
"Halo tuan Manami"sapa George kepada orang dìseberang telepon.
Tuan Manami mengerutkan kening"Siapa ini?"tanyanya.
"Tidak penting siapa aku,yang terpenting adalah anakmu sekarang ada ditanganku"jawab George.
Wajah tuan Manami menjadi gelap saat mendengar bahwa anaknya disandera"Apa yang kau inginkan agar anaku bebas?"tanya tuan Manami lagi.
"Mudah saja,yang kuinginkan adalah kau menarik semua kekuatanmu dikotaku ini dan jangan pernah lagi menginjakan kaki disini"jawab George"Mudah bukan?".
Tuan Manami terdiam sejenak,dia dipaksa memilih antara terwujudnya keinginan dirinya dimasa lalu atau anak nya sendiri.
"Kau tahu tuan Manami,aku tidak memiliki banyak waktu,setiap detik yang kau lewatkan disana akan menjadi sebuah pukulan untuk anakmu"ucap George,lalu terdengar suara teriakan Jean dari arah belakang.
"Ayah,tolong selamatkan aku"pinta Jean pada ayahnya.
__ADS_1
Tuan Manami yang ada diseberang telepon menggertakan giginya"Baik-baik,aku akan menarik kembali semua kekuatanku dari kotamu,maka dari itu cepat lepaskan anakku"ucapnya,dia masih bisa mendapatkan keinginannya dengan cara lain dilain waktu,namun sekarang anaknya ada ditangan musuh yang sewaktu-waktu bisa saja berada dalam keadaan bahaya.
"Baguslah kau mau menurut dengan cepat tuan Manami,sepertinya anakmu yabg satu ini sangatlah berharga bagimu"balas George.
"Apa pedulimu?Cepat lepask..."belum sempat tuan Manami menyelesaikan ucapannya,George sudah menutup telpon terlebih dahulu.
"Sialan,anak kemarin sore saja berani bertindak tidak sopan kepadaku.Kalau Jean sudah dibebaskan aku pasti akan menghancurkannya"geram tuan Manami"Cepat tarik semua orang kita dari Sunnyland"perintah tuan Manami kepada bawahannya,dia tahu bahwa George tidak akan melepaskan anaknya jika George mengetahui bahwa masih ada kekuatannya dikota.
Disisi lain setelah menutup telpon,George mendekati Freya dan Jean.
"Sepertinya ayahmu sangat mrnyayangimu ya,aku akan memberinya sedikit kejutan"setelah itu George memukul berkali-kali Jean hingga dia babak belur dan tak sadatkan diri.
"Freya,apa kau tahu apa yang akan terjadi dimasa depan?"tanya George.
"Kita akan berperang,cepat atau lambat"jawab Freya.
__ADS_1
George mengangguk"Benar sekali,maka dari itu aku ingin kau menjalankan rencanamu untuk menundukan dunia hitam dikota ini dan menjadikannya sebagai kekuatan kita"ucapnya.
"Baiklah,akan segera saya laksanakan"balas Freya.
"Tapi,aku ingin agar kau tidak mengungkapkan identitasmu kepada orang-orang yang tidak berkepentingan"ucap George lagi.
"Baik tuan,akan saya laksanakan"jawab Freya,kemudian dia meninggalkan George sendirian.
"Huuuh,sepertinya aku akan dipanggil dosen karena tidak masuk kuliah hari ini"keluh George.
'Triiiiing'benar saja,tak lama setelah mengeluhkan itu ponsel George berbunyi.
"George Zebel,beraninya kau tidak datang ke kalasku tanpa izin,apa kau mau mengulang semester depan"teriak seorang wanita dari seberang telepon.
"Bu Samantha,maafkan aku,aku ada urusan mendesak sehingga tidak bisa masuk kelasmu dan aku lupa untuk meminta izin padamu"ucap George.
__ADS_1
"Tidak ada alasan,temui aku segera di kampus"teriak Samantha lalu segera menutup telponya.
George tidak tahu harus apa dalam menghadapi dosennya ini,dia merasa dosennya ada dendam tersendiri terhadap dirinya karena mungkin hanya dirinyalah yang diperlakukan seperti ini.