Sistem Kekayaan : 7 Batu Bertuah

Sistem Kekayaan : 7 Batu Bertuah
Red Bull


__ADS_3

Di sisi lain,George yang sedang melajukan mobilnya tiba-tiba berhenti di tengah jalan karena dia di cegat oleh sekelompok pemotor.


"Kau George Zebel,kan?Keluarlah,seseorang memintaku untuk menghabisi mu"teriak salah seorang pria bermotor yang terlihat seperti seorang pemimpin,dia adalah Red Bull.


George mengerutkan kening,siapa orang yang mengirim orang-orang ini untuk menghabisinya,mungkinkah itu Kevin karena dirinya telah mengambil lebih dari 100 ribu dolar darinya,itulah kemungkinan terbesar.


Melihat bahwa orang didalam mobil tidak mendengarkan Red Bull sama sekalii,para anak buah nya mulai berteriak-teriak untuk mengintimidasi.


"Hei,apa kau tidak mendengar kakak Red Bull menyuruhmu keluar"teriak salah satu orang.


George tersadar karena teriakan itu,dia lalu melepas sabuk pengaman kemudian keluar dari mobil.


"Tidak perlu teriak-teriak begitu,telingaku masih normal" kata George sambil menutupi telingannya.


Lalu dirinya melihat sekeliling"Jumlah kalian banyak juga ya"lanjut George,sebenarnya dirinya ketakutan karena melihat jumlah orang yang menghadangnya ada sekitar 30 puluhan.


"Ha ha ha,tentu saja,orang yang mengirim kami bersedia membayar mahal,jadi aku membawa seluruh pasukan untuk menghabisimu"balas Red Bull sambil tertawa mengerikan.


"Oh ya,kalau boleh tahu siapa yang mengirim kalian dan berapa banyak orang itu membayar kalian?"tanya George.


"Untuk apa kau tahu semua itu?Sebentar lagi kau juga akan habis di tangan kami"balas Red Bull.


"Aku bisa membayarmu 2 kali lipat,tapi kau harus melepaskan aku"kata George.


"Ha ha ha,tawaranmu memang menggiurkan tapi maaf harus aku tolak"balas Red Bull.


"Kenapa,apakah uang nya kurang?Aku bisa membayarmu 5 kali lipat,apakah itu cukup"tanya George.


"Bisnis kami bukan cuma tentang uang tapi juga tentang kepercayaan,jika berita tentang kami yang mengkhianati pelanggan tersebar,mana mungkin ada orang yang akan menggunakan jasa kami di masa depan,lagipula pelanggan kali ini adalah pelanggan utama kami,jadi lebih tidak mungkin bagi kami untuk mengkhianatinya"jawab Reb Bull.


'Sistem,apakah aku bisa mengalahkan mereka semua?' George akhirnya menyerah untuk mengalahkan mereka dengan uang.


...[Tidak,dengan kemampuan beladiri host yang sekarang, maka host paling maksimal hanya bisa melawan 15 orang di depan]...


"Glek"

__ADS_1


Tanpa sadar George menelan ludahnya


'Aku hanya bisa melawan 15 orang,lalu apa yang akan dilakukan 15 orang sisanya pada ku,apakah aku akan habis disini malam ini,tidak,tidak,aku menolaknya,kehidupanku baru saja berubah,mana mungkin aku bisa mepepaskannya' batin George.


'Apakah ada cara untuk ku melawan mereka semua?' tanya George lagi pada sistem.


...[Ada,host memang tidak bisa melawan mereka dengan beladiri,tapi host bisa melawan mereka menggunakan sihir]...


''Apakah sihir memang benar-benar ada?Kalau memang benar ada bagaimana caranya aku menggunakannya?' tanya George lagi.


...[Sihir memang benar-benar ada,saya sarankan host menggunakan sihir kutukan,sekali penggunaan akan memakan kekayaan host sebanyak 1 juta dolar dan untuk penggunaannya,host harus menunjuk target dan mengatakan bahwa nasibnya akan sial,maka target akan mengalami nasib sia selama 5 menit]...


...[Peringatan,nasib sial bisa saja menyebabkan kematian, hati-hati saat mengunakannya]...


'1 juta,ini harga yang murah untuk ku,baiklah,tinggal tunjuk target,aku akan menunjuk pemimpin mereka' batin George.


"Kau Red Bull,kan?Kau akan menyesal karena telah menolak tawaranku tadi,ngomong-ngomong aku melihat bahwa nasibmu akan sial hari ini"kata George sambil menunjuk ke arah Red Bull.


