
Setelah pertandingan usai,para penonton membubarkan diri,mereka disini karena di kumpulkan oleh Rio untuk menghina William setelah kalah dari Rio nantinya,itu adalah rencananya,sekarang tim Rio telah kalah dan tidak ada yang bisa mereka lakukan disini,jadi mereka secara alami pergi satu persatu.
"Hei George,sejak kapan kemampuanmu dalam bermain basket menjadi sangat bagus?"tanya Alex saat mereka bertiga sudah berkumpul bersama Jo dan Yumi.
Pertanyaan dari Alex juga menyadarkan Jo dari keterkejutan akan akan permainan George tadi.
"Benar George,sialan kau.Kenapa kau menyembunyikan kemampuan basketmu yang sehebat ini?"umpat Jo sambil terduduk ditempatnya.
"Ya,aku tidak menyembunyikan kemampuanku,aku hanya beruntung saja bisa mengalahkan Riki,kapten tim basket" jawab George,George tidak sepenuhnya bohong, sebenarnya dia gegabah untuk bertukar tempat dengan Alex untuk menghadapi Riki,tapi beruntung sekali sistem memberikan misi mudah dengan hadiah kemampuan bermain basket.
"Kau menyebut bisa mengalahkan Riki itu beruntung,berarti kami yang kalah dengannya itu sial donk"kata Jo.
"Kalau Alex dan William mungkin sial,tapi kalau kamu mungkin terkutuk Jo"balas George lalu disambut tawa semua orang disana.
Lalu sekelompok wanita mendekati George dan yang lainnya,mereka adalah Kikan,Aquilla dan kelompoknya.
"Hai Will"sapa Aquilla dengan malu-malu.
William yang disapa menoleh ke arah Aquilla.
"Hai Qilla"sapa balik William dengan malu-malu.
"Dekatilah dia"bisik Alex sambil mendorong William mendekat ke Aquilla.
Kemudian William dan Aquilla menjauh sedikit dari sana tapi masih bisa terlihat oleh George dan yang lainnya.
Setelah beberapa waktu,entah apa yang diperbincangkan oleh mereka,dari kejauhan nampak William dan Aquilla sedang berpelukan,mereka kemudian kembali dengan bergandengan tangan.
Setelah kembali,wajah William sangat bersemangat sedangakan wajah Aquilla sangat merah.Lalu Aquilla melepaskan genggaman tangan Wiilliam dan kembali ke sisi Kikan dan membisikan sesuatu.
"Jadi seperti itu"kata Kikan sambil melirik ke Yumi.
"Yumi,apa kau mau ikut?Sudah lama kita tidak ke perawatan bersama"ajak Kikan pada Yumi.
Yumi tidak langsung menjawab dan melihat ke arah George seperti meminta persetujuan.
George tentu saja tidak melarangnya karena dia tidak punya hak sama sekali untuk tidak membiarkan Yumi pergi bersama Kikan.
Setelah mendapatkan jawaban dari George,Yumi akhirnya ikut Kikan,Aquilla dan kelompoknya pergi ke perawatan.
""Hei Will,apakah kau jadian dengan Aquilla?"tanya Alex.
__ADS_1
"Tentu saja"jawab William setelah melambaikan tangan pada Aquilla yang baru saja pergi.
"Selamat ya,nanti malam kamu pokoknya harus traktir kami sampai puas"balas Alex sambil memegang erat bahu William.
"Iya,iya,aduh lepasin donk,sakit bahuku,lagipula nanti malam aku memang ingin mengajak kalian ke restoran untuk kencan pertamaku dengan Aquilla,dia juga akan mengajak teman-temannya"kata William.
"Ha ha ha,bagus kalau begitu,ayo kita sekarang kembali ke asrama"mereka berempat kemudian kembali ke asrama dengan Jo dipapah oleh George dan Alex karena masih kesulitan berjalan.
Malampun tiba George,Alex,William dan Jonathan yang masih agak pincang sudah berpakaian sangat rapi.
Sebelumnya William sudah menyewa sebuah mobil untuk malam ini.Tapi berpikir bahwa akan ada banyak orang yang ikut,dia merogoh kantong lebih dalam untuk menyewa 2 mobil untuk malam ini.
"Will,apa kau menyewa 2 mobil sekaligus?"tanya George.
"Ya,kenapa memangnya?"tanya balik William.
"Will,aku tahu kondisi finansialmu,mungkin 2 minggu dari sekarang kau hanya akan makan nasi saja tanpa lauk untuk menutupi keuanganmu,padahal kau bisa saja sewa 1 mobil,kami bertiga akan naik taksi"jawab George.
