersadar dari lamunannya.


"Sama-sama"balas Argus,lalu dia kembali ke tempat duduknya.Saat hendak duduk,Argus memanggil Federick lagi.


"Tunggu..."panggil Argus.


"Apa ada yang bisa saya bantu lagi tuan Blake"jawab Federick.


"Ini hanya sekedar saran,lebih baik kau meminta modal dalam jumlah besar,misalnya 100 juta dolar atau lebih"kata Argus.

__ADS_1


"Haaa"Federick, Sonya dan para tamu lain yang mendengarkan itu kaget,tapi mereka segera meredakan kaget mereka dan mencoba terbiasa mendengar jumlah uang yang fantastis bila berurusan dengan perusahaan ini.


__ADS_2