
"Kriiiiing"
"Kriiiiing"
George yang masih tertidur terbangun gara-gara suara ponselnya.
"Ada apa Argust menelponku?"gumam George lalu mengangkat telponnya.
"Ada apa kau menelponku?"tanya George.
"Tuan,semua orang yang mendapatkan undangan pesta dari kita telah mengkonfirmasi kehadiran mereka"kata Argus.
"Lalu?"tanya George yang masih tidak paham maksud Argus.
"Intinya semua orang akan hadir,jadi saya mengharapkan kehadiran tuan di pesta nanti malam"jawab Argus.
"Hanya untuk ini kau menelpon dan membangunkanku" teriak George karena Argus menelponnya untuk hal kecil seperti ini di pagi buta"Lain kali kalau mau menelpon kau harus lihat jam dulu,ini adalah jam tidur dan kalau bukan masalah penting kau tidak perlu menelpon"lanjut George.
"Maaf tuan,aku hanya mengingatkan tuan agar tuan tidak lupa"balas Argus dengan suara agak terdengar ketakutan, dia biasanya terlihat mendominasi dihadapan orang lain bahkan dengan lawan bisnisnya yang begitu kuat,tapi dihadapan George dia begitu ketakutan.
"Tidak apa,dan terima kasih telah mengingatkan,aku akan datang nanti malam"kata George lalu menutup telpon dan melanjutkan tidur.
Disisi lain,setelah Argus menutup telpon,dia lalu menyeka keringatnya yang sudah bercucuran deras dari tadi.
"Tuan muda memang sangat menyeramkan ketika marah" gumam Argus dengan lirih.
"Sebaiknya aku tidak mengganggunya lagi kecuali dengan urusan yang sangat penting"lanjutnya lalu dia juga pergi tidur.
...****************...
Di pagi hari yang cerah,George terbangun sendiri karena sudah terbiasa bangun pagi ketika dia berada di panti asuhan dulu.
"Sebaiknya aku bersiap-siap dulu,hari ini ada mata kuliah bu Samantha,kalau telat bisa di marahi habis-habisan aku"kata George yang beranjak dari tempat tidurnya hendak bersiap-siap.
"Hoaaam,aku masih merasa mengantuk,ini semua karena Argus membangunkanku pagi buta tadi"kata George sambil menguap,dia lalu pergi mandi.
__ADS_1
Setelah bersiap-siap,George melajukan mobilnya menuju asrama putra,tapi George tidak berhenti didepan asrama,George mencari tempat sepi untuk memarkirkan mobilnya karena George tahu kalau dia memarkirkan mobilnya didepan asrama pasti akan terjadi kehebohan yang sangat besar di kampus.
Setelah memarkirkan mobil,George segera menuju kamarnya untuk mengambil buku-buku pelajarannya.
"Hey George,darimana saja kau ini,kenapa semalam tidak pulang?"tanya Alex saat melihat George sedang mengambil bukunya.
"Itu,aku ada reuni dengan teman SMA ku,saat reuni berakhir tak kusangka hari sudah sangat larut malam,jadi pastinya asrama sudah tutup,makanya aku mencari motel murah untuk tidur malam tadi"jawab George.
"Kau tidur di motel,kau tidak membawa petempuan kan?" Jo bertanya dengan asal ceplos.
"Apa yang sebenarnya kau katakan,apakah kau pikir ada wanita yang mau tidur denganku yang tidak punya uang apalagi dibawa ke motel yang sangat murah"balas George.
"Sudahlah,aku harus segera berangkat,dosenku kali ini adalah bu Samantha"lanjut George lalu beranjak pergi.
"Benarkah?Kalau begitu kau harus cepat,kudengar dia adalah dosen yang galak,untung kami bertiga tidak ada mata kuliah yang berhubungan dengannya"balas Jo.
George melangkah pergi dari kamarnya,setelah sampai dikelas,dia langsung menuju tempat duduk favoritnya,di pinggir dekat jendela,dulu saat dosen pengajar tidak bisa hadir dan hanya memberikan tugas,dirinya selalu memandangi luar jendela dan berkhayal tentang bagaimana jika kehidupannya di kelilingi oleh banyak uang dan sekarang dia tidak pernah menyangka bahwa khayalannya dulu bisa menjadi kenyataan.