"Apa?Beraninya kau mengutukku,semuanya,serang dia, habisi dia"teriak Red Bull.


"Argggh,sialan,apa yang kau lakukan"teriak Red Bull yang kesakitan sambil memegangi pahanya,lalu dia jatuh.


Semua bawahannya, berhenti lalu menoleh pada Red Bull yang sedang terduduk sambil memegangi pahanya.


"Tidak,tidak kak,aku tadi terpeleset,aku juga tidak tahu bagaimana pisauku bisa mengenaimu,tolong maafkan aku kak"kata pria yang tadi terpeleset dengan nada ketakutan.


"Ada apa kak Red Bull,kenapa dengan pahamu?"tanya salah satu pria yang lalu mendekat ke arah Red Bull,namun karena Red Bull masih memiliki nasib sial,pria itu juga terpeleset karena kulit pisang dan secara tidak sengaja menusuk paha lain Red Bull menggunakan pisau di tangannya.


"Arggggh"teriakan Red Bull kini terdengar lebih menyeramkan,kini kedua pahanya telah tertusuk pisau dan lebih mirisnya lagi,kedua pisau itu adalah milik kedua bawahannya.


"Hei sialan,apa yang kalian berdua lakuakan pada kak Red Bull,apakah kalian ingin berkhianat?"teriak salah satu orang lagi yang mendekati kerumunan 3 orang itu.


"Set"


Entah bagaimana caranya,ada sebuah kulit pisang di bawah kaki orang itu yang menyebabkan orang itu terbeleset dan menancapkan pisaunya lagi di paha Red Bull.

__ADS_1


"Argggghh"Teriakan Red Bull kali ini lebih dan lebih terdengar menyeramkan.


Semua orang disana kaget melihat kejadian itu,apakah ketiga orang itu berkhianat ataukah memang Red Bull memiliki nasib yang sangat sial.


Namun mereka semua segera memilih opsi kedua dan menyingkirkan opsi pertama karena ketiga orang itu adalah orang-orang paling setia terhadap Red Bull karena mereka adalah 3 orang pertama yang menjadi bawahan Red Bull,jadi mereka tidak mungkin akan berkhianat.


Saat memikirkan itu,semua orang segera menoleh kepada George dan mengingat bahwa pemuda itu tadi mengatakan bahwa nasib Red Bull akan sangat sial.


Mau tidak mau mereka yang tadi meremehkannya merasa ketakutan karena Red Bull kali ini memang memiliki nasib yang sangat sial.


George juga kaget karena pemandangan di depannya,tapi dia segera merasa senang karena telah selamat.


Dia lalu menujuk salah satu dari bawahan Red Bull hanya untuk melihat bahwa orang yang ditunjuk nya segera berlutut.


"Kakak,tidak,tidak,tuan Zebel,tolong maafkan saya,tolong jangan kutuk saya"rengek orang itu.


Mendengar hal itu wajah George menampakan senyum,dia lalu menunjuk ke arah pria lain dan pria itu seketika juga berlutut,hal itu juga dilakukan oleh semua pria disana, mereka tidak mau di kutuk oleh George dan merasakan nasib sial seperti Red Bull.


George lalu menoleh kepada Red Bull"Siapa yang mengirim mu?Apakah itu Kevin Wilton?"tanya George.


"Jangan mencoba-coba berbohong padaku atau kau akan merasakan sesuatu yang lebih sial"ancam George.


Red Bull langsung bergidik ngeri,dia telah merasakan kutukan George,dia tidak mau merasakan yang lebih sial lagi,sekarang dia tidak peduli lagi dengan pelanggannya dan mengatakan yang sebenarnya tanpa adanya kebohongan kepada George.


"Itu sebenarnya Sebastian?Tapi aku tidak pernah sama sekali berbuat masalah dengannya"George mengerutkan kening.


"Tuan...tuan Zebel,kemungkinan anda telah merebut wanitanya sehingga dia ingin menghabisi anda"


kata Red Bull dengan gugup.


"Merebut wanitanya?Siapa wanita itu?"tanya George.


"Saya juga tidak tahu"jawab Red Bull.


Merasa tidak ada informasi lagi yang bisa dia dapatkan, George memilih kembali ke mobilnya dan melaju pergi, karena sudah larut asramanya pasti sudah terkunci,jadi dirinya lebih memilih menuju ke villa nya dan kembali ke asrama keesokkan.

__ADS_1


__ADS_2