Sistem Kekayaan : 7 Batu Bertuah

Sistem Kekayaan : 7 Batu Bertuah
Kemenangan


__ADS_3

"Aku tidak peduli dengan kisah kalian,sekarang cepat masuk ke lapangan"kata wasit.


Pertandingan akan segera dimulai,tapi ada yang berbeda dari pertandingan sebelumnya,George ikut bermain dan dia juga bertukar posisi dengan Alex untuk berhadapan dengan kapten tim basket.


"Oh Will,apa kau ingin ada korban lagi dipihak mu?Aku sarankan kau menyerah sekarang juga agar teman-temanmu yang lain tidak menjadi korban seperti orang tadi,ha ha ha ha"kata Rio dengan tawa penuh kelicikan.


"Aku tahu kecelakaan Jo itu disengaja oleh kalian,aku pasti akan membalasnya nanti"William menggertakan giginya karena marah.


"Ha ha ha ha,coba saja kalau begitu,selama kapten bermain di timku,tidak ada kata kalah sama sekali"kata Rio penuh percaya diri.


Disisi lain,ada kontak mata yang cukup menakutkan dari George dengan kapten basket.


"Kau sengaja melakukan itu pada temanku,kan?''tanya George.


"Mau bagaimana lagi?Dia terlalu hebat sebagai musuh,dan yang kulakukan tadi adapah salah satu cara untuk menghentikan lawan-lawanku dan aku sudah banyak melakukan hal itu untuk meraih banyak kemenangan"jawab kapten basket tanpa rasa bersalah dan malu.


George sangat terkejut akan jawaban dari kapten basket.


"Seseorang sepertimu tidak pantas untuk ada di dunia olahraga,menghalalkan segala cara untuk meraih kemenangan,kau akan merasakan akibatnya nanti"kata George.


"Huu,takutnya,apa kau mengancamku?"balas kapten sambil berpura-pura ketakutan"Coba saja lakukan apa yang kau bisa,lagipula aku melihat bahwa pemain terbaik di antara kalian adalah orang yang baru ku jatuhkan tadi"lanjutnya.


"Kau benar sekali,Jo adalah pemain basket terhebat yang pernah ku temui,dia juga seorang teman yang dapat diandalkan,maka dari itu aku akan membalasmu untuk nya" kata George dengan mantap.


"Hei,apa kau pikir George bisa membalikan keadaan?"tanya Yumi pada Jo yang sudah diobati oleh petugas kesehatan kampus.


"Yumi,kau terlihat sangat cantik saat sedang mengkhawatirkan seseorang"puji Jo sambil menatap ke arah Yumi.


"Hei,tolong tenang dan jawab pertanyaanku".


"Ouch,maafkan aku Yumi,emm sebenarnya aku tidak yakin George bisa membalikan keadaan,lebih tepatnya kita jangan berharap dia bisa melakukan itu karena mustahil" jawab Jo sambil menghela nafas.


"Apakah kemampuannya seburuk itu?"tanya Yumi lagi.


"Dialah yang terburuk diantara kita dan akulah yang terbaik" jawab Jo dengan agak sombong.


"Priiiit".


Peluit telah dibunyikan oleh wasit tanda pertandingan telah dimulai.Bola berada di tim Rio karena point yang sebelumnya dicetak.

__ADS_1


Bola dipegang oleh Rio,dia kemudian mengoper bolanya ke kapten basket yang tengah dijaga oleh George.


Karena perbedaan skill yang begitu besar,George dapat dengan mudah dilewati oleh kapten basket dan mencetak angka.


"Ha ha ha,apa dengan kemampuan segitu kau ingin membalaskan temanmu?"tanya kapten basket dengan meremehkan.


...[Ding]...


...[Misi Sampingan : Cetak 1 Point]...


...[Status : Dijalankan]...


...[Hadiah : Keterampilan Bola Basket]...


...[Hukuman : Tidak Ada]...


Wajah George yang awalnya muram kini berangsur sumringah saat melihat notifikasi misi sampingan yang dia terima,terutama karena hadiahnya bisa membuatnya membalaskan Jo.


"Ada apa dengan wajah bodohmu itu?"tanya kapten basket.


"Jangan pikirkan,nikmati saja saat-saat terakhirmu bermain basket"jawab George.


