
"Kriiiing''.
Alarm pagi di hp George berbunyi dan membiat George terbangun.
"Hoaaam".
Dia lalu membersihkan diri dan bersiap untuk berangkat kuliah.Sebelum pergi,George menulis pesan untuk Hanna dan Alice agar membuat diri mereka senyaman mungkin berada disini.
Setelah menulis pesan,George berangkat menuju asramanya dulu untuk mengambil buku-bukunya.
"Hei,kemana saja kau dari kemarin?Kau seperti tidak pernah kembali ke asrama?"tanya Alex.
"Yaaa,aku ada urusan dan setiap kali urusan itu selesai pasti sudah melewati jam malam untuk asrama,jadi aku tidak bisa kembali"jawab George.
"George,mungkinkah kau bekerja sebagai gigo-,aduh" kalimat Jo terhenti karena kepalanya di jitak Alex.
"Jangan asal ngomong kau Jo,George tidak mungkin melakukan itu"kata Alex.
"Darimana kau bisa yakin akan hal itu,semuanya bisa saja terjadi"balas Jo.
"Apa kau lupa Jo,George adalah yang paling gugup ketika berhadapan dengan perempuan diantara kita,bahkan mungkin dulu kalau kita tidak memberikan dia dorongan,dia tidak akan pernah bisa berpacaran dengan Sasa"kata Alex.
"Betul juga,dia dulu orang yang Gynophobia ''timpal William.
"Ha ha ha ha"ketiga orang itu kemudian menertawakan George bersama-sama.
"Diamlah kalian,setidaknya aku pernah berpacaran dan kalian tidak pernah,aku curiga bahwa kalian sebenarnya memiliki hibungan khusus"George balas mengejek ketiga sahabatnya.
"Sialan kau George,apa kau pikir kami Gay"kata Jo.
"Mana kutahu"balas George sambil mengangkat bahu.
"Oh iya George,apa kau nanti siang ada waktu?"tanya Alex.
"Kebetulan hari ini aku cuma ada jadwal pagi,memangnya ada apa?"tanya balik George.
"Ini,si William sedang mengejar wanita,disisi lain,Rio dari klub basket juga mengejar wanita itu,jadi Rio menantang William untuk bertanding basket dan pemenangnya bisa menjadi kekasih wanita itu"jawab Alex.
"Ho ho,apakah satu sahabatku ini sudah mengalami perkembangan,tenang saja,nanti siang aku pasti datang dan akan mengalahkan mereka untukmu Will"kata George.
"Tidak,tidak,tidak,kau tidak akan ikut bertanding,jujur aku agak terkejut kau bisa beladiri saat di warnet dulu,namun yang aku tahu kau adalah yang paling tidak bisa olahraga diantara kami,maka dari itu kau hanya cukup menonton saja"kata Jonathan.
"Baiklah kalau begitu,nanti siang aku akan menantikan kemenangan kalian,dan Will,aku sudah bisa melihat seberapa bucinnya kau nanti"kata George lalu berlari kecil pergi.
"Ha ha ha ha"Alex dan Jo tertawa.
__ADS_1
""Sialan kau George,tunggu,akan ku pukul kau"teriak William dari dalam kamar.
George yang sudah berlari jauh mengabaikan teriakan William,dia bergegas menuju ke kampus karena jam pagi akan dimulai.
"Hai Yumi,bagaimana keadaan ibumu srkarang?''tanya George setelah duduk di samping Yumi.
"Syukurlah sekarang keadaan ibu sudah membaik,meskipun sekarang dia masih belum siuman juga"jawab Yumi.
"Syukurlah kalau begitu,aku harap ibumu bisa cepat siuman ya"kata George.
"Terima kasih George,oh ya,untuk masalah uangmu-,"
"Tidak perlu terburu--buru mengembalikannya,kau bisa mengembalikannya kapanpun kau mau,bahkan kau bisa untuk tidak mengembalikannya"George dengan cepat memotong ucapan Yumi karena dia tahu arah pembicaraan Yumi ke mana.
"Tidak-tidak,aku pasti akan mengembalikan uangmu meskipun itu membutuhkan waktu yang sangat lama"balas Yumi.
George tersenyum mendengar jawaban Yumi,dia tahu bahwa sahabatnya ini adalah wanita kuat yang tidak mau berhutang budi pada siapapun,termasuk sahabatnya.
