Sistem Kekayaan Pria Soleh

Sistem Kekayaan Pria Soleh
11. Tobat sebelum M4ti


__ADS_3

[ Oh, begitu? Jadi kesombongan di hatimu belum juga hilang? ]


Aziel terdiam mendengar ocehan Sistem. Sudut bibirnya terangkat beberapa detik dengan bola mata berputar sedikit liar.


"Aku tidak sombong. Aku tidak pernah lagi membujuk siapa pun setelah istriku meninggal dunia. Bahkan, ketika anakku merajuk pun, aku tak pernah peduli."


Beberapa waktu kemudian, hening pun melanda suasana di antara mereka.


"Allahuakbar! Allahuakbar!"


Azan magrib telah menggema. Aziel dan Sistem masih dalam hening membisu. Aziel teringat akan targetnya untuk mengumpulkan pahala. Ia kembali bangkit menyusuri jalan yang tak tahu ke mana dibawa oleh kakinya.


"Eh, ini anak!"


Sebuah suara menyentakkan Aziel membuktikan masih ada orang yang mencarinya. Tangan Aziel langsung ditarik begitu saja tanpa sempat memberikan aba-aba.


Namun, karena merasa terkejut, Aziel refleks menarik tangan seorang yang menariknya itu dan membantingnya dengan cepat.


"Aaagghh!" teriaknya.

__ADS_1


Aziel kembali melirik siapa yang berteriak barusan. Ternyata, masih orang yang sama dengan yang ia banting saat tadi siang. Aziel segera membantunya untuk bangkit kembali. Joki mengusap punggungnya kesakitan.


"Lu kenapa sih Ziel? Kenapa sejak tadi jadi korban bantingan elu mulu?"


"Kenapa tiba-tiba menarik saya?" Aziel memasang wajah datarnya.


"Ya, biasanya juga gitu. Kita ini kan friend. Udah kayak saudara. Setiap semua kejadian, pasti saling kita bagi. Nah, kali ini gue butuh penjelasan! Lu itu kenapa?"


"Gue merasa bicara bukan dengan orang yang gue kenal! Pakai 'saya kamu', berasa bicara sama bapak-bapak aja tau nggak? Mana Aziel yang menemani gue bertugas kayak biasanya?" Joki menyampaikan uneg-uneg yang sedari tadi dipendamnya.


Membuat Aziel sendiri turut merasa kebingungan dengan jalan pikiran pemuda yang berusaha menemaninya ini. "Apa yang kau maksud? Saya sudah begini semenjak dulu!"


[ Lekas laksanakan salat magrib dengan segera! Waktu magrib ini sangat singkat! ]


Tiba-tiba, tubuh Aziel bergerak begitu saja tanpa bisa ia kendalikan. Hal yang pertama ia lakukan adalah menarik kembali kitab suci yang diberikan oleh Ustadz Syahrul kepadanya tadi siang.


Setelah itu, langkah secepat kilat membawanya mendekat pada Joki dan menarik anak itu yang dalam keadaan kebingungan tak sempat protes kepadanya.


Joki kesakitan plus kebingungan karena kelakuan Aziel ini yang membuatnya semakin mendekat pada tempat yang tak pernah ia datangi semenjak dulu. Bahkan, menjadi tempat yang paling ia hindari.

__ADS_1


"Ngapain kita ke sini?" protesnya.


"Salat magrib!" Aziel telah melepaskan tarikannya pada tangan Joki.


Wajah Joki melongo melirik pada Aziel yang memuggungi dirinya semakin jauh menuju tempat berwudhu. Joki kembali mengejar Aziel dan kali ini untuk menahan langkah teman sejawatnya itu masuk ke lokasi berwudhu.


"Lu mau apa?" Tangan Joki menahan langkah Aziel yang terasa sangat aneh.


"Saya mau salat magrib!" Tangan yang tadi erat menahan Aziel, kini beralih ditarik oleh Aziel. "Kamu juga ikut!"


"Ta-tapi ...." Wajah Joki terlihat keberatan dan Aziel berencana masuk ke dalam kamar mandi.


Sebelum masuk kamar mandi, ia menengadahkan kedua tangan berdoa sebelum masuk ke dalam sana. Joki melirik heran tingkah Aziel itu.


"Emangnya elu tahu apa doa sebelum masuk kamar mandi?"


Aziel telah mengusap wajahnya dengan kedua tangan yang tadinya tengadah di hadapannya. Ia segera masuk ke dalam sana untuk mengganti pakaian kotor yang masih terpasang di tubuh, dengan pakaian bersih yang diberikan oleh Ustadz Syahrul tadi.


Saat Aziel keluar dari dalam kamar mandi itu, Joki terperangah dengan keheranan yang semakin besar. "Kenapa lo tobat tiba-tiba gini? Jangan bilang sebentar lagi lo akan m4ti?"

__ADS_1


__ADS_2