
"Uhh,tepat sasaran dan kuat,aku yakin dia akan kehilangan fungsinya untuk sementara"kata George sambil menutupi miliknya dan membayangkan rasa ngilu yang dia rasakan Bohr.
...****************...
"Dia memang pantas mendapatkannya"dengus Hanna,lalu dia kembali memeluk Alice"Alice,kau tidak apa-apakan,apa tubuhmu ada yang sakit?"tanya Hanna dengan cemas.
"Aku tidak apa-apa bu,meskipun lenganku yang tadi ditarik pria itu masih cukup sakit"jawab Alice.
"Yang mana yang sakit,kalau begitu ayo kita obati segera"balas Hanna.
"Tenang bu,sebelum itu bukankah kita harus berterima kasih terhadap kak George dulu"kata Alice.
"Ahh"Hanna teringat bahwa George juga ada disini.
"Maaf George,aku lupa tentang dirimu,sebelumnya terima kasih sudah menyelamatkan kami"kata Hanna.
"Ha ha ha,tidak perlu berterima kasih"balas George.
"Tapi aku ada saran,sebaiknya untuk sementara kalian bersembunyi dulu disuatu tempat yang aman."lanjut George.
"Kenapa kami harus bersembunyi?"tanya Hanna.
"Kalau apa yang dikatakan pria itu benar,bahwa ayah mertuanya mengincarmu,dia pasti tidak akan menyerah"jawab George.
"Kalau kita anggap ayah mertuanya adalah kepala keluarga dari keluarga besar,maka dia pasti akan mengirim seseorang untuk membawamu,itu akan sangat berbahaya" lanjutnya.
"Apa!!Lalu apa yang harus kami lakukan?"tanya Hanna dengan cemas.
"Jangan panik,kau bisa obati dulu Alice dan bersiap-siap, aku akan membawa kalian ke tempat persembunyian yang aman"jawab George.
Lalu George menoleh ke ketiga orang yang sedang terbaring pingsan.
"Untuk mereka,aku akan mengurusnya dulu"lanjutnya.
"Baiklah,terima kasih"kata Hanna pada George.
"Ayo Alice,kita obati dulu lukamu"kata Hanna lalu menggendong Alice ke kamarnya.
Setelah mengobati Alice dan bersiap-siap,Hanna dan Alice turun dari kamar dan menuju dapur hanya untuk menemukan bahwa tidak ada seorangpun disana dan hanya ada keadaan dapur yang kacau balau akibat dari pertarungan tadi.
__ADS_1
Saat mereka berdua keluar ke ruang kafe,mereka melihat bahwa George sedang duduk menunggu mereka.
"Kalian sudah siap?''tanya George.
"Ya"jawab Hanna,setelah mengunci kafe,mereka bertiga masuk ke mobil George dan pergi.
"Wow kak George,mobilmu sangat keren dan cepat"kata Alice yang duduk dipangkuan Hanna karena mobil George hanya mempunyai 2 kursi.
Ha ha,kakak bisa saja lebih cepat tapi pasti nanti ibumu akan marah"balas George.
"Benar,ibu bahkan pernah memarahi sopir bus karena dia sedikit mengebut"kata Alice.
"Alice,jangan katakan itu"kata Hanna karena malu.
"Ha ha ha ha"George dan Alice kemudian tertawa cekikikan.
"Oh ya,apa yang terjadi kepada ketiga pria tadi?"tanya Hanna.
"Mereka?Oh,kau pasti akan segera tahu jika melihat beritanya besok"jawab George.
"Kau tidak membunuh mereka kan?"tanya Hanna.
"Jadi seperti itu"balas Hanna,kemudian dia baru menyadari bahwa mereka sedang menuju ke kawasan elit yang ada di kota itu.
"Selamat malam tuan Zebel"sapa satpam saat mobil George berhenti digerbang masuk kawasan Villa.
"Malam,bagaimana kabar kalian?"tanya George.
"Kami baik-baik saja"jawab salah satu satpam,kemudian dia secara tidak sengaja melihat Hanna dan Alice.
