
George memacu mobilnya dengan cepat menuju kampis Sjunnyland dan seperti biasa dia memarkirkan mobilnya ditempat sepi yang jarang dikunjungi orang.
"Bukankah dia adalah mantan pacarmu,si miskin George" ucap seorang pria yang cukup keras sehingga bisa didengar oleh George.
George berbalik dan melihat mantan pacarnya,Sasa dan James Wren yang sedang berjalan mendekat kearahnya.
"Ada apa kalian kesini?"tanya George.
"Heii,apa kau pikir kampus ini milikmu?Apa hakmu mengusir kami?"jawab James.
"Baiklah kalau kalian tidak memiliki urusan denganku,aku harus pergi sekarang"ucap George lalu hendak pergi sebelum tangannya ditarik oleh James.
"Kenapa terburu-buru,ada hal yang aku ingin bicarakan denganmu"ucap James.
"Cepat katakan,aku sedang terburu-buru"ucap George sambil melepaskan tangannya dari James.
James geram akan perlakuan George'Berani sekali si miskin ini berperilaku tidak sopan kepadaku,andai saja bukan karena kesuksesan rencanaku dan Sasa nantinya,akan kuhajar dia habis-habisan'batin James.
__ADS_1
"Begini,Sasa sebentar lagi akan ulang tahun dan aku ingin mengundangmu untuk merayakannya,bagaimana?Kau mau,kan"ucap James.
George mengamati James dalam-dalam,dia lalu melirik Sasa dan merasakan kelicikan dari mereka berdua.
"Untuk apa aku datang?Lagipula kami sudah tidak memiliki hubungan apa-apa"bapas George santai.
James kaget dengan jawaban George,dia mengira akan mudah untuk mengundang George karena George miskin.Menurutnya sebuah pesta ulang tahun dimata orang miskin adalah sebuah acara makan gratis.
"Jangan begitu George,bagaimanapun juga Sasa adalah mantan pacarmu,kau harus datang.Iya kan sayang"James menatap Sasa.
Sasa juga terkejut dengan jawaban George"Benar George,kau harus datang.Kalau tidak,kalau tidak aku akan..."
"Mungkin kalau dulu aku akan sangat takut bila kau mengatakan itu,tapi perlu kuingatkan sekali lagi bahwa kita sudah tidak punya hubungan apa-apa,bahkan jika kau pura-pura tidak pernah mengenalku aku tidak masalah sama sekali"ucap George.
"Kalau begitu aku permisi"George berjalan pergi dari tempat itu meninggalkan James dan Sasa yang terbengong.
"Sayang,bagaimana ini?Kalau George tidak datang maka rencana kita tidak akan pernah bisa berjalan"ucap Sasa,mereka berdua telah merencanakan balas dendam kepada George akibat kejadian tempo hari ditoko handphone.mereka berencana mempermalukan George saat acara ulang tahun Sasa nanti namun sepertinya rencana mereka gagal.
__ADS_1
James menatap George yang sedang berjalan menjauhi mereka"Tenang saja,aku akan membuat rencana baru".
Disebuah ruangan ada seorang wanita duduk sambil bermain-main dengan ponselnya.
"Halo Bu Samantha"sapa seorang pria,dia adalah George.
Samantha melirik George sebentar"Bagus kau sudah datang,cepat ikuti aku"katanya lalu beranjak pergi.
George mengerutkan keningnya'Bukankah kau yang menyuruhku pergi ke kampus,kenapa sekarang kita malah pergi'gerutu George didalam hatinya.
"Hei,apa kau akan tetap diam disana atau akan ikut aku"teriak Samantha yang membuyarkan lamunan George.
Mau tak mau George mengikuti Samantha berjalan pergi dan saat sudah ada diparkiran,George mengikùti Samantha memasuki mobil.
"Kemana sebenarnya kita akan pergi?"tanya George.
"Lebih baik kau diam saja"jawab Samantha sambil terus melajukan mobilnya.
__ADS_1
'Bukankah ini menuju perumahan dosen,apa yang ingin bu Samantha lakukan dengan membawaku kesini?''batin George,dia sudah membayangkan hal yang tidak-tidak.