Sistem Kekayaan Pria Soleh

Sistem Kekayaan Pria Soleh
18. Si Pencuri Cilik


__ADS_3

[ Selamat, kamu baru saja menyelesaikan misimu dengan sangat baik. Seperti yang sudah aku janjikan, seluruh dana yang kamu miliki akan ditambah sebanyak tiga kali lipat. ]


[ Dana yang kamu miliki sebelum ini adalah sebesar Rp21.000.000,- ]


[ Sekarang dana dalam akunmu naik menjadi Rp63.000.000.- ]


[ Performamu semakin meningkat menjadi tiga puluh persen! ]


[ Kecerdasanmu meningkat menjadi 75 persen. ]


[ Kecerahan dan ketampananmu naik hingga enam puluh persen! ]


[ Angka pahala yang kamu dapatkan pada misi pagi sebanyak seratus derajat ]


Bibir Aziel tersungging senyum tipis. 'Meskipun ini tak sebanyak yang aku dapatkan sebelumnya, tapi lumayan lah,' batinnya.

__ADS_1


Tiba-tiba, ia dikejutkan oleh seseorang dari belakang yang menepuk pundaknya. Aziel melirik seseorang yang memasang wajah marah terhadapnya. Namun, Aziel hanya memasang wajah datar dan kembali sibuk dengan pikirannya. Ia merasa tidak mengenal pria itu.


"Heh, bocah!" bentaknya.


Aziel tak menghiraukan karena ia sama sekali tidak merasa. Ia sedang mencoba untuk berkomunikasi dengan Sistem di dalam pikiran. Akan tetapi, ternyata kali ini tangannya ditarik dengan kasar oleh pria yang tadi.


Aziel melirik sejenak, pria bertubuh tambun itu menajamkan mata menatapnya. "Keluar kau!" bentak pria itu menyeret Aziel dari posisinya tadi.


Sehingga membuat semua jemaah yang sedang melaksanakan ibadah, melihat heran ke arah mereka. Semua jemaah pria mencoba bangkit dan menghentikan aksi pria yang menarik Aziel.


"Dia harus diusir dari mesjid ini! Dia itu pencuri! Sebentar lagi kotak infak yang ada di mesjid ini yang akan dicurinya!" Pria itu terus berkoar saat diminta menghentikan perbuatannya.


"Alaaah! Kalian harusnya membela saya! Bukan dia! Dia ini sudah sering mencoba masuk ke dalam rumah saya. Sudah banyak benda berharga saya yang dicurinya."


Di sisi lain, Joki menepuk kepalanya melihat Aziel dikerumuni oleh jemaah itu. Dengan diam-diam, dia memilih pergi dan meninggalkan Aziel dengan masalah yang kini ditimpanya sendirian. Joki berjalan cepat meninggalkan mesjid menuju rumah gubuk rasa rumah bagus yang sangat ajaib. Namun, ketika ia masuk ke dalam rumah itu, ternyata tak ada beda dengan gubuk yang selama ini yang ia tempati.

__ADS_1


Joki menggaruk pelipisnya melirik seluruh bagian rumah itu. "Apa tadi gue mimpi aja kali ya?"


Joki memilih tidak ambil pusing. Setelah ini ia memilih untuk masuk ke dalam kamarnya. Ia teringat pada uang yang telah disimpannya tadi malam, sebuah pemberian dari Aziel. Saat ia memeriksa kembali, alangkah terkejutnya ia melihat setumpuk uang yang diberikan Aziel tadi malam, berubah menjadi seonggok daun.


"Loh? Ke mana uang-uangku? Kenapa semua uangku berubah menjadi daun?" Joki menggaruk kepalanya. "Apakah saat ini gue masih mimpi?" Joki mencubit dirinya sendiri. "Aaawww!" pekiknya, menyadari ini semua bukan lah mimpi seperti harapannya.


Sementara itu di mesjid tadi Aziel tengah dikelilingi oleh jemaah yang salat yang penasaran pada Aziel. Pak Rudi melaporkan bahwa pemuda yang saat ini berdiri di tengah mereka adalah pencuri.


"Bukan hanya benda berharga saya saja yang dicurinya. Dia juga sudah mencuri ayam peliharaan anak saya, dan kambing-kambing yang kami lepaskan kala mencari makan."


Pak Rudi berjalan mengelilingi Aziel yang tampak bingung dan sedih.


Ia baru menyadari sesuatu yang membuat diri Arsen yang berada dalam tubuh anaknya ini, ternyata mengalami masa-masa yang kelam dan sulit. Selama menghilang semenjak sebelas tahun yang lalu, Aziel terlunta-lunta dalam kungkungan Baron.


Aziel berlutut di hadapan semua dan orang yang ada di sana. Bukan karena merasa takut, tetapi jiwanya sedang terpuruk, membayangkan masa sulit Aziel untuk memenuhi kebutuhannya sendiri.

__ADS_1


'Aziel, maafkan papamu yang tak berguna ini. Padahal, semua harta yang Papa cari, adalah untuk diberikan padamu. Namun, Papa sudah lebih dahulu m4ti sebelum bisa bertemu dengamu,' tangisnya dalam hati


"Lihat itu! Dia mengaku kan?" Pak Rudi masih belum menyelesaikan prov0kasinya.


__ADS_2