"Kalau begitu aku masuk dulu ya"kemudian George melajukan mobilnya menuju villa.
Awalnya George berencana kembali ke asrama dan tidur disana,tapi karena kejadian di cafe Hanna dia pasti tidak boleh masuk karena sudah lewat jam malam.
"Oi,apa kalian melihatnya?Sepertinya tuan Zebel membawa wanita kedalam"kata salah seorang satpam.
"Iya,aku juga melihatnya,bahkan anak itu juga membawa seorang anak,apakah itu anak tuan Zebel"balas satpam lain.
"Kalian jangan sembarangan bicara"kata kapten satpam dengan tegas.
__ADS_1
"Kuperkirakan anak yang dibawa wanita di samping tuan Zebel itu berusia 5-7 tahun dan tuan Zebel itu berusia masih 20 an,apa seseorang yang masih berusia 15 an tahun bisa mempunyai anak,anak itu pasti keponakan atau anak saudaranya,maka dari itu kalian jangan sembarangan bicara tentang tuan Zebel,dan juga tentang para pemilik lain,mengerti"lanjut kapten.
"Siap,mengerti kapten"balas para penjaga.
Semetara itu George,Hanna dan Alice sudah tiba di halaman villa George.
"Kak George,apakah ini rumahmu?"tanya Alice.
"Ya"jawab George singkat.
"Luar biasa,besar sekali"kata Alice sambil menengok kanan-kiri.
"Ibu lihat,disana ada kolam ikan yang besar bahkan ada banyak ikan di kolam itu"kata Alice kepada ibunya.
"Rumahmu sangat besar ya,pasti kau anak orang kaya"kata Hanna kepada George.
"Yaa begitulah,tapi setidaknya rumah ini bisa untuk tempat bersembunyi kalian sampai masalahnya mereda"balas George.
"Terima kasih sudah mau membantu kami sampai sejauh ini"ucap Hanna karena George sudah berkali-kali menolongnya,andai George tidak menolongnya,dirinya pasti sudah lama hancur.
"Tidak masalah,hooam,ini sudah malam,sebaiknya kita tidur,ada banyak kamar di villa ini,kalian bisa memilihnya sesuka kalian karena rumah ini masih kosong dan tidak ada yang menghuninya selain aku"kata George lalu melangkah masuj ke rumah.
Disaat George,Hanna,dan Alice sedang tidur nyenyak di malam hari,ada seorang pria tua yang sedang gelisah menunggu kabar.
"Bagaimana,apakah belum ada kabar darinya?"tanya pria tua itu kepada seorang pria 30 tahunan yang duduk didepannya.
"Belum ada,aku sudah menelponnya berkali-kali dan dia belum mengangkat satupun telpon dariku"jawab pria 30 tahunan itu.
"Bohr sialan,seharusnya aku tidak mengirimnya untuk mengambil wanita itu"maki pria tua.
"Tenanglah,setidaknya kau harus menjaga kondisi kesehatanmu,tidak baik terlalu banyak bermain dengan para wanita di usiamu yang sekarang,ayah"kata pria yang didepannya yang tidak lain adalah anaknya.
"Tidak bisa,untuk kali ini saja aku tidak bisa tenang,wanita itu,wanita itu sangat mirip dengannya,sangat mirip dengan satu-satunya wanita yang tidak bisa kudapatkan,ya,dia sangat mirip dengannya"kata pria tua itu.
"Jean,kuperintahkan kau untuk mencari Bohr dan wanita itu,dan ingat,jangan kau sampai berani menyentuh atau berbuat macam-macam dengannya atau kau tidak akan bisa menanggung konsekuensinya"ancam pria tua.
"Sampai membuat sang Casanova tua mengancam anaknya,aku penasaran siapa wanita ini,tapi ayah tenang saja,aku juga sedang mengincar salah satu wanita di kota itu"balas Jean lalu pergi meninggalkan ayahnya duduk sendiri diruangannya.
"Apakah pada akhirnya aku bisa bertemu lagi denganmu, Hanni Leafwood"kata pria tua itu sambil memasang sebuah senyum yang aneh.
__ADS_1