"Hey George..."sebuah suara berhasil membuyarkan lamunan George.
"Oh,hey Yumi,kau mengagetkanku saja"balas George.
"Haha,maaf kalau begitu,habisnya dari tadi aku melihatmu melamun dengan serius,memang sedang nglamunin apasi?" tanya Yumi.
"Tidak penting,hanya hal-hal kecil saja"jawab George sambil menggelengkan kepalanya.
Saat itu,sudut mata George melihat sesosok orang dari luar jendela yang berjalan dengan terpincang-pincang menggunakan tongkat ditangannya.
"Bukankah itu Kevin,kenapa dia berjalan dengan terpincang-pincang?"tanya George.
"Bukankah kau sudah tahu?Satu kaki dan satu tangannya di patahkan oleh orang bernama Roney malam itu"jawab Yumi.
"Oh iya,kenapa aku bisa sampai lupa ya?"George menepuk jidatnya.
"Lalu kenapa dia datang ke kampus dengan berjalan kaki? Bukankah dia biasanya datang menggunakan mobil mewahnya,apalagi bajunya sekarang terlihat seperti baju yang di beli dipinggir jalan seperti punyaku?"tanya George.
__ADS_1
Yumi memutar matanya saat mendengar itu "Serius kau masih bertanya tentang itu,tentu saja itu karena teman wanita mu yang mematahkan tangan dan kaki Kevin dan lainnya"jawab Yumi.
"Benarkah,bagaimana caranya nona Hudson melakukan itu? Bukankah keluarga Wilton adalah keluarga kelas 2, bagaimana caranya nona Hudson bisa membuat keluarga Wilton bangkrut dalam sekejap?"tanya George lagi.
"Aku tidak tahu bagaimana cerita pastinya,tapi yang kudengar keluarga teman wanitamu itu adalah keluarga kelas 1 di kota ini,keluarga Hudson,apalagi dia adalah cucu kesayangan dari kepala keluarga saat ini,saat kepala keluarga dari keluarga Hudson mendengar bahwa cucu kesayangannya dilecehkan,dia menjadi sangat marah dan menggunakan koneksinya untuk membuat keluarga Wilton bangkrut,ya kurang lebih begitulah cerita yang kudengar" kata Yumi.
"Jadi seperti itu ceritanya,aku jadi agak bersimpati pada si Kevin itu,gara-gara sepupunya yang tidak tahu malu itu menyebabkan seluruh keluarga Hudson berada dalam kebangkrutan"kata George sambil menggelengkan kepalanya.
"Buat apa kasihan padanya,dia juga selalu berlaku sombong dan selalu merendahkan orang yang lebih miskin darinya saat keluarganya mulai bangkit beberapa waktu lalu"balas Yumi.
"Baiklah-baiklah,lebih baik kita diam dulu,bu Samantha telah datang"kata George,lalu mereka berdua mendengarkan pelajaran yang disampaikan oleh Samantha.
Setelah pembelajaran selesai,George dan Yumi keluar bersama menuju ke kantin untuk makan.
"Ngomong-ngomong,bagaimana keadaan ibu mu?"tanya George di tengah obrolan mereka.
Yumi menghela nafas sebagai jawaban.
"Huuuh,keadaannya tidak membaik sama sekali,apalagi tanggungan dari rumah sakit juga semakin membengkak" kata Yumi.
George menepuk-nepuk pundak Yumi untuk menghiburnya.
"Yang sabar ya,aku yakin akan ada jalan keluar untuk masalahmu"kata George.
Yumi mengangguk kecil"Terima kasih ya George"balasnya.
"Kriiing".
Tiba-tiba telpon milik Yumi berdering.
"Halo....."Yumi mengangkat telpon dan raut mukanya tiba-tiba berubah panik.
"Ada apa Yumi?Kenapa kau tiba-tiba panik begitu?"tanya George.
"Ibuku sekarang dalam keadaan kritis,aku harus cepat menuju rumah sakit sekarang"jawab Yumi lalu beranjak dari tempat duduknya.
__ADS_1
"Aku juga ikut denganmu"George mengikuti Yumi menuju rumah sakit.