
"Duaaar"
Pintu diruangan Jean ditendang hingga hancur tak bersisa,lalu muncul seorang wanita dan pria dari sana.
"Apa-apaan ini,siapa kalian?Apakah para penjaga pintu tidak bekerja"tanya Jean dengan marah.
"Apa kau Jean Manami?"tanya balik pria itu.
"Kak,kakak ipar,dia orangnya,dia orang yang menghalangiku untuk mengambil Hana"ucap Bohr saat melihat bahwa pria yang dia lihat adalah George.
Jean menyipitkan matanya pada George ketika mendengar penjelasan Bohr.
"Berani sekali kau mengganggu urusan keluarga Manami,apa kau tahu konsekuensinya atas hal itu?"tanya Jean,dia berusaha mengintimidasi.
"Aku tahu,tapi aku tidak peduli dengan konsekuensi kecil itu"jawab George dengan santai,namun tiba-tiba dia menjadi serius"Tapi apakah kau tahu konsekuensi daripada membuat masalah dikotaku ini?".
Wajah Jean berkedut,dia sangat marah.Memang benar pengaruh keluarga Manami tidak besar dikota ini,namun apakah itu bisa menjadi alasan orang yang tidak jelas latar belakangnya untuk seenaknya menghina keluarga Manami.
"Kau sangat sombong,bersiaplah untuk konsekuensi yang akan kau dapatkan,kematianmu"setalah mengatakan itu, 8 orang yang ada dibelakang Jean maju dan mengepung George serta Freya.
"Nak,jangan salahkan kami,salahkan dirimu karena terlalu ikut campur urusan orang lain"ucap salah satu penjaga lalu berlari menuju George dengan tinjunya yang sudah mengepal.
__ADS_1
"Boooom".
Suara ledakan terdengar keras,semua orang berharap George yang terpental namun mereka semua dikejutkan karena yang terpental kedinding adalah orang yang tadi hendak menyerang George.
"Bagaimana mungkin?"
"Apa yang terjadi dengan saudara kita?"
7 orang sisanya saling lempar pertanyaan dan saat mereka melihat kembali ke George,mereka melihat sosok Freya sudah berdiri didepan George.
"Apakah wanita itu yang melakukannya?Aneh karena aku tidak merasakan kekuatan dari dalam tubuhnya"
"Aku juga tidak merasakan kekuatan".
Tidak peduli seberapa banyak orang yang menyerang Freya secara bersamaan,dia tetap bisa dengan mudah mengalahkan mereka.
"Apa yang terjadi?"mata Jean terbelalak kaget melihat semua anak buanya telah tumbang,mereka semua adalah petarung kelas atas yang tidak mungkin dikalahkan secara bersamaan kecuali lawannya adalah seorang master.
Jean memandang Freya dengan ngeri,tapi dia berusaha untuk tetap tenang dan berpikir bagaimana dia bisa menang.
Freya melangkah berjalan mendekati Jean.
__ADS_1
"Tunggu,tunggu dulu nona,aku punya penawaran menarik.Bagaimana kalau kau menjadi anak buahku?Aku pasti akan memberimu uang yang tidak sedikit"Jean mencoba membuat penawaran.
"Apa kau pikir aku tertarik dengan penawaran semacam itu?"balas Freya dengan dingin"Kesetianku pada tuanku adalah hal yang paling berharga bagiku".
Saat mendengar itu,wajah Jean menjadi sangat pucat,dia tahu bahwa dia tidaka akan selamat,dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi,dia sendiri adalah seorang seniman beladiri tingkat menengah dan dia selalu ditemani oleh 10 orang bawahannya yang memiliki seni beladiri tingkat atas,dia tidak berpikir ada seorang yang kuat dikota kecil seperti Sunnyland ini yang bisa mengalahkan semua anak buahnya.
Freya hendak memukul Jean,namun suara George menghentikannya.
"Tunggu"teriak George.
Freya berbalik untuk melihat George.
"Aku ada urusan sebentar dengannya"George melangkah maju.
"Panggil ayahmu"ucap George pada Jean.
Jean awalnya tidak menanggapi George namun saat merasakan tekanan dari Freya,dia langsung menghubungi ayahnya.
"Hai Jean,apakah kau sudah melakukan tugasmu?"tanya orang tua dari seberang telepon.
"Ayah,aku..."belum sempat Jean berhenti bicara,ponselnya direbut oleh George.
__ADS_1
"Halo tuan Manami"sapa George.