George mengambil nafas dalam-dalam.


"Tenanglah George,cetak 1 point saja dan kau akan bisa memenangkan pertandingan ini"batin George,lalu dia melemparkan bolanya dan berhasil masuk ke dalam ring.


......[Ding]......


...[Misi Sampingan : Menangkan game Ini]...


...[Status : Sukses]...


...[Hadiah : Keterampilan Bela Diri Dasar]...


...[Hukuman : Kehilangan Keterampilan Bicara]...


"Yes"teriak dengan senang.


"Oi oi oi,untuk apa kau berteriak sekeras itu?1 point tidak akan membuat kalian menang"kata kapten basket.

__ADS_1


"Begitukah?Kuberitahu padamu,1 point ini akan menjadi awal dari kemenangan kami"balas George dengan percaya diri.


Perrandingan kembali dimulai,seperti yang dikatakan George,kemampuannya kini telah meningkat pesat dalam sekejap,dia yang awalnya kalah berhadapan dengan kapten basket kini telah menyamainya bahkan mengunggulinya.


"Apa,bagaimana mungkin George mempunyai kemampuan yang sangat hebat dalam bermain basket?Bahkan melebihi diriku"kata Jo dengan kaget,itu juga yang dirasakan oleh Alex dan William.


"Huuh...huuh...huuh,tak kusangka kau menyembunyikan kemampuanmu yang sehebat ini"kata kapten basket sambil mengambil nafas karena kelelahan terus mengejar George.


"Apa itu masalah dan apakah kau sudah kelelahan?Sudah kubilang aku akan memenangkan pertandingan ini dan membalaskan temanku"balas George.


"Boleh juga kau,kalau boleh tau siapa namamu,aku Riki" kata kapten basket memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangan.


"Aku biasanya tidak akan menolak untuk menambahkan temanku,tapi hanya untukmu,aku menolak memperkenalkan diriku"balas George dengan mengabaikan uluran tangan Riki.


Pertandingan kembali dimulai,point antara kedua tim terus kejar-kejaran dan hampir semuanya dicetak oleh George dan Riki.


Hingga saat pertandingan hampir berakhir,point kedua tim sama-sama 70,George yang saat ini memegang bola berlari masuk ke area dalam diikuti oleh Riki.George melakukan Fake Step yang membuat Riki terjatuh tepat berada dibawah ring sama seperti halnya Jo terjatuh tadi.


Hal ini dimanfaatkan oleh George untuk membalaskan Jo, dia melakukan dunk seperti yang dilakukan Riki tadi dan dia juga berpura-pura secara tidak sengaja menginjak betis Riki.


"Kreek".


Terdengar bunyi retakan lirih pada kaki Riki yang hanya bisa didengar oleh George dan Riki.George telah menyebabkan retak kecil pada tulang kaki Riki.George telah mengatur kekuatannya sedemikian rupa agar tidak terlalu menyebabkan kerusakan yang parah pada kaki Riki.Tujuan George melakukan itu adalah untuk memberi sedikit pelajaran pada Riki dan menyadarkan Riki bahwa selama ini perbuatannya adalah salah,dia juga ingin memberikan kesempatan pada Riki untuk terus bermain basket setelah sembuh nanti,bagaimanapun retakan yang dibuat George bisa sembuh hanya dalam waktu kurang dari 2 bulan,tapi rasanya masih saja sakit.


"Aaaaaaaaaah".


Teriak Riki penuh kesakitan sama seperti yang dilakukan Jo tadi,bedanya teriakan ini lebih keras dan terdengar memilukan.


"Priiit".


Bersamaan dengan teriakan Riki, pertandingan telah berakhir dengan hasil kemenangan tim William dengan selisih ½ bola*.


"Kap,kapten Riki,apa kau tidak apa-apa?"tanya Rio sambil berlari mendekati Riki.


"Apa kau buta?Cepat panggil petugas kesehatan,sepertinya kakiku retak"teriak Riki.


"Apa?"Rio terkejut mendengar ucapan Riki.


"Cepat panggil petugas medis"teriak Riki lagi.

__ADS_1


Rio segera tersadar dari keterkejutannya dan memanggil petugas medis yang masih ada dilapangan setelah mengobati Jo,mereka segera membawa Riki ke unit kesehatan di kampus.


__ADS_2