"Benar Will,kau tidak perlu memboroskan uangmu untuk kami"timpal Alex.
"Terima kasih teman-teman,tapi ini adalah hari bahagiaku dan aku ingin teman-temanku juga merasa bahagia"kata William.
"Bagaimana bisa?Bukankah keuanganmu lebih parah George,aku tidak mungkin merepotkanmu"William cepat-cepat menolak tawaran George.
"Tenang saja,aku baru-baru ini memenangkan lotere dan masih ada sisa uang yang cukup banyak,jadi kita bisa gunakan uang itu untuk makan nanti"kata George.
"Benarkah?Terima kasih George,kau benar-benar temanku" balas William yang hampir menitikan air mata.
"Hei kalian cepatlah,para wanita suda menunggu"Jo dengan tidak ada rasa bersalahnya menghancurkan moment haru itu.
Mereka kemudian membagi 2 orang untuk 1 mobil,Alex dengan William,dan George dengan Jonathan.Mereka lalu menuju ke asrama putri untuk menjemput para gadis.
Setelah sampai di asrama putri,George dan yang lainnya tidak menyangka bahwa akan ada banyak teman Aquilla yang akan ikut,termasuk Yumi dan Kikan.
Untunglah William sebelumnya sudah menyewa 2 mobil.
Setelah semua orang masuk,mobil kemudian melaju menuju restoran tujuan.
Namun tidak ada yang menyadari bahwa diseberang jalan ada seseorang yang sedang mengawasi mereka dari dalam mobil,orang itu lalu mengambil telponnya untuk menghubungi seseorang.
"Halo,apakah kau sudah melakukan apa yang aku katakan?" tanya orang itu pada orang diujung telpon.
__ADS_1
"Tentu saja kawanku,aku sudah melakukan persis seperti apa yang kau katakan,kau juga tidak lupa dengan bayarannya,kan?"tanya orang diujung telpon.
"Itu akan tergantung dari hasil nya nanti"jawab penelpon, lalu dia mematikan telpon dan mengikuti rombongan mobil George dari belakang.
Setelah sampai direstoran yang sudah dipesan oleh William,semua orang turun dengan satu per satu.
"Seleramu bagus juga ya Will memilih restoran seperti ini" puji George pada William saat mereka hendak masuk ke restoran.
"Kri i i i i i i ng"
Tiba-tiba ponsel milik George berbunyi,saat melihat nomor yang tertera di ID adalah milik Argus,George buru-buru menyembunyikannya dan meminta ijin ke teman-temannya untuk mengangkat telpon dulu.
"Will,aku angkat telpon dulu,nanti kau bisa hubungi aku kau ada diruang berapa"kata George sambil berjalan pergi.
"Baiklah,nanti ku beritahu nomor ruangan kami jangan sampai kau tidak datang"balas William saat George sudah menjauh.
"Ya Argus,apa ada masalah sampai kau menelponku lagi?"tanya George.
"Tidak ada masalah sama sekali tuan,lebih tepatnya ini adalah berita penting untuk anda"jawab Argus dengan hormat.
"Berita penting?Berita tentang apa itu?"tanya George lagi.
"Sebenarnya kemarin malam saat pesta di perusahaan, setelah anda pulang,ada seseorang yang menemui saya dan saya melihat bahwa istri orang itu mengenakan batu bertuah sebagai liontinnya"jawan Argus.
"Apa,benarkah?Kenapa kau tidak menghubungiku lebih cepat?"tanya George dengan bersemangat.
"Saya tidak menghubungi anda karena sudah merencanakan sesuatu"jawab Argus"Apakah besok anda ada waktu kosong tuan?"tanya Argus.
"Besok kebetulan aku tidak ada jadwal kuliah,memangnya ada apa?".
"Pemilik batu bertuah ingin memberikannya langsung kepada anda....".
Lalu Argus memberitahu semua informasi untuk George,tempat pertemuan,waktu dan masalah yang ingin pemilik batu bertuah minta bantuan pada George.
"Tenang,itu masalah gampang,aku malah sudah tidak sabar untuk melihat batu itu,baiklah aku tutup dulu,aku sedang ada urusan sekarang"kata George lalu menutup telponnya.
"Semoga malam anda menyenangkan tuan"balas Argus lalu juga menutup telponnya.
Setelah menutup telpon,George kembali ke lobby restoran dan betapa terkejutnya dia melihat teman-temannya masih tertahan di lobby,dia juga melihat Rio dan kelompoknya ada disana.
"Aku merasa ada yang tidak beres"gumam George lalu menghampiri teman-temannya.
__ADS_1