
Disebuah jalan,sebuah mobil Bentley melaju mendekati 2 orang yang tengah duduk dibangku yang ada dipinggir jalan.
Setelah sampai,Arthur dab Teddy yang ada dimobil turun untuk membukakan pintu kepada dua orang yang tadi duduk dibangku.
"Segera menuju Hollowland"ucap salah seorang yang duduk dibangku belakang,Teddy segera melajukan mobilnya setelah mendengar perintah itu.
"Bos besar,bos,perjalanan kita akan memakan waktu yang cukup lama,kami sudah menyiapkan makanan kecil agar anda berdua tidak bosan selama perjalanan"ucap Arthur,dia mengenali bosnya karena pernah melihat wajah bosnya tanpa topeng sebelumnya,wanita yang sangat cantik baginya.Sementara pemuda disamping bosnya,dia langsung mengasumsikan bahwa orang itu adalah bos besarnya,atau yang biasa disebut Master G.
"Oh,terima kasih,kebetulan aku sedikit haus"ucap pemuda yang duduk dikursi belakang yang tidak lain adalah George,dia mengambil air mineral kemudian meminumnya.
Perjalanan menuju Hollowland memakan waktu hingga 3 jam perjalanan dari Sunnyland,setelah sampai diHollowland hari sudah sore,mereka berempat segera check in hotel dan bersiap menuju pelelangan yang akan diadakan malam ini.
Tempat pelelangan kali ini ada disebuah kasino,lebih tepatnya adalah ruang bawah tanah yang ada dikasino tersebut dan karena ini bukanlah pelelangan umum melainkan pelelangan dunia hitam,maka pemeriksaan yang dilakukan sangatlah ketat,orang yang tidak memiliki kartu undangan tidak diperbolehkan masuk mau seberapa kayapun orang itu.
Setelah melewati pemeriksaan yang cukup ketat,George dan rombongannya akhirnya bisa masuk kepelelangan itu dan ternyata sudah banyak orang penting disanan.Karena pihak pelelangan hanya menyebat 100 undangan dan masing-masing undangan boleh membawa 1 orang,maka kurang leboh terdapat 200 kursi yang tersedia.
Setelah menemukan nomor bangku yang tertera di kartu undangan,George dan rombongan duduk dan menunggu pelelangan dimulai.George merasa sangat bersemangat karena dia tidak sabar dengan batu bertuah ketiganya.
"Bukankah ini Tuan Arthur dan Tuan Teddy?Kalian terlihat sangat akur jika dibandingkan dengan kedatangan kalian terakhir kali dipelelangan kami"ucap seorang wanita berambut merah,dia juga mengenakan gaun berwarna merah,dia lalu menyuruh kedua pelayan untuk memberikan minuman ke kedua orang tersebut.
__ADS_1
"Oh,terima kasih Karin,seperti biasa kau terlihat sangat cantik"puji Teddy,dia lalu meminum minumannya.
"Ah,tuan Teddy bisa saja"balas Karin.
"Oh,apakah kalian juga yang membawa kedua orang itu?Saya merasa bahwa tidak pernah melihat mereka?"tanya wanita yanh dipanggil Karin.
Arthur melirik Freya,dia tidak berani menjawab sebarangan,setelah melihat anggukan Freya,Arthur bari berani menjawab"Benar Karin,kamilah yang membawa mereka berdua" jawab Arthur.
"Maafkan aku,kalian berdua,cepat berikan tamu kita minuman"ucap Karin kepada kedua pelayan yang ada dibelakangnya,kedua pelayan itupun berjalan menuju George.
George mengangkat tangannya"Tidak perlu,aku tidak minum"ucap George,pandangannya tidak lepas dari panggung.Ucapannya sontak membuat kedua pelayan tersebut berhenti berjalan,mereka lalu melihat kearah Karin untuk meminta arahan.
"George,panggil saja George"ucap George.
"Tuan George,kalau boleh tahu anda mau dibawakan minuman apa?"tanya Karin"
"Apa saja boleh,asalkan tidak mengandung alkohol"jawab George.
"Baiklah,dan untuk nona..."tanya Karin.
__ADS_1
"Samakan saja minumanku dengan tuan George"jawab Freya.
"Baiklah"balas Karin,dia lalu menyuruh kekedua pelayannya untuk membawakan jus kepada George dan Freya.
"Bukankah ini Karin?Kau terlihat semakin cantik saja setiap tahunnya"ucap seseorang dari belakang Karin,dia memiliki perawakan yang tegap,orang itu langsung memegang pinggang Karin.
"Oh tuan Minty,anda juga terlihat semakin tampan setiap tahunnya"balas Karin.
"Benarkah?Bagaimana kalau kau ikut aku setelah pelelangan ini sele...."Belum sempat Minty menyelesaikan ucapannya,Karin sudah melepaskan diri dari dekapannya.
"Maafkan aku tuan Minty,sepertinya aku harus melayani tamu yang lain dulu"ucap Karin,dia lalu berjalan pergi.
Minty sangat marah atas perilaku Karin yang tidak sopan kepadanya,namun dia sadar bahwa dia tidak bisa apa-apa,dia tidak berani menyinggung tuannya Karin yang tidak lain adalah pemilik rumah lelang ini,terutama karena adanya perjanjian perlindungan rumah lelang,Minty tidak berani menyinggung semua orang penting disini.
"Ha ha ha,Minty,sepertinya kau ditolak oleh Karin lagi"Teddy menertawakan Minty dan menghinanya.
"Sialan kau Teddy"umpat Minty"****** sialan yang satu ini masih saja berpura-pura suci"lanjutnya,dia lalu berjalan menuju kursinya berada dan duduk disana.
"Baiklah,karena waktu sudah menunjukan pukul 7 malam, mari kita mulai pelelangan kita malam hari ini"ucap seseorang yang ada ditengah panggung,gong dibunyikan sebagai tanda dimulainya pelelangan
__ADS_1