Lalu dosen datang dan memberikan pelajaran pada George dan lainnya hingga selesai.
"Oh iya,apakah kau ada acara setelah ini?"tanya George pada Yumi.
"Aku tidak ada acara,memangnya ada apa?"tanya balik Yumi.
"Aku ingin mengajakmu menonton basket, sahabat-sahabatku akan bertanding basket nanti siang" jawab George.
"Rio dari tim basket dan teman-temannya"jawab George.
"Puuuuuf".
Yumi memuncratkan air yang dia minum ketika mendengar jawaban George.
"Rio dari tim basket sekolah"Yumi mengulangi perkataan George.
"Aku rasa para sahabatmu itu tidak ada harapan menang" lanjut Yumi sambil menggelengkan kepalanya.
"Belum tentu,kau saja yang belum melihat kehebatan sahabat-sahabatku ketika bermain basket,asalkan kapten dari tim basket sekolah tidak ikut,mereka pasti akan memenangkannya"balas George.
"Oh iya,mungkin akan seru nanti,kalau begitu aku akan ikut denganmu"kata Yumi.
"Baiklah,ayo kita sekarang kita kesana,kebetulan mereka juga sedang mengvideocall aku"balas George.
"Hei George,kau dimana?Cepatlah kesini,kita kekurangan orang untuk mendukung tim kami" kata Alex yang ada diseberang.
"Tenang saja,aku baru selesai pelajaran,aku akan segera kesana,lihat siapa yang akan ikut"balas George sambil mengarahkan kamera depannya ke arah Yumi.
__ADS_1
"Bu,bu,bu,bukankah itu Yumi,benarkah dia akan menonton kita?"tanya Alex.
"Apa?Mana Yumi,mana Yumi?"terdengar suara dari seberang dan orang itu langsung merebut telpon Alex.
"Ha,ha,halo Yumi"sapa orang diseberang telpon dengan gugup,dia tak lain adalah Jonathan.
"Umm,halo,kau temannya George,kan"sapa Yumi.
"Iya,iya,iya,aku adalah temannya,bukan,aku adalah sahabatnya,bahkan saat George sedih,aku adalah orang yang menghiburnya"kata Jo.
"Kau akan bertanding nantikan,semangat ya,,aku dengar dari George bahwa kalian bertiga hebat dalam bermain basket"kata Yumi.
"Tentu,kalau bukan melawan kapten tim basket,kami pasti bisa memenangkannya"balas Jo.
"Bagai-,"Sebelum Jo lanjut mengobrol dengan Yumi,George mengembalikan arah kamera kepadanya.
"Hai".
"Ap-',George,kembalikan arah kamera ke arah Yumi,aku ijgin mengobrol lagi"kata Jo.
"Sudah-sudah,kau malah ayik sendiri,lebih baik kau pemanasan dulu agar tidak cedera nanti"balas George mengingatkan Jonathan agar memulai pemanasan.
"Iya,iya,aku tahu"balas Job"Nih Lex,aku kembalikan ini, nggak seru ngobrol sama George"katanya pada Alex sambil mengembalikan hpnya.
"Ha ha ha,apakah dia ngambek?"tanya Yumi.
"Ya begitulah,nanti juga kembali seperti semula"jawab George.
"Oh iya Lex,kututup dulu,sampai nanti ya"kata George.
"Ya,sampai nanti"balas Alex,dia juga menutup telpon bersama George.
"Temanmu asyik ya"kata Yumi.
"Tentu,mereka juga ngefans sama kamu,mereka bahkan sudah sejak sangat lama mengfollow akunmu di Momo Stream dan selalu menontonmu setiap malam"kata George.
"Senangnya mempunyai penonton yang setia"kata Yumi.
"Itu lapangan basket sudah kelihatan,woaaah,banyak sekali orang yang mau menonton,pantas temanmu cemas karena tidak ada yang mendukung mereka"kata Yumi.
"Benar,kurasa ini adalah ulah Rio yang ingin mempermalukan William sekaligus menembak seorang cewek"balas George.
"Jadi seperti itu,pertandingan ini karena perebutan wanita".
"Yaa,begitulah"balas George santai.
__ADS_1
"Hai George,sini"terdengar teriakan seseorang yang memanggil George.