
"Harga awal dari liontin ini adalah 500.000 setiap penawaran tidak boleh kurang dari 10.000"ucap pria tua yang ada diatas panggung.
"510.000"setelah pria tua itu selesai bicara seseorang langsung menawar.
"520.000..."
"530.000..."
"550.000..."
"560.000....570.000...600.000..."
Penawaran demi penawaran terus berlanjut hingga harga tertigginya mencapai 900.000.
"Apakah tidak ada yang akan menawar lagi?"tanya pria tua.
"900.000 satu".
"900.000 dua".
...****************...
"Freya,apa kau menginginkannya?"tanya George.
Freya segera sadar dan cepat-cepat menggeleng"Tidak tuan,saya tidak menginginkan benda itu"jawab Freya.
"Mungkin mulutmu berbicara begitu tapi wajahmu mengatakan hal lain"ucap George.
__ADS_1
"Ahhh"Freya langsung menutup wajahnya dengan kedua tangan,dia tidak tahu kenapa dia tidak bisa mengontrol mimik wajahnya sekarang.
"Ha ha ha,baru pertama kali aku melihat wajah kagetmu, biasanya kau sangat tenang,baiklah aku akan membelikanmu barang satu ini"ucap George.
"Tidak usah tuan,pasti harga barang ini sangat mahal mengingat bahwa sekarang sudah disesi 2"balas Freya
"Tidak apa,aku akan mendapatkannya untukmu dan kalau ada barang bagus lain,aku juga ingin membelikan sesuatu untuk Argus,dia sudah sangat bekerja keras"ucap George.
"Terima kasih tuan"balas Freya.
Arthur dan Teddy yang melihat dan mendengar adegan percakapan itu sangat terkejut,mereka sangat penasaran dengan latar belakang George sehingga bosnya yang mereka panggil 'Ratu Iblis' itu bisa menurut-menurut saja, tapi mereka sadar diri dan sayang nyawa,jadi mereka segera melupakan keinginan untuk mengorek latar belakang George.
...****************...
"3.000.000"ucap George didetik terakhir.
"Apakah tidak ada yang menawar lagi?"tanya pria tua itu lagi.
"3.000.000 satu".
"3.000.000 dua".
"3.000.000 tiga".
"Terjual,selamat kepada tuan yang disana,anda bisa mengambilnya dibelakang setelah menyelesaikan pembayaran"ucap pria tua itu.
"Sial,orang gila mana yang langsung menaikan harga hingga 2 kali lipat"bisik seseorang kepada temannya.
__ADS_1
"Selanjutnya barang kedua"ucap pria tua itu lalu naik 2 orang perempuan naik panggung membawa sebuah barang yang ditutupi kain,mereka meletakan barang itu diatas meja sebelum turun kebawah kembali.
"Barang kedua adalah sebuah lukisan terkenal karya Vermilt Sang Tangan Agung yang berjudul Keabadian ditengah kematian"pria tua itu memperkenalkan lukisan yang ada disebelahnya.
George melihat lukisan tersebut,dia melihat gambar didalam lukisan itu adalah sebuah pohon yabg tumbuh menjulang tinggi ditengah padang pasir.
"Sebuah lukisan?Bukankah itu sangat riskan dipalsukan?"tanya George kepada Arthur.
"Big Bos tidak perlu khawatir,acara pelelangan ini sangatlah berbeda dengan kebanyakan acara pelelangan yang ada dipinggir jalan,semua barang disini sudah diverifikasi 3 kali oleh para ahli terkemuka,jadi keaslian barang disini sangat terjamin"jawab Arthur.
"Begitukah?Aku tidak tahu banyak tentang keaslian barang jadi aku akan percaya saja denganmu"ucap George,dia lalu menatap Freya"Apakah menurutmu lukisan ini cocok untuk dijadikan hadiah kepada Argus?" tanya George.
Freya mengangguk"Saya yakin hadiah apapun dari tuan pasti akan diterima olehnya"jawab Freya"Selain itu saya juga berpikir bahwa makna dari lukisan ini juga sangat cocok untuk perusahaan anda 'Pohon yang menjulang tinggi' melambangkan perusahaan anda yang akan terus tumbuh hingga menembus langit dan 'Wilayah gurun pasir' melambangakan perusahaan anda mampu bertahan dimanapun meskipun tempat itu wilayah paling mustahil untuk dikembangkan,jadi saya pikir lukisan ini cocok untuknya yang mengelola perusahaan anda" lanjutnya.
"Kalau begitu aku akan membeli lukisan itu"setelah itu George menyebutkan harga untuk membeli lukisan tersebut,meskipun ada sedikit perlawanan tapi mereka semua segera menyerah.
Lalu barang demi barang mulai dikeluarkan dan sebagian barang itu sudah berpindah tangan kepemilik baru mereka.
George sudah tidak menawar lagi sejak dia membeli lukisan tadi,dia sama sekali tidak tertarik dengan barang lain dan mulai memejamkan mata untuk beristirahat sejenak,hingga saat dipertengahan lelang,sebuah barang aneh mulai dikeluarkan,sebuah batu berwarna hijau.
"Apa-apaan dengan barang itu?Bukankah itu hanya sebuah batu?"tanya seorang peserta lelang dengan suara agak keras sehingga semua orang dapat mendengar dengan jelas.
...[Ding]...
...[Batu Bertuah telah ditemukan]...
Mata George terbuka saat mendengar notifikasi dari sistem,dari wajahnya terbentuk sebuah senyuman.
__